Pencarian populer

Mereduksi Massa Otot, Mengembalikan Ketajaman Lukaku

Selebrasi Romelu Lukaku. (Foto: Reuters/Andrew Yates)

Bersama Manchester United, Romelu Lukaku adalah sosok yang berbeda dibandingkan ketika dirinya memperkuat Timnas Belgia. Itulah yang tampak ketika melihat penyerang 28 tahun tersebut pada pertengahan 2018.

Ya, lumayan tajam kiprah Lukaku saat memperkuat Belgia di Piala Dunia 2018. Dari 6 pertandingan, dia merangkum 4 gol. Catatan itulah yang mengantarkan pasukan Roberto Martinez menembus semifinal dalam turnamen di Rusia.

Tidak demikian saat Lukaku menuntaskan liburan musim panas dan memulai petualangan musim anyar bersama United. Dia sempat melalui 8 partai di lintas ajang tanpa menuliskan namanya di papan skor. Catatan yang membuat pelatih Jose Mourinho mencadangkannya pada laga kontra Everton, 28 Oktober 2018 lalu.

Dari situ, Lukaku menyadari bahwa dirinya membutuhkan perubahan. Salah satunya menyoal fisiknya yang sudah terkuras selama bertarung di Rusia.

"Di Piala Dunia, saya merasa hebat dan bermain bagus. Namun, saya merasakan sesuatu yang berbeda ketika kembali ke klub. Saya tak bisa bermain dengan massa otot yang sama seperti saat menjalani pertandingan internasional," ucap Lukaku sebagaimana dilansir oleh ESPN.

"Ya, semacam itulah. Ada kebutuhan untuk mengurangi sebagian massa otot. Oleh karenanya, saya harus bertahan di gym lebih lama, mengonsumsi banyak air, sayuran, dan ikan. Itu banyak membantu," kata dia.

Keputusan jitu dari Lukaku karena performa sang penyerang mulai membaik. Lihat saja 3 laga teraktual United yang diwarnai 2 golnya. Teraktual, Lukaku menuliskan namanya di papan skor saat pasukan Mourinho menang 4-1 atas Fulham, Sabtu (8/12) malam WIB.

Selebrasi Lukaku setelah menyarangkan bola ke gawang Fulham. (Foto: Reuters/PHIL NOBLE)

Laga teraktual juga memamerkan kehebatan Lukaku dalam aspek selain gol. Dirinya cukup aktif dalam serangan United. Terlihat dari catatan 5 tembakan, 1 umpan kunci, dan 1 dribel sukses menurut Whoscored.

Lonjakan tersebut, menurut Lukaku, tak cuma menyoal perubahan fisiknya. Ada pula peran Mourinho yang coba memberikan dorongan secara personal agar performa anak asuhnya kembali.

"Kami menjalani percakapan positif dalam beberapa hari terakhir. Dia mengatakan apa yang diinginkan. Lalu, saya tak lagi bermain dengan agresivitas, melainkan intensitas seperti yang dilakukan rekan-rekan setim saat melawan Fulham," ujarnya.

"Senang rasanya bisa mengembalikan level permainan. Namun, ini menyoal bagaimana Anda mengembangkan permainan diri secara konsisten," ucap Lukaku.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.33