kumparan
29 Jan 2019 23:05 WIB

Permak UEA, Qatar Susul Jepang ke Final Piala Asia 2019

Perayaan gol Boualem Khouki ke gawang Uni Emirat Arab. (Foto: Reuters/Suhaib Salem)
Qatar berhasil melaju ke final Piala Asia 2019 usai menang telak 4-0 atas tuan rumah Uni Emirat Arab pada babak semifinal yang digelar di Mohammed bin Zayed Stadium, Abu Dhabi, Selasa (29/1/2019) malam WIB.
ADVERTISEMENT
Gol-gol Qatar pada pertandingan ini dicetak oleh Boualem Khoukhi (22'), Almoez Ali (37'), Hassan Al-Haydos (80'), dan Hamid Ismail (90'+3). Di partai puncak, Jumat (1/2/2019) malam WIB mendatang, Qatar yang baru pertama kali melaju ke final akan menghadapi juara empat kali, Jepang.
***
Seperti yang sudah-sudah, pelatih Qatar, Felix Sanchez Bas, mengandalkan pakem dasar 4-2-3-1. Topskorer sementara Piala Asia, Almoez Ali, didapuknya sebagai ujung tombak.
Sementara itu, Uni Emirat Arab menggunakan formasi yang serupa tapi tak sama, 4-3-3. Yang menarik, tumpuan utama UEA untuk membobol gawang lawan adalah pemain yang catatan golnya di turnamen ini cuma kalah dari Almoez Ali, yaitu Ali Ahmad Mabkhout.
Meskipun bertindak sebagai tuan rumah, UEA bukanlah unggulan pada pertandingan ini. Qatar yang dalam perjalanannya sukses menundukkan Arab Saudi, Irak, dan Korea Selatan lebih dijagokan untuk ke final. Hal itu mereka tunjukkan dengan performa penuh percaya diri di lapangan.
ADVERTISEMENT
Qatar mendominasi penguasaan bola sejak awal pertandingan. Walau begitu, untuk bisa mencetak gol pembuka, mereka butuh keberuntungan. Pada menit ke-22, kiper UEA Ali Hassan Salmin melakukan kesalahan fatal yang berbuah gol bagi Qatar.
Kejadian bermula dari sebuah tendangan bebas yang dihadiahkan wasit untuk Qatar. Eksekusi yang buruk membuat tendangan bebas itu seketika berubah menjadi serangan balik dari UEA. Namun, lagi-lagi eksekusi yang tak sempurna membuat serangan balik UEA itu berbalik menjadi serangan kilat dari Qatar. Di sinilah kemudian Boualem Khouki melepas tendangan dari pinggiran kotak penalti.
Tendangan Khouki itu sebenarnya cuma tendangan pelan mendatar. Akan tetapi, entah bagaimana Salmin gagal menangkap bola tersebut. Qatar pun unggul 1-0.
Keunggulan Qatar itu direspons UEA dengan melancarkan berbagai serangan sporadis yang umumnya dilakukan lewat sayap. Namun, bukannya menyamakan kedudukan, mereka malah kembali harus kebobolan lima belas menit setelah gol Khouki tadi. Kali ini giliran sang topskorer Almoez Ali yang menggetarkan jala gawang UEA.
ADVERTISEMENT
Almoez Ali melakukan selebrasi usai menjebol gawang Uni Emirat Arab. (Foto: Reuters/Suhaib Salem)
Berawal dari umpan satu-dua ciamik di sisi kanan pertahanan UEA, Almoez Ali melakukan akselerasi ke kotak penalti. Walau dibayangi tiga pemain Qatar sekaligus, striker berdarah Sudan itu tetap mampu melepaskan tembakan keras melengkung yang tak bisa dihalau penjaga gawang. Gol inilah yang membuat Qatar unggul 2-0 sampai babak pertama rampung.
Pada babak kedua, Qatar yang sudah unggul dua gol mulai mengendurkan tekanannya. Sayangnya, UEA sendiri tidak mampu memanfaatkan situasi tersebut. Serangan-serangan yang dibangun kubu tuan rumah kerapkali sudah kandas di kaki dua poros ganda yang berjaga di depan empat bek Qatar.
Babak kedua sendiri tidak berjalan seseru babak pertama. Akan tetapi, semua berubah mulai menit ke-80, ketika kapten Qatar, Hassan Al-Haydos, mencetak gol ketiga timnya. Memanfaatkan kelengahan barisan belakang Qatar yang menerapkan garis pertahanan tinggi, Al-Haydos kemudian melakukan akselerasi yang diakhiri dengan penyelesaian matang.
ADVERTISEMENT
Setelah gol tersebut baru Qatar kembali menunjukkan agresivitasnya, terutama dalam menyerang lewat bola-bola terobosan. Di masa injury time, Qatar pun sukses mencetak gol keempat melalui kaki Hamid Ismail. Berawal dari umpan terobosan di sisi kanan, Ismail berlari kencang ke kotak penalti sebelum menaklukkan kiper UEA dari jarak dekat. Tak lama setelah gol ini tercipta, wasit meniup peluit panjang dan Qatar pun dipastikan melenggang ke final.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan