Pencarian populer

Piala Dunia 2018: Henderson atau Dier, Inggris?

Eric Dier dan Jordan Henderson. (Foto: Jure MAKOVEC / AFP)
"Saya pikir, kami hanya ingin bermain dengan satu 'pivot'. Saya akan kaget jika mereka berdua tidak menjadi tokoh penting bagi kami selama turnamen. Namun, jelas ada kemungkinan mereka tidak akan bermain bersama di setiap pertandingan."
ADVERTISEMENT
Gareth Southgate, manajer Inggris itu, mengatakan hal di atas ketika ditanya apakah dia akan memainkan Eric Dier dan Jordan Henderson secara bersamaan di lini tengah pada Piala Dunia 2018 nanti. Southgate memilih tidak, dan berarti dia harus memilih salah satu.
Lantas, pertanyaannya siapa? Henderson atau Dier?
Dalam 16 gim yang sudah dijalani Southgate selama dia membesut Inggris, Dier memang lebih sering bermain sebagai starter. Penggawa Tottenham Hotspur itu turun sejak menit pertama sebanyak 12 kali, sedangkan Henderson mencatatkan tiga kali lebih sedikit.
Eric Dier (kiri) saat melawan Newcastle. (Foto: Reuters/Lee Smith)
Namun, Southgate menjamin keduanya punya peluang yang sama untuk bisa jadi starter. Terlebih, sepanjang musim kemarin, Dier dan Henderson juga menjalani musim yang baik. Keduanya memiliki peran penting untuk timnya masing-masing.
ADVERTISEMENT
Dier berhasil mendapat tempat inti di lini tengah Tottenham Hotspur, dan menjadi penyeimbang bersama Mousa Dembele. Tapi ketika ditugaskan Mauricio Pochettino untuk menjadi bek tengah pun, Dier menjalankan tugasnya dengan apik.
Di satu sisi, Henderson juga masih jadi andalan di lini tengah Liverpool. Eks pemain Sunderland itu mampu jadi penyeimbang dan pemimpin yang meletupkan semangat di kubu 'Si Merah'. Dia adalah kapten yang membawa Liverpool sampai di final Liga Champions musim ini.
Lantas bagaimana dalam hal statistik? Siapa sebenarnya yang lebih baik di antara Henderson dan Dier untuk bisa menjadi penopang lini tengah Inggris dalam formasi 3-5-2 (atau 3-1-4-2) yang akan jadi andalan Southgate di Rusia nanti?
Pertama, mari membedahnya dari aspek defensif. Dari statistik yang mereka torehkan di Premier League musim kemarin --berdasar WhoScored dan Squawka-- tak banyak perbedaan yang tercipta. Henderson dan Dier cukup seimbang.
ADVERTISEMENT
Soal tekel, misalnya. Musim lalu Henderson mampu mencatatkan rata-rata 1,9 tekel per gim, sedangkan Dier mencatatkan 1,8 per gim. Untuk intersep, kali ini Dier lebih unggul. Eks pemain Sporting CP itu mampu mencatatkan 1,4 intersep per laga, sedangkan Henderson mencatatkan 1,1 per laga.
Henderson, sang kapten Liverpool. (Foto: Oli Scarff/AFP)
Sementara untuk rata-rata duel, Dier memang lebih unggul dari Henderson. Dier rata-rata mampu memenangi lebih dari 50% duel per laganya, sedangkan Henderson hanya memenangi 42,22% per laga. Ini juga tak lepas dari seringnya Dier berperan sebagai bek tengah (12 kali).
Nah, bagaimana untuk sektor lain, seperti aspek ofensif? Di situ, Henderson sedikit lebih unggul. Dalam hal melepas umpan kunci, misalnya. Henderson mampu mencatatkan 0,9 umpan kunci per laga, sedangkan Dier hanya mampu melepaskan 0,4 umpan kunci per laga.
ADVERTISEMENT
Soal penciptaan peluang pun, Henderson unggul. Dia mampu memprakarsai 0,74% peluang per laga, sedangkan pesaingnya hanya 0,44%. Henderson juga unggul dalam rata-rata melepas umpan panjang, di mana dia memiliki rata-rata 5,6 umpan panjang per laga dan Dier hanya 4,8 per laga.
Dari situasi seperti ini, Southgate sebenarnya punya dua opsi. Jika dia ingin memainkan poros tengah yang hanya fokus untuk membantu tiga bek tengahnya, Dier bisa jadi opsi yang tepat. Terlebih ketika Inggris menghadapi lawan yang memiliki gelandang serang atau pemain depan yang kuat dalam aspek fisik maupun kecepatan.
Namun, jika Southgate membutuhkan penyeimbang di lini tengah yang juga bisa mengatur tempo dan serangan tim, maka Henderson adalah sosok yang tepat. Terlebih jika ingin Inggris bermain menyerang, pengalaman dan apa yang sudah dilakukan Henderson bersama Liverpool bisa menjadi dijadikan patokan.
ADVERTISEMENT
Terlebih, pemain berusia 27 tahun itu juga punya aspek bertahan yang tak buruk dan sepanjang musim kemarin pun (terutama di ajang Liga Champions), Henderson menunjukkan bahwa dia mampu menjadi holding-midfielder yang apik untuk timnya.
Manajer Timnas Inggris, Gareth Southgate. (Foto: Reuters/Carl Recine)
Di satu sisi, dengan akan dikorbankan salah satu antara Henderson atau Dier, maka Southgate memastikan bahwa dia akan menurunkan dua gelandang ofensif dalam pola 3-5-2 untuk menemani pemain yang terpilih.
"Itu adalah keputusan kunci, tapi ini yang namanya manajemen, bukan? Anda juga memilih pemain, atau Anda memilih sistem Anda dan memilih orang-orang terbaik untuk menyesuaikannya. Itu adalah keputusan yang sulit," tutur eks manajer Middlesbrough itu.
Dari uji tanding terakhir Inggris sendiri, kala menang 2-1 atas Nigeria, Trio Dier-Dele Alli-Jesse Lingard jadi pilihan Southgate. Pada uji tanding berikutnya menghadapi Kosta Rika, Jumat (8/6/2018) dini hari WIB nanti, Henderson dikabarkan yang bakal diturunkan sejak menit awal.
ADVERTISEMENT
Dari situ, Southgate mungkin akan tahu siapa yang akan jadi pilihan utamanya untuk laga pertama Inggris di Rusia menghadapi Tunisia pada 19 Juni mendatang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.81