Pencarian populer

Menyaksikan Langsung Pendukung City Berpesta di Old Trafford

Suasana Old Trafford di Derbi Manchester. Foto: Yoga Cholandha/kumparan

​Sehari sebelumnya kami sudah diperingatkan oleh John. "Hati-hati," katanya. "Besok sore setelah pukul 4, pasti di sini hujan."

John tak sembarang bicara. Sebagai pedagang syal yang sehari-harinya mangkal di Old Trafford, pria paruh baya itu sudah paham betul situasi stadion dan tentunya karakter cuaca di kota Manchester. Dan prediksinya pun tepat.

kumparanBOLA hadir langsung di Old Trafford pada Rabu (24/4/2019) malam waktu Inggris untuk menyaksikan laga derbi antara Manchester United dan Manchester City. Bersama 10 orang lain yang datang dari Jakarta, kami tiba dengan bus tiga jam sebelum pertandingan.

Sepanjang perjalanan yang memakan waktu setengah jam dari Portland Road, langit sudah gelap tertutup awan tebal. Ketika akhirnya kami turun di Chester Road tempat pub The Bishop Blaize berada, cuaca kian tak bersahabat. Langit gelap, padahal matahari takkan tenggelam sampai tiga jam berikutnya.

Sehari sebelumnya kami sudah melihat langsung keadaan tempat ini dan ada perubahan signifikan yang tampak. Jika tak ada pertandingan, jalan ini begitu sepi dan lengang. Pertokoan yang ada di sekitarnya pun tak ada yang buka. Namun, saat hari-H pertandingan, mendadak wilayah ini jadi begitu hidup.

Penjual atribut sepak bola di Old Trafford jelang Derbi Manchester. Foto: Yoga Cholandha/kumparan

Sayup-sayup dari Bishop Blaize terdengar nyanyian para pendukung garis keras United. Lagu-lagu yang biasa terdengar di stadion mereka kumandangkan dengan lantang di sana sembari menenggak bir dan mengisap rokok. Fakta bahwa Manchester United saat ini tak sehebat tetangganya sama sekali tak menyurutkan dukungan mereka.

Di sekitar Bishop Blaize, toko-toko dan warung-warung makan dipadati pengunjung. Ada yang membeli 'peralatan tempur' untuk mendukung United seperti syal, ada pula yang mengisi perut sebelum berteriak-teriak di dalam stadion.

Di tengah-tengah suasana demikian, hujan angin tiba-tiba saja datang. Sontak, para suporter United pun berhamburan mencari tempat berlindung. kumparanBOLA sendiri memilih untuk berteduh di sebuah toko pernak-pernik bernama Red Star.

Suasana Old Trafford di Derbi Manchester. Foto: Yoga Cholandha/kumparan

Namun, hujan itu tak lama mengguyur. Tak sampai setengah jam, ia pergi dan matahari pun mengintip malu-malu dari balik awan pekat. Redanya hujan itu seperti sebuah sinyal bahwa memang sudah saatnya kami beranjak menuju Sir Matt Busby Way yang jaraknya cuma satu blok dari sana.

Ada 74 ribu lebih penonton yang hadir di Old Trafford saat pertandingan tetapi dari pantauan kumparanBOLA, kerumunan terpecah dengan baik. Di Sir Matt Busby Way yang sempit itu, kami dapat dengan mudah berjalan menuju stadion tanpa hambatan apa-apa.

Saat tiba di pelataran Old Trafford kami melihat ribuan manusia berkumpul. Ada yang berfoto, ada yang menikmati santapan ringan, ada pula yang cuma berdiri sambil berbincang. Sekitar satu jam kami habiskan di sana. Lalu, setelah langit semakin gelap, kami pun segera masuk ke Sir Bobby Charlton Stand yang berada di selatan.

Kami duduk di dekat tribune suporter Manchester City yang berkekuatan 3.100 orang. Meski jumlahnya sedikit, suporter City itu tak kalah garang dalam mendukung timnya. Sejak awal, mereka sudah berani mengolok-olok fans United dengan menyombongkan diri bahwa mereka adalah calon juara.

United kalah 0-2 dalam pertandingan itu dan kekalahan tersebut semakin membuat para pendukung City kalap. Mereka makin keras bersuara, makin pongah, dan itu jadi bahan bakar untuk bertahan selama mungkin di stadion.

Lima belas menit sebelum laga usai, banyak suporter United yang memilih untuk meninggalkan stadion dan semakin larut laga berjalan semakin lengang pula tribune tempat fans United berada. Sebaliknya, suporter City tetap bertahan untuk memberi penghormatan pada para pahlawannya di laga derbi.

"Campione, campione, ole ole ole!" Sampai akhirnya kumparanBOLA melangkah keluar dari stadion usai peluit panjang, lagu selebrasi itu belum berhenti dinyanyikan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23