kumparan
13 Okt 2019 8:27 WIB

Penyebab Spanyol Diimbangi Norwegia: Gugup Menjelang Laga Rampung

Para pemain Timnas Spanyol lesu usai ditahan imbang Norwegia. Foto: Marius Simensen/Reuters
Spanyol tersandung di matchday ketujuh Kualifikasi Piala Eropa 2020. Bertamu ke rumah Norwegia, Minggu (13/10/2019) dini hari WIB, La Furia Roja ditahan imbang 1-1.
ADVERTISEMENT
Hasil yang mengecewakan mengingat Spanyol sebetulnya unggul lebih dulu via gol Saul Niguez di menit 47. Tapi, petaka hadir menjelang laga rampung ketika Kepa Arrizabalaga melakukan pelanggaran yang berujung hadiah penalti untuk tuan rumah.
Joshua King yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugas untuk memaksakan hasil imbang dengan kampiun Piala Dunia 2010 itu. Tambahan satu poin ini memang tak mengubah posisi Norwegia di papan klasemen. Mereka masih tertahan di peringkat empat dengan 10 angka.
Namun bagi Spanyol, hasil ini bikin mereka urung memastikan tempat ke Piala Eropa 2020. 'Tim Matador' yang ada di puncak klasemen Grup F dengan 19 poin, unggul 5 angka atas Swedia di posisi dua.
Bagi Robert Moreno, hasil mengecewakan yang didapat skuat besutannya ini disebabkan karena Sergio Ramos dan kolega gugup menjelang akhir pertandingan. Aspek yang bikin mereka banyak melakukan kesalahan hingga akhirnya berujung gol balasan.
ADVERTISEMENT
"Ketika tim Anda kebobolan di menit 93, Anda tak akan merasa baik-baik saja, meski gol menit akhir adalah bagian dari sepak bola. Di menit-menit akhir, kami gugup dan mengambil banyak risiko," kata Moreno dilansir Reuters.
"Saya senang dengan sikap pemain di lapangan, tapi saya tak senang ketika kami kehilangan kendali permainan dan tidak sabar. Kami punya peluang mencetak gol kedua, tapi saya berharap pertahanan kami lebih baik ketika lawan bermain long-ball," tuturnya menambahkan.
Pelatih Timnas Spanyol, Robert Moreno, di laga melawan Norwegia. Foto: Marius Simensen/Reuters
Nada kekecewaan juga terlontar dari Saul. Gol yang dicetak pemain Atletico Madrid itu jadi terasa hambar lantaran tiga poin lepas dari genggaman.
Kendati demikian, Saul berharap Spanyol tak berlama larut dalam kekecewaan dan belajar dari kesalahan. Pasalnya, kans meraih tiket ke Piala Eropa 2020 masih terbuka. Syaratnya, Spanyol kudu mengalahkan Swedia pada Rabu (16/10) dini hari WIB.
ADVERTISEMENT
"Kami harus belajar dari pertandingan ini karena dari sini kami bisa berkembang di beberapa area. Saya senang bisa mencetak gol, tapi itu tak ada artinya jika kami kalah," ujar Saul.
"Kami pulang dengan perasaan yang sangat kecewa, terutama karena permainan kami jauh lebih berkembang di babak kedua," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan