Pencarian populer

Petaka dalam Laga Debut Robertson sebagai Kapten Skotlandia

Pose Andrew Robertson saat ditetapkan menjadi kapten anyar Tim Nasional Skotlandia. (Foto: Reuters/Lee Smith)

Sebelum laga melawan Timnas Belgia yang digelar di Hampden Park, Sabtu (8/9/2018) dini hari WIB, bermula, Andrew Robertson menjalani sesi pemanasan dengan begitu semringah. Dia punya dua alasan mengapa dia bisa sebahagia itu.

Alasan pertama tentu tak bisa dipisahkan dari fakta bahwa laga itu merupakan laga perdananya sebagai kapten Timnas Skotlandia. Dan alasan kedua ada sangkut pautnya dengan apa yang terjadi di masa lampau.

Lima tahun silam, Robertson mengambil kerja sambilan di Asosiasi Sepak bola Skotlandia (SFA) karena gajinya di Queen's Park tak begitu bisa diharapkan. Salah satu tugasnya adalah membagikan matchday programme kepada penonton. Nah, salah satu laga ketika dia melakukan tugasnya adalah ketika Skotlandia harus menghadapi Belgia dalam tajuk Kualifikasi Piala Dunia 2014.

Namun, ketika laga bergulir, Robertson tak lagi terlihat ceria. Dia tak lagi berniat untuk merayakan masa lalu atau masa kini. Urat terlihat jelas dari lehernya, akibat meneriaki rekan-rekannya tak becus dalam menjalankan tugasnya ketika diserang.

Bayangkan saja, Skotlandia harus takluk 0-4 dari Belgia dan kekalahan itu merupakan yang terbesar dalam sejarah sepak bola Skotlandia dalam 45 tahun terakhir. Ironisnya, seluruh gol itu tercipta karena salah oper -- kesalahan yang sesungguhnya bisa diminimalisir.

Salah satu momen salah oper berujung kebobolan terjadi di menit 28. Kala itu, kiper Craig Gordon melancarkan lemparan tanggung yang bikin bola bisa sampai di Moussa Dembele dan berakhir dengan tembakan berujung gol dari Romelu Lukaku.

Andrew Robertson, kapten baru Timnas Skotlandia. (Foto: Juan Martin del Potro)

Setelah laga, Robertson tampak gusar dan pelatih Alex McLeish menunjukkan rasa simpatinya melalui pernyataan dalam wawancara pascalaga. Menariknya, McLeish sendiri tak menyalahkan para pemainnya untuk kekalahan ini. Pelatih berusia 59 tahun itu menyalahkan dirinya sendiri karena salah memberikan instruksi kepada para pemainnya.

"Kami bermain bagus di babak pertama, tapi kami tak bisa berhenti bikin kesalahan dan dari situlah gol-gol Belgia tercipta. Kesalahan kami sangat banyak dalam laga ini, sehingga saya pikir bisa dijadikan katalog. Tapi, ini semua salah saya, karena sayalah yang menginstruksikan mereka bermain seperti itu," kata McLeish.

"Ini pelajaran berharga bagi kami, utamanya bagi para pemain muda. Di masa depan, harusnya kami tak merasa gentar ketika melawan tim hebat. Ini tes yang bagus untuk tim ini," tutup McLeish.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: