kumparan
14 Sep 2019 23:02 WIB

Pesta Gol Warnai Kemenangan Spurs dan Chelsea

Pemain Spurs dan pemain Palace berduel. Foto: REUTERS/David Klein
Kemenangan besar mewarnai laga Tottenham Hotspur dan Chelsea dalam lanjutan pekan kelima Premier League 2019/20, Sabtu (14/9) malam WIB.
ADVERTISEMENT
Spurs berjaya di Tottenham Hotspur Stadium dengan menggasak Crystal Palace 4-0.
Gol-gol kemenangan mereka dicatatkan atas nama Son Heung-Min (10' dan 23'), Erick Lamela (42') dan gol bunuh diri pemain Palace, Patrick van Aanholt.
Chelsea tak kalah istimewa. Di Molineux Stadium yang merupakan rumah Wolverhampton Wanderers, mereka menang dengan skor 5-2.
Pesta gol Chelsea itu diinisiasi oleh Tammy Abraham (34', 41', 55'), Fikayo Tomori (31'), dan Masson Mount (90+6').
Sementara, tuan rumah mempersempit ketertinggalan melalui Patric Cutrone (85') dan bunuh diri Tammy Abraham (66').
Spurs Memang Tampil Dominan
Laga baru berjalan 10 menit, Spurs sudah membuka angka via sepakan Son. Gol penyerang asal Korea Selatan yang lahir dari luar kotak penalti ini usai bekerja sama dengan Toby Alderweireld.
ADVERTISEMENT
Selepas membuka keran angka, Spurs kembali melanjutkan kedigdayaan mereka menekan pertahanan Palace. Hanya berjarak 11 menit, Van Aanholt membantu Spurs memperlebar jarak karena gol bunuh dirinya.
Palace coba bangkit dengan mengedepankan umpan silang. Salah satu peluang hadir via sepakan jarak jauh Jordan Ayew. Namun, upayanya masih terlalu mudah bagi Lloris.
Spurs kembali memperlebar jarak 20 menit jelang laga bubar. Kali ini, Serge Aurier sukses memberikan umpan silang yang dikonversi Son menjadi gol keduanya di laga kali ini.
Pemain Spurs merayakan gol. Foto: REUTERS/David Klein
Babak pertama akhirnya ditutup dengan gol Lamela tiga menit jelang babak pertama rampung. Terciptanya gol winger Argentina ini lahir dari umpan Kane dari luar kotak penalti.
Gol dari Lamela jadi yang terakhir di laga kali ini. Sebab, pada 45 menit kedua, Spurs sedikit melonggarkan serangan sehingga tak ada gol tambahan yang tercipta.
ADVERTISEMENT
Menengok Kebangkitan Chelsea
Para pemain Chelsea merayakan gol. Foto: REUTERS/Hannah McKay
Jika mengalamatkan siapa sosok paling mencuri perhatian di laga kali ini, mari bersepakat untuk mengedepankan nama Tammy Abraham. Meski minim kesempatan di awal-awal laga, penyerang 21 tahun ini mulai bertaji saat laga memasuki pertengahan babak pertama.
Gol pertama Chelsea memang tak lahir dari kaki Abraham, melainkan Tomori. Memanfaatkan sapuan lawan yang tak sempurna di depan kotak penalti, Tomori melepaskan sepakan melengkung ke sudut gawang Wolves tanpa mampu dijangkau Rui Patricio.
Unggul satu gol, Chelsea memegang kendali permainan. Hanya berjarak tiga menit dari gol Tomori, The Blues memperlebar jarak melalui Abraham melalui sepakan jarak dekat di depan gawang Wolves.
Tak hanya sekali, Abraham kembali mencatatkan namanya jelang babak pertama rampung. Memasuki menit ke-42, ia sukses mengonversi umpan silang Marcos Alonso menjadi gol.
ADVERTISEMENT
Menutup babak pertama dengan tiga gol, Chelsea sedikit menurunkan tempo di babak kedua. Hasilnya, memang tak buruk-buruk amat. Namun, mereka sukses memperlebar keunggulan.
Adalah Abraham yang kembali mencetak gol ke gawang Patricio. Gol ketiganya lahir usai bekerja sama dengan Jorginho.
Meski tampil moncer, Abraham tidak kalis dari eror fatal. Ia turut 'membantu' Wolves dengan gol bunuh diri pada menit 66.
Pemain Chelsea dan Wolves berduel. Foto: Reuters/Carl Recine
Selepas gol bunuh diri Abraham, Wolves mampu memberikan perlawanan di 20 menit akhir laga. Romain Saiss dan Matt Doherty adalah buktinya. Dua kans mereka dapatkan meski berujung kegagalan.
Pada akhirnya, upaya Wolves membuahkan hasil. Patric Cutrone berhasil membobol gawang Chelsea. Gol kedua tim tuan rumah sejatinya sempat mendapatkan protes. Namun, gol tersebut tetap dinyatakan sah setelah wasit menengok Video Assistant Referee (VAR).
ADVERTISEMENT
Namun, gol Wolves menjadi sia-sia. Pada tambahan waktu babak kedua, gol Masson Mount memastikan Chelsea menutup laga dengan kemenangan 5-2.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan