Pencarian populer

Notula dari Kemegahan Juventus di Derbi d'Italia

Mandzukic menyundul bola ke gawang Inter. (Foto: REUTERS/Stefano Rellandini)

Juventus jadi pemenang Derbi d'Italia yang digelar Sabtu (8/12/2018) dini hari WIB. Inter Milan mereka tumbangkan 1-0 lewat gol Mario Mandzukic di menit 66. Ada beberapa notula yang terpapar dalam laga yang digelar di Allianz Stadium itu. Berikut kumparanBOLA menyajikannya untuk Anda.

Hegemoni Juventus Makin Nyata

Lazio berhasil ditumbangkan Juve, begitu juga dengan Napoli dan Milan yang berhasil mereka buat bertekuk lutut. Kini, giliran Inter yang berhasil ditaklukan Giorgio Chiellini dan kawan-kawan. Di atas kertas, Juve telah memenuhi syarat karena sukses mengalahkan tim-tim kuat di Serie A--mereka baru akan bersua AS Roma di pekan 17.

Hebatnya lagi, Juve belum tersentuh kekalahan dalam 15 pertandingan. Hanya terselip satu hasil imbang di antara 14 kemenangan yang mereka petik. Pasukan Massimiliano Allegri pun berdiri kokoh di puncak klasemen dengan torehan poin 43, terpaut 11 angka dari peringkat kedua, Napoli, yang masih menyisakan satu laga lebih banyak.

Lebih dari itu, Juve juga menjadi klub yang paling superior di antara seluruh kontestan lima liga top Eropa, setara dengan Paris Saint Germain yang juga berhasil mengemas 43 poin dalam 15 laga.

Mandzukic yang Kian Apik

Bukan Cristiano Ronaldo seorang yang mencuri perhatian di balik kesuksesan Juventus di Serie A sejauh ini, tetapi juga Mandzukic, pemain yang di musim lalu mengemban tugas sebagai defensive forward.

Dari aksinya pula Juve sukses meraup tiga angka dalam laga kali ini. Bukan yang pertama kalinya mantan pemain Bayern Muenchen itu jadi penyelamat Juve. Kemenangan 2-1 Bianconeri atas Parma di giornata ketiga juga lahir dari sumbangsihnya. Pun dengan keberhasilan Juve membungkam Napoli September lalu.

Dari aspek individu, Mandzukic memang mengalami peningktan produktivitas. Total 7 gol sukses dibuatnya dalam 12 pertandingan, atau cuma 138 menit untuk mencetak satu gol--menjadi torehan terbaiknya setelah musim 2013/2014. Menjadi lebih spesial karena lesakannya ke gawang Samir Handanovic itu menjadi gol ke 150 Mandzukic selama berkarier di level klub.

Penyakit Inter Kambuh Lagi

Penyakit lama Inter kumat: inkonsistensi. Setelah sukses mengemas enam kemenangan beruntun di lintas kompetisi pada pertengahan September hingga Oktober, performa Nerazzurri kembali jeblok. Hanya satu kemenangan yang berhasil mereka ukir dalam enam laga terakhir di semua ajang.

Catatan negatif ini jelas bukan sebuah bekal ideal untuk menyambut PSV Eindhoven di laga hidup mati Liga Champions tengah pekan nanti. Pasalnya, Mauro Icardi kawan-kawan kini cuma nangkring di urutan ketiga klasemen Grup B--di bawah Barcelona dan Tottenham Hotspur. So, tak ada jalan lagi bagi Inter untuk menambah poin sambil berharap Blaugrana mengandaskan Spurs di waktu yang bersamaan.

Para pemain Inter berpose layaknya Peaky Blinders. (Foto: Reuters/Tony Gentile)

Ronaldo Hobi Buang Peluang?

Tak ada nama Ronaldo dalam daftar papan skor Allianz Stadium. Sebab memang tak ada tembakan mantan penggawa Sporting Lisbon itu yang mengoyak jala gawang Inter.

Ngomong-ngomong soal tembakan, Ronaldo memliki catatan tersendiri dalam hal ini. Dengan 4 tembakan yang dilepaskannya dalam laga tersebut, kini Ronaldo menjadi pemain liga top Eropa pertama yang sukses melepaskan 100 tembakan di pentas liga.

Di satu sisi, hal ini tak hanya merepresentasikan sisi positif saja. Sebaliknya, tingginya kuantitas tembakan itu tak dibarengi dengan jumlah gol yang disarangkan Ronaldo, cuma 10 gol yang dibuatnya di Serie A.

Ronaldo tidak seburuk itu, kok. (Foto: AFP/Marco Bertorello)

Sebagai perbandingan, pencetak gol terbanyak Bundesliga sejauh ini, Luka Jovic, cuma butuh 38 tembakan untuk mengukir 10 gol. Lebih-lebih lagi Pierre-Emerick Aubameyang yang juga mengemas jumlah gol yang sama. Topskorer sementara Premier League itu hanya butuh 33 tembakan, sekitar sepertiga dari upaya Ronaldo. Jadi, tak sungkan untuk menyebut Ronaldo sebagai penyerang yang hobi buang-buang peluang.

Kandang Juve, Kuburan Inter

Rumput lapangan dan teriakan yang menggema di Allianz Arena (dulunya Juventus Stadium) memang tak pernah ramah kepada Inter. Sejak dibuka pada 8 September 2011, hanya sekali Inter berhasil mempermalukan Juve di sana dalam pentas Serie A. Itupun terjadi pada 2012/2013 silam. Setelahnya, berakhir dengan suram--seperti kekalahan mereka di laga kali ini. Dalam 6 lawatan sejak kemenangan terakhir mereka, terhitung hanya dua hasil imbang yang dipetik Inter, sedangkan empat sisanya berujung dengan kekalahan.

Juventus Stadium (Foto: Wikimedia Commons)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: