Pencarian populer

Milner Beri Dukungan Sekali Seumur Hidup untuk Man United

Wakil kapten Liverpool, James Milner. Foto: REUTERS/Phil Noble

Status rival Manchester United melekat dalam diri James Milner dalam 17 tahun karier profesionalnya. Predikat tersebut tak lepas dari klub-klub yang dibela Milner, mulai dari Leeds United, Manchester City, hingga kini Liverpool.

Meski begitu, Milner rela meredam ketidaksukaannya terhadap Manchester United hanya dalam 90 menit. Yakni ketika United melawan mantan klub Milner, Manchester City, pada laga lanjutan Premier League di Stadion Old Trafford, Kamis (25/4/2019) dini hari WIB.

"Untuk pertama kali dalam hidup, saya akan menjadi pendukung Manchester United," tutur Milner sebagaimana dikutip dari BBC.

"Saya tidak perlu menyaksikan pertandingannya. Ini agak membuang waktu, tetapi saya tak tahu akan melakukan apa nantinya, mungkin mencari makanan," ujar pemilik nomor kostum 7 di Liverpool itu.

Dukungan Milner kepada United bukan tanpa dasar. Kemenangan United atas City memang menjadi skenario yang ditunggu-tunggu Milner dan rekan-rekan setimnya di Liverpool.

Ekspresi para pemain Manchester United saat Manchester City merayakan gol. Foto: Jason Cairnduff/Reuters

Karena dengan begitu, Liverpool bakal mempertahankan posisi puncak klasemen berbekal keunggulan dua poin atas City. Peluang juara mereka pun lebih besar dibandingkan sang rival saat kompetisi menyisakan tiga pekan lagi.

Sebaliknya, kemenangan City bakal menghadirkan kabar buruk buat Liverpool. Skenario ini akan membuat The Citizens mengudeta puncak klasemen dengan gap satu poin atas Liverpool sekaligus melebarkan kans mempertahankan gelar juara liga.

Ya, angin segar memang berpindah ke City jika memenangi derbi. Karena setelah itu, baik City maupun Liverpool sama-sama sudah menjalani 35 pertandingan. Maka, pasukan Pep Guardiola tinggal menyapu bersih kemenangan dalam tiga laga sisa demi mengunci gelar juara. Hasil apa pun yang diraih Liverpool di sisa kompetisi tak akan berpengaruh.

Liverpool kala bersua Manchester City di perempat final Liga Champions musim 2017/18. Foto: Getty Images/Laurence Griffiths

Bagi Milner sendiri, skenario terakhir akan sangat menyakitkan. Pasalnya, Liverpool dianggap sudah menunjukkan kiprah apik sejauh musim 2018/19 bergulir. Hal itu terbukti lewat raihan hanya satu kekalahan dari 35 pertandingan liga.

"Tentu terasa mengecewakan ketika Anda cuma menderita satu kekalahan sepanjang musim kompetisi, tetapi itu ternyata tidak cukup," ucap Milner.

"Kami hanya perlu memenangi seluruh pertandingan sisa. Jika sudah melakukannya dan ternyata belum cukup juga, kami akan mengangkat tangan lalu mengatakan, 'Selamat, Manchester City'," ujarnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60