kumparan
6 Apr 2019 20:57 WIB

Persebaya Tantang Arema di Final Piala Presiden

Manu Jalilov merayakan gol Persebaya Surabaya ke gawang Madura United. Foto: Manu Jalilov merayakan gol Persebaya Surabaya ke gawang Madura United.
Skenario final sarat rivalitas itu akhirnya terwujud. Persebaya Surabaya menyusul rival abadinya, Arema FC, untuk berduel di babak final Piala Presiden 2019.
ADVERTISEMENT
Kelolosan Persebaya ditentukan oleh kemenangan 3-2 di kandang Madura United, Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Sabtu (6/4/2019) malam WIB. 'Bajul Ijo' tertinggal dua kali lewat lesakan Aleksandar Rakic (54') dan Alberto Goncalves alias Beto (60'), tetapi selalu mampu membalas berkat Otavio Dutra (67'), Amido Balde (81'), serta Hansamu Yama (90+4').
Dengan begitu, Persebaya menang 4-2 secara agregat. Pertemuan pertama di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (3/4), lalu berakhir dengan kemenangan 1-0 buat pasukan Djadjang Nurdjaman.
***
Duel formasi 4-3-3 kembali tersaji di pertandingan kedua ini. Madura United mengusung trisula Andik Vermansah-Aleksandar Rakic-Alberto Goncalves, sementara Persebaya mengandalkan Osvaldo Haay-Amido Balde-Manu Jalilov.
Dengan kebutuhan mengejar defisit agregat, sektor depan Madura United tampil lebih garang di awal laga. Terutama melalui Andik, si Bonekmania yang beroperasi di sisi kanan 'Laskar Sapeh Kerrab'.
ADVERTISEMENT
Tercatat dua peluang lahir dari kaki pemain kelahiran Jember tersebut. Pertama, penyelesaian akhirnya kurang sempurna ketika menyambar bola liar pada menit ke-13. Empat menit berselang, kiper Miswar Saputra masih bisa mengantisipasi tendangan Andik dari luar kotak.
Rangkaian kegagalan Madura United mengonversi peluang malah diikuti gelombang serangan yang menyurut di akhir paruh pertama. Situasi ini dimanfaatkan kubu Persebaya untuk mengambil otoritas permainan.
Lima menit menjelang jeda, 'Bajul Ijo' menebar teror via penetrasi Jalilov. Salah satunya ketika penyerang Tajikistan ini melakukan cutting inside, lalu melepaskan sepakan mendatar. Bola dihalau Muhammad Ridho di bawah mistar Madura United sehingga babak pertama berakhir tanpa gol.
Pesepak bola Persebaya Surabaya Irfan Jaya (kiri) mencoba melewati hadangan pesepak bola Madura United Andik Vermansah (kanan) saat pertandingan semifinal Piala Presiden 2019 leg pertama di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (3/4). Foto: ANTARA FOTO/Moch Asim
Kembali dari ruang ganti, Madura United merebut inisatif permainan dengan memeragakan penguasaan bola. Tidak mudah bagi mereka karena Persebaya memilih untuk menerapkan pertahanan berlapis sambil mencari celah serangan balik.
ADVERTISEMENT
Kesabaran Madura United akhirnya terbayar pada menit ke-54. Berawal dari umpan terobosan Zah Rahan, Beto Goncalves melanjutkan serangan dengan umpan silang ke kotak penalti Persebaya.
Sebagai sasaran umpan, Rakic melakukan tandukan tak terlalu keras. Bola melambung di atas jangkauan Miswar sehingga menyulitkan sang penjaga gawang untuk mencegah gol.
Lesakan itu merangsang Persebaya untuk keluar menyerang. Namun, upaya mereka kerap kandas gara-gara aksi heroik Ridho sebagai pengawal gawang Madura United. Dia bahkan sempat melakukan dua penyelamatan beruntun dalam situasi bola mati pada menit ke-60.
Peruntungan Ridho akhirnya selesai semenit berselang. Adalah Otavio Dutra yang menaklukkan eks kiper Borneo FC itu dengan tandukan dalam situasi bola mati.
Gol Dutra membuat Persebaya kembali unggul 2-1 secara agregat. Itu artinya, Madura United membutuhkan dua gol untuk lolos ke final. Alhasil, gelombang ancaman mereka semakin deras.
ADVERTISEMENT
Bahkan, hanya tujuh menit setelah gol penyeimbang itu, Madura United mampu membalas. Prosesnya bermula dari umpan Rakic ke Beto. Pemilik nama terakhir menuntaskan serangan dengan tembakan dari sudut sempit yang gagal diantisipasi Miswar.
Aleksandar Rakic mencetak gol saat Madura United menaklukkan Persela Lamongan. Foto: Syaiful Arif/Antara
Di tengah upaya mengejar gol ketiga, Madura United malah kehilangan intensitas pada pengujung waktu normal, seperti paruh pertama. Dampaknya fatal karena Persebaya mampu mencuri gol penyeimbang via Amido Balde.
Lagi-lagi bola mati mengawali proses lesakan tim tamu. Bola sepakan Jalilov dipantulkan Irfan Jaya, kemudian disambar dengan tandukan Balde untuk menggetarkan jala gawang Madura United.
Situasi bahkan berbalik di menit terakhir injury time. Fokus pertahanan Madura United benar-benar hilang karena begitu berhasrat mengejar gol. Akibatnya, Hansamu Yama mampu mencetak gol dengan memanfaatkan umpan terobosan Dutra. Skor 3-2 buat Persebaya menutup laga ini
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan