kumparan
5 Jan 2019 15:54 WIB

Optimisme Lovren dan Van Dijk akan Kebangkitan Liverpool

Lovren dan Salah seusai laga lawan City. (Foto: REUTERS/Phil Noble)
Dejan Lovren pernah berbicara soal lengkapnya skuat Liverpool dan soal kemungkinan timnya itu menjadi Invicibles kedua setelah Arsenal 2003/04. Sekarang setelah Liverpool kalah, Lovren kembali angkat bicara.
ADVERTISEMENT
Pada pekan 21 Premier League 2018/19, kesempurnaan Liverpool terhenti di Etihad. Bersua Manchester City, Liverpool takluk dengan skor tipis 1-2. Liverpool sempat membuat kedudukan imbang 1-1, usai gol Sergio Aguero dibalas oleh Roberto Firmino. Namun, kekalahan menjadi nyata bagi mereka usai Leroy Sane mencetak gol kemenangan City pada menit 72.
Selain kesempurnaan yang sirna, kekalahan itu membuat Liverpool yang sempat berada di nirwana harus tetap waspada. Sekarang, mereka hanya berselisih empat poin dari City di peringkat kedua saat kompetisi Premier League 2018/19 masih menyisakan 17 laga lagi.
Saat guncangan itu hadir, Lovren muncul sebagai pembawa api semangat dengan berujar bahwa ia percaya para pemain Liverpool dapat segera bangkit. Ia juga yakin, dengan berbekal pengalaman di masa lampau, Liverpool mampu mengatasi guncangan ini dengan hasil positif di laga selanjutnya.
ADVERTISEMENT
"Ini adalah Liverpool. Kami akan selalu bisa bangkit walau situasi serba sulit. Memang pada pertandingan tersebut (lawan City), semua terasa berat usai wasit meniupkan peluit. Tapi, itu sudah selesai dan kami harus menerimanya. Musim masih panjang dan saya percaya tim ini mampu melakukan sesuatu," ujar Lovren, dilansir ESPN FC.
Bek Liverpool, Dejan Lovren, merayakan golnya ke gawang Newcastle. (Foto: Reuters/Lee Smith)
Lovren juga mengungkapkan bahwa sejak di ruang ganti usai laga, para pemain sudah tahu bahwa mereka harus tenang. Musim ini adalah musim mengesankan bagi Liverpool sehingga kelak akan ada laga-laga besar yang harus mereka jalani. Mereka siap untuk itu, terlebih mereka masih berhasrat untuk bertahan di puncak klasemen.
"Kami harus tetap fokus dari satu pertandingan ke pertandingan lain. Kami juga tidak akan menoleh ke belakang, mengingat hasil buruk atau kemenangan yang didapat. Kami akan terus memandang ke depan," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Setali tiga uang dengan Lovren, Virgil van Dijk juga masih diliputi optimisme. Jika Lovren mengalamatkan semangatnya kepada para penggawa Liverpool, Van Dijk menyuarakan semangatnya untuk para suporter. Ia mengingatkan bahwa Liverpool masih berada di peringkat pertama.
"Anda tidak bisa mengingat kekalahan ini terus-menerus. Kami masih berada di puncak, unggul empat poin. Semua masih baik-baik saja untuk kami. Laga selanjutnya kami akan melawan Brighton di Premier League, dan kami sudah menantikan itu, juga laga Piala FA," ujar Van Dijk.
"Satu-satunya hal yang bisa kami lakukan sekarang adalah bangkit. Kami yakin, kami akan kembali tidak terkalahkan dan kami akan melakukannya laga per laga. Kekalahan itu memang berat, tapi kami memiliki mental yang bagus. Kami akan tetap melakukan apa yang biasa kami lakukan. Kami tak perlu panik," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Virgil van Dijk dan Alisson Becker. (Foto: Reuters/Phil Noble)
Di laga Premier League selanjutnya, Liverpool akan menghadapi Brighton and Hove Albion di Stadion Amex. Merujuk pada posisi Brighton yang masih berada di peringkat 13, seharusnya memenangi laga ini bukan persoalan yang kelewat sulit. Laga putaran ketiga Piala FA menghadapi Wolverhampton Wanderers juga semestinya bisa mereka lewati.
Namun, jika Liverpool tidak waspada dan gagal bangkit, bisa saja mereka akan jatuh kembali. Apalagi, bukannya tak mungkin Wolves dan Brighton sudah mempersiapkan kejutan untuk menggempur The Reds.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan