kumparan
16 Jun 2018 22:53 WIB

Messi 0, Ronaldo 1

Messi di laga kontra Islandia. (Foto: REUTERS/Christian Hartmann)
Malang betul nasib Lionel Messi. Menjalani laga pertama di Piala Dunia 2018 kontra Islandia, Sabtu (16/6/2018) malam WIB, Messi gagal membawa Argentina menang. Lebih buruk lagi, dia gagal mengeksekusi penalti yang membuat skor akhir laga 1-1.
ADVERTISEMENT
Messi mendapatkan kesempatan untuk membuat Argentina unggul di menit 64. Akan tetapi, tendangannya mudah terbaca dan berhasil ditepis oleh Hannes Thor Halldorsson. Albiceleste pun gagal mendapat tiga poin.
Sepanjang pertandingan, Messi sebenarnya punya banyak kesempatan untuk mencetak gol. Total ada 11 tembakan yang dilepaskan megabintang Barcelona itu sepanjang pertandingan. Namun, tak ada satu pun yang berbuah gol.
Halldorsson tepis penalti Messi. (Foto: REUTERS/Carl Recine)
Messi pun mendekati catatan buruk Luigi Riva sebagai pemain dengan tembakan terbanyak yang tak bisa mencetak gol di sebuah laga Piala Dunia. Jika Messi melepaskan 11 tembakan, di laga kontra Swedia pada Piala Dunia 1966, Riva melepaskan dua lebih banyak.
Tak pelak, kegagalan Messi di laga ini pun juga membuatnya jadi bahan olok-olok di media sosial. Banyak yang membandingkan kegagalan pemain berusia 30 tahun itu dengan keberhasilan Cristiano Ronaldo menciptakan tiga gol untuk Portugal di laga kontra Spanyol.
ADVERTISEMENT
Sebab, pada laga pertamanya di Rusia itu, Ronaldo berhasil mengonversi tendangan penalti dengan sempurna. Sang rival juga mencatatkan jumlah tembakan yang lebih sedikit dari Messi di laga kontra Islandia tadi, yakni dengan total empat tembakan saja.
Sorotan (plus ejekan) pun mengarah kepada Messi saat ini. Sebab, Piala Dunia 2018 boleh dikatakan sebagai kesempatan terakhir sang kapten untuk bisa membawa Argentina menjadi juara. Dan dengan laga pertama yang buruk, banyak yang ragu Messi bisa memaksimalkan kesempatan.
Namun, pemilik lima gelar Ballon d'Or itu bukan tanpa pembelaan. Sang pelatih, Jorge Sampaoli, misalnya, menyatakan bahwa permainan defensif yang amat rapat dari Islandia itu yang membuat Messi kesulitan mendapat ruang.
ADVERTISEMENT
"Untuk mengevaluasi dan mengkarakterisasi pekerjaan Messi itu sulit, sulit karena ini adalah pertandingan yang tidak nyaman baginya. Islandia bermain sangat defensif, memblokir semua ruang, tetapi kami melakukan segala yang kami bisa untuk menang. Leo sangat berkomitmen untuk Argentina," ungkap Sampaoli.
Yang jelas, Messi masih punya dua kesempatan lagi untuk membayar kegagalannya itu. Dia dan Argentina masih punya dua laga fase grup, yakni menghadapi Kroasia pada 22 Juni dan melawan Nigeria lima hari berselang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·