Pencarian populer

Mikel: Seharusnya Nigeria Diberi Penalti karena 'Handball' Rojo

Odion Ighalo usai gagal bawa Nigeria ke 16 besar. (Foto: Henry Romero/Reuters)

John Obi Mikel sakit hati. Menurut kapten Nigeria tersebut, ketidakadilan wasit Cuneyt Cakir menjadi salah satu penyebab mengapa Super Eagles menelan kekalahan dari Argentina.

Perjalanan Nigeria di Piala Dunia 2018 berakhir menyedihkan. Hanya butuh hasil imbang saat bersua Argentina di Saint Petersburg Stadium, Rabu (27/6/2018) dini hari WIB, mereka justru pulang dengan kepala tertunduk usai menelan kekalahan 1-2.

Lionel Messi membuka keunggulan Argentina saat laga baru memasuki menit ke-14. Nigeria lantas menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol Victor Moses dari titik putih pada menit 51’. Usaha Nigeria benar-benar berakhir usai Marcos Rojo mencetak gol pada menit 87’.

Nigeria yang butuh hasil imbang sekuat tenaga menjaga pertahanan dari gempuran Argentina. Tekanan demi tekanan yang dilakukan oleh Angel Di Maria dkk. pun kerap pupus karena kekokohan tembok lini belakang anak asuh Gernot Rohr.

Meski demikian, bagi Mikel, pertandingan ini tak sesederhana itu. Ada beberapa intrik yang membuat nasib Nigeria di Piala Dunia 2018 hanya berakhir di fase grup. Salah satunya adalah tidak diberikannya penalti usai Rojo diketahui handball.

Kejadian bermula saat Nigeria mengirimkan umpan silang ke kotak penalti Argentina di menit ke-75. Umpan silang tersebut sedianya ditujukan untuk Odion Ighalo, tapi ternyata arah jatuhnya bola lebih dekat dengan Rojo.

Halauan dilakukan oleh Rojo. Alih-alih menjauh, bola halauan pemain Manchester United tersebut justru mengenai tangannya. Nah, dari sana, pemain Nigeria meminta Cakir menyaksikan video assistant referee (VAR).

Sempat bergeming dengan permintaan pemain Nigeria, Cakir akhirnya luluh. Beberapa menit kemudian, ia kembali ke lapangan dengan mengambil kesimpulan: apa yang dilakukan oleh Rojo tak termasuk dalam kategori handball.

Pemain Nigeria meminta wasit menyaksikan VAR. (Foto: Toru Hanai/Reuters)

“Saya tidak mengerti mengapa hal tersebut tidak membuat wasit menghadiahi kami penalti,” kata Mikel usai laga seperti dikutip dari ESPNFC. “Itu jelas-jelas sebuah handball. Jika Anda melihat apa yang terjadi dalam laga yang melibatkan Portugal kemarin, ini jauh lebih parah.”

“Dia (Rojo) menyentuh bola dan kejadian tersebut benar-benar terbuka. Bagi kami, itu adalah benar-benar handball. Wasit tahu kejadian tersebut karena ia menyaksikan tayangan VAR dan bola menyentuh tangan Rojo."

“Saya lantas bertanya kepadanya (Rojo), ‘Apakah bola menyentuh tangannya?’ Ia menjawab, ‘Ya’. Lalu, mengapa itu tidak dihukum penalti? Dia sendiri tidak tahu. Bagi saya, mungkin wasit tak ingin memberikan kami penalti untuk kedua kalinya,” pungkasnya.

Keputusan untuk tidak memberikan Nigeria hadiah penalti akhirnya diambil oleh wasit. Tak adanya penalti lantas membuat kerja mereka kian berat dan berujung pada terjadinya gol kedua lewat sepakan Rojo pada menit ke-87.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: