Pencarian populer

Piala Bisa Bikin Harry Kane Melupakan Kata Setia

Harry Kane merayakan gol ke-100 bersama Spurs. (Foto: Jason Cairnduff/Reuters)

Belum cukup buat Harry Kane merasa puas, meskipun dirinya sudah membukukan berbagai rekor pribadi. Kariernya tetap dianggap hampa tanpa kesuksesan menggapai piala.

Tahun 2017 merupakan milik Kane. Dia menutup tahun dengan trigol ke gawang Southampton sekaligus mematahkan rekor Alan Shearer yang telah bertahan lebih dari dua dekade, sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu tahun kalender Premier League.

Kini, meski melalui dua laga terakhir di liga tanpa menggetarkan jala lawan, Kane masih berada di puncak teratas daftar top scorer dengan 18 gol. Apabila posisinya tidak tergusur hingga musim berakhir, dia bakal merebut Golden Boot untuk kali ketiga secara beruntun. Hanya Shearer yang mampu menorehkan prestasi serupa sejak era Premier League.

Namun, aliran gol dan rekor tak lantas memenuhi dahaga Kane. Buat striker berusia 24 tahun itu, masih ada alpa dalam kariernya, yakni piala. Selama membela Tottenham, kegagalan kerap menghampirinya, seperti ketika mereka kalah dalam perlombaan dengan Leicester City pada Premier League 2016/17.

"Saya selalu mengatakan: terus berkembang, menjadi lebih baik, kami ingin memenangi trofi. Itulah tujuan saya. Selama klub mampu melakukannya, saya merasa bahagia untuk bertahan di sini," tutur Kane seperti dilansir dari Telegraph.

Kalimat terakhir Kane sekaligus menjadi "lampu kuning" buat manajemen Tottenham. Ketika sebuah klub tidak mampu memenuhi ambisi seorang pemain bintang, lihatlah apa yang terjadi dengan Liverpool dan Philippe Coutinho.

Sekeras apa pun upaya Manajer Juergen Klopp untuk menahan, hasrat Coutinho untuk memenuhi ambisinya tidak tertahankan. Transfer pun tidak bisa dihindarkan. Mahar 160 juta euro membuat gelandang asal Brasil itu menanggalkan seragam The Reds.

Philippe Coutinho (Foto: AFP/ JOSEP LAGO)

Dari saga transfer Coutinho pula, Kane memetik sebuah pelajaran. "Liverpool mendapatkan tawaran bagus dari Barcelona dan menerimanya. Saya tidak bisa mengatakan bahwa Liverpool tidak berdaya. Namun, ketika pemain ingin pergi, klub akan melepasnya," tuturnya.

"Dari sudut pandang Coutinho, saya berpikir bahwa dia sangat profesional dalam enam bulan terakhir," ucap Kane menambahkan.

Profesionalisme Kane tidak perlu diragukan. Saat rumor transfer yang mengaitkan dirinya dengan Real Madrid terus berkumandang, dia tetap tampil tajam. Hanya, Tottenham harus waspada. Kalau mereka kembali gagal memberikan piala kepada sang bintang, Los Blancos tinggal mengatakan, "Lihatlah kabinet trofi kami."

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: