kumparan
9 Jun 2018 17:55 WIB

Piala Dunia 2018: Demi Status Inti, Henderson Siap Main di Mana Saja

Jordan Henderson berkostum Inggris. (Foto: Jason Cairnduff/Reuters)
Gareth Southgate menyiapkan banyak rencana untuk Tim Nasional (Timnas) Inggris. Salah satunya adalah memainkan satu gelandang bertahan.
ADVERTISEMENT
Strategi di atas terlihat dari persiapan yang dilakukan oleh Southgate dalam beberapa uji tanding terakhir. Dalam beberapa laga tersebut, Inggris tampak memainkan pola 4-3-3 dengan memainkan dua gelandang serang dan satu gelandang bertahan.
Taktik tersebut membuat persaingan untuk mengisi posisi gelandang bertahan Inggris jadi sengit. Selain Henderson, ada nama Eric Dier., Ruben Loftus-Cheek, dan Fabian Delph yang bisa bermain di sana.
Henderson kemudian berpikir jauh ke depan. Ia lantas berpikir jika ingin mendapatkan satu posisi, ia tidak bisa hanya terpaku pada satu posisi saja. Persaingan di posisi gelandang serang yang lebih mudah jadi alternatif.
Gelandang serang Inggris hanya Jesse Lingard dan Dele Alli. Melihat slot yang diberikan oleh Southgate dan pengalaman Henderson di beragam kompetisi internasional, seharusnya persaingan ini bisa lebih mudah ia menangi.
ADVERTISEMENT
“Saya tidak keberatan untuk bermain di mana pun tempatnya. Saya bahkan siap untuk bermain di posisi yang membutuhkan lebih bertahan maupun lebih menyerang,” kata Henderson kepada Sky Sports, Sabtu (9/6/2018) waktu setempat.
Eric Dier dan Jordan Henderson. (Foto: Jure MAKOVEC / AFP)
“Jujur, saya lebih suka bermain dan dimainkan di posisi yang lebih bertahan. Namun, saya tak merasa akan kesulitan apabila ditaruh pada peran yang lebih membutuhkan kemampuan menyerang.”
“Saya akan memberikan semua yang terbaik uuntuk Inggris. Keputusan untuk bermain ada di tangan pelatih. Ia tahu siapa yang siap untuk setiap pertandingannya. Namun, saya merasa pantas untuk dipilih karena saya tengah berada di kondisi terbaik,” kata Henderson.
Perjalanan Inggris di di Piala Dunia 2018 dimulai dari Grup G. Meski juga diisi oleh Belgia dan generasi emasnya, Inggris diyakini tak akan kesulitan karena dua lawan mereka lainnya hanya Panama dan Tunisia.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan