kumparan
27 Agu 2019 9:04 WIB

Mengenal Ansu Fati, Talenta Panas Terbaru Milik Barcelona

Ansu Fati, remaja yang mencatatkan rekor sebagai pemain termuda kedua Barcelona. Foto: AFP/Josep Lago
Ada kekhawatiran yang bisa dengan mudah dipahami ketika Barcelona menatap pertandingan menghadapi Real Betis di Camp Nou, Senin (26/8/2019) dini hari WIB, tanpa diperkuat Lionel Messi, Luis Suarez, dan Ousmane Dembele. Ketiga pemain itu bukan cuma pendulang gol ulung, tetapi juga kreator andal yang bisa membuat lawan mana pun mendelik ngeri.
ADVERTISEMENT
Kehilangan tiga pemain yang begitu berbahaya di lini depan adalah sesuatu yang tidak diinginkan Barcelona dalam menghadapi Betis. Pasalnya, pada musim lalu, Betis sukses menjadi satu-satunya klub yang bisa menundukkan mereka di Camp Nou. Betis punya ketajaman yang hanya bisa dilawan dengan ketajaman pula.
Awalnya, Barcelona tampak harus mengulangi mimpi buruk musim lalu tatkala Nabil Fekir mencetak gol cepat untuk membawa Betis unggul. Namun, di akhir cerita, La Blaugrana bisa tertawa lebar. Kedatangan Antoine Griezmann rupanya tidak sia-sia karena pemain Prancis itu mampu menggantikan peran rekan-rekannya yang cedera dengan baik.
Dua gol dan satu assist jadi sumbangsih Griezmann dalam pertandingan tersebut. Barcelona pun akhirnya sukses menang 5-2 untuk meraih tiga poin perdananya musim ini. Pada laga pertama lalu mereka dipaksa menyerah dengan skor tipis 0-1 oleh Athletic Club.
ADVERTISEMENT
Mencuatnya Griezmann sebagai protagonis itu adalah kabar baik bagi Barcelona. Namun, eks bomber Atletico Madrid itu bukan satu-satunya pemain yang mencuri perhatian publik Camp Nou. Selain dirinya, ada pula sosok bernama Ansu Fati.
Jika Anda tidak familiar dengan nama Fati, itu bisa dimaklumi. Sebab, dia memang merupakan pemain debutan bagi Barcelona pada pertandingan tersebut. Yang istimewa, Fati melakoni debut di usia 16 tahun dan 298 hari. Itu membuatnya jadi pemain termuda kedua yang pernah memperkuat Barcelona di sebuah pertandingan liga.
Fati tidak lama tampil di lapangan, hanya 15 menit. Akan tetapi, waktu sekian sudah cukup untuk menunjukkan kepada dunia betapa berbakatnya remaja kelahiran Guinea Bissau tersebut. Menurut data WhoScored, Fati mampu mencatatkan 1 tembakan, 1 umpan kunci, dan 1 tekel selama berada di lapangan.
ADVERTISEMENT
Fati sendiri masuk menggantikan pemain didikan akademi lain, Carles Perez, yang pada pertandingan itu sukses mencetak satu gol. Seusai pertandingan, kedua pemain ini mendapat selamat dari Messi yang harus menyaksikan laga dari tribune bersama Suarez. Khusus untuk Fati, ada pelukan dari Messi yang juga dia peroleh.
Pencapaian ini boleh dibilang fenomenal untuk Fati. Pasalnya, perjalanan yang harus dia tempuh untuk sampai ke titik ini tidak mudah. Dua kali dia harus absen lama dari lapangan bola karena dua alasan berbeda.
Loading Instagram...
Fati lahir pada Oktober 2002 dan pindah ke Spanyol ketika usianya 7 tahun. Sejak itu dia tinggal bersama ayahnya, Bori, yang sebelumnya memang sudah hijrah ke Spanyol. Bersama satu kakak dan satu adik laki-laki, Fati memulai hidup baru sebagai seorang pesepak bola.
ADVERTISEMENT
Uniknya, bakat Fati ini awalnya tidak tercium oleh keluarganya sendiri. Sang ayah, dalam wawancara bersama COPE Cadena, berkata bahwa awalnya dia tidak tahu kalau Fati bisa bermain sepak bola. "Semua orang bilang aku tidak tahu sebagus apa anakku. Kata mereka, dia bisa melewati semua orang tanpa kesulitan," tuturnya.
Fati memang akhirnya mendapat pendidikan sepak bola bersama La Masia, tetapi perjalanannya tidak dimulai di sana, melainkan bersama akademi milik Sevilla. Saat itu, ketika baru saja pindah ke Spanyol, Fati dan keluarganya memang tinggal di sebuah kota kecil, Herrera, yang letaknya tak jauh dari Sevilla.
Ketika berusia 9 tahun, Fati mulai menjadi incaran klub-klub besar. Tak tanggung-tanggung, dia diperebutkan oleh Real Madrid dan Barcelona sekalipun. Pada akhirnya, Barcelona jadi klub yang beruntung mendapatkan dirinya karena, selain Fati sendiri lebih memilih bergabung ke sana, mereka pun lebih serius dalam melakukan pendekatan.
ADVERTISEMENT
Ansu Fati berusaha melewati pemain Betis, Alfonso Pedraza. Foto: AFP/Josep Lago
Sayangnya, pendekatan Barcelona itu memicu kemarahan dari Sevilla. Alhasil, selama setahun penuh Fati tidak dimainkan. Dia baru bisa pindah ke La Masia pada 2012 ketika usianya sepuluh tahun. Di La Masia pun Fati kemudian mendapatkan cobaan baru.
Pada 2015, menyusul sebuah tekel brutal dari seorang bek Espanyol, Fati mengalami patah tulang kering. Ini membuatnya harus absen menyepak bola selama kurang lebih 10 bulan. Akan tetapi, Fati tidak menyerah. Setelah pulih dari cedera dia langsung bekerja keras hingga akhirnya mendapat panggilan dari Barcelona U-19 musim lalu.
Usia Fati memang lebih muda tiga tahun dari rekan-rekannya. Namun, kemampuannya sudah jauh di atas mereka. Buktinya, dari 29 pertandingan liga, dia mampu mencetak 56 gol. Ini lantas membuat dirinya dipanggil untuk memperkuat Barcelona B dalam ajang UEFA Youth League meski akhirnya harus puas duduk di bangku cadangan.
ADVERTISEMENT
Cepatnya progres Fati di tim junior Barcelona ini sempat menghadirkan ketegangan tersendiri antara pihak klub dan keluarga. Ayahnya merasa bahwa Fati tidak mendapat promosi cukup cepat meski punya talenta besar. Pada akhir musim 2018/19 Fati bahkan hampir pergi meninggalkan Barcelona.
Ansu Fati harus menghadapi permainan keras Real Betis dalam laga debutnya. Foto: AFP/Josep Lago
Namun, masalah selesai ketika Fati diberi kontrak baru yang berlaku sampai 2022. Dalam kontrak itu klausul rilis senilai 100 juta euro turut disertakan. Fati pun resmi menjadi pemain Barcelona meskipun saat ini dia berstatus sebagai anggota tim B.
Fati dipanggil oleh Ernesto Valverde Tejedor untuk berlatih dengan tim senior menyusul cedera yang dialami oleh Messi, Suarez, dan Dembele. Dia pun langsung mendapat kesempatan untuk bermain di laga menghadapi Real Betis tadi.
ADVERTISEMENT
Dengan melakoni debut di usia 16 tahun dan 298 hari, Fati hanya kalah 20 hari dari Vicente Martinez sebagai pemain termuda yang pernah memperkuat Barcelona di pertandingan liga. Martinez mencatatkan rekor tersebut pada 1941.
Meski begitu, Fati masih kalah jauh dari Albert Amasque jika kita berbicara soal pemain termuda yang pernah membela Barcelona. Amasque, pada 1902, memperkuat Barcelona dalam usia 13 tahun, 11 bulan, dan 6 hari di sebuah pertandingan Macaya Cup.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan