kumparan
4 Sep 2018 3:16 WIB

Nemanja Matic: Mourinho Tahu Apa yang Harus Dilakukan

Jose Mourinho sebelum laga Manchester United vs Liverpool. (Foto: REUTERS/Rebecca Cook/File Photo)
Dalam beberapa hari terakhir, nama Jose Mourinho jadi bahan pembicaraan. Hal ini tak lepas dari perilakunya yang aneh. Namun, tindakan Mourinho ini memiliki nilai tersendiri di mata Nemanja Matic.
ADVERTISEMENT
Manchester United menunjukkan penampilan yang buruk di pekan-pekan awal Premier League musim 2018/2019. Dari empat laga yang sudah dijalani, tim berjuluk 'Setan Merah' tersebut hanya sukses meraih dua kemenangan. Sisanya, dua laga melawan Brighton and Hove Albion serta Tottenham Hotspur berakhir kekalahan.
Buruknya penampilan United ini ditambah dengan kelakukan aneh sang pelatih. Alih-alih memperbaiki performa timnya, dia justru acap menelurkan pernyataan yang memancing perhatian. Contohnya, saat ia mengutip pernyataan filsuf Jerman, Georg Hegel, soal melihat kebenaran secara menyeluruh, dan saat ia meminta orang-orang untuk menghargai capaiannya sejauh ini.
Hal ini pun dipandang berbeda oleh banyak orang. Namun, Matic menganggap bahwa tindakan Mou ini sudah benar. Menggunakan pernyataan menohok, Mou membuat perhatian publik terarah padanya. Hal ini membuat para pemain tidak terbebani tekanan, karena Mou melimpahkan semua tekanan itu kepada dirinya sendiri.
ADVERTISEMENT
"Dia (Mourinho) tahu apa yang harus dilakukan. Anda juga tahu itu, dan itu baik buat kami (para pemain United). Dia adalah salah satu pelatih terbaik di dunia. Anda tahu apa yang sudah dia dapatkan selama kariernya sebagai pelatih. Itu sudah menunjukkan kapasitasnya," ujar Matic dilansir ESPNFC.
Setelah dikalahkan oleh Brighton dan dibantai oleh Spurs, Mourinho sukses mengantarkan anak asuhnya meraih kemenangan atas Burnley pada pekan keempat Premier League 2018/19. Di mata Matic, ini adalah bukti bahwa Mourinho mampu mengatasi segala tekanan yang ada. Dia bisa mengatasi tekanan di tim sebesar Manchester United.
"Itulah kenapa dia bisa melatih Manchester United. Karena dia bisa mengatasi tekanan. Secara pribadi, saya tidak melihat perbedaan di dalam dirinya. Sebelum laga melawan Burnley, dia sangat percaya diri. Dia sudah mempersiapkan semuanya dengan baik," tutur Matic.
ADVERTISEMENT
Perayaan gol pemain United. (Foto: Reuters/Lee Smith)
"Kami tahu mereka (Burnley) berbahaya di bola-bola atas. Karena itulah (Marouane) Fellaini dipasang sebagai pemain bertahan, untuk menghentikan bola-bola atas tersebut. Saya rasa penampilan yang kami tunjukkan ini memperlihatkan bagaimana caranya kami bermain. Gelar masih bisa kami dapatkan," katanya menambahkan.
Sejauh ini, United masih berada di peringkat 10 klasemen sementara Premier League musim 2018/19 dengan torehan enam poin. Namun, kompetisi sepak bola tertinggi di Inggris itu baru berjalan empat laga. Masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi, dan United masih bisa memenangi gelar liga. Matic optimistis akan hal tersebut.
"Masih terlalu cepat berspekulasi. Mari lihat Maret 2019 nanti, karena di bulan tersebut, Anda bisa melihat tim mana yang berhasil merebut gelar. Sekarang, semuanya masih terlalu cepat," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan