Pencarian populer

Piala Dunia 2018: Jepang, Asia Berharap Padamu!

Timnas Jepang sebelum menghadapi Ghana. (Foto: Toru Hanai/Reuters)

Asia bukan bangsa sepak bola, meski sosok 'Captain Tsubasa' lahir dari tanah Jepang. Bolehlah menyebut sebagai bangsa sepak bola, asalkan syaratnya hanya bermodalkan kecintaan terhadap si kulit bulat. Soal itu, Asia boleh dibilang lumbung suporter.

Sayangnya, itu saja belum cukup untuk mengikuti Piala Dunia, benar-benar berkompetisi tak hanya hadir sebagai 'tim hore'. Di edisi 2018, negara-negara Asia sudah keok di laga perdana fase grup.

Selain Iran, yang mendapat tiga poin usai mengalahkan Maroko (itu pun lewat gol bunuh diri Aziz Bouhaddouz), wakil Asia lain, yakni Australia, Arab Saudi, dan Korea Selatan, menutup laga dengan kekalahan. Untuk Arab Saudi, mereka bahkan dibantai 0-5 oleh tuan rumah Rusia di laga pembuka.

Nah, asa tersisa kepada Jepang, yang malam nanti akan menantang Kolombia. Publik Asia khususnya suporter Negeri Sakura Jepang pun berharap 'Samurai Biru' bisa mengembalikan martabat Asia.

Akan tetapi, catatan di atas kertas cukup menyulitkan Maya Yoshida dan kawan-kawan. Jepang belum pernah mengalahkan negara dari Amerika Selatan di Piala Dunia. Melawan Kolombia di edisi 2014, Jepang kalah 1-4.

Gaya menyerang ala Akira Nishino pun harus efektif menebas pertahanan lawan untuk membalas kekalahan itu. Nishino yang menggantikan Vahid Halilhodzic pada April lalu itu juga dituntut mempersembahkan kemenangan pertama di babak grup Piala Dunia.

Sebelumnya Jepang menang 4-2 melawan Paraguay di laga uji tanding beberapa waktu lalu, itu pun dibayar dengan cederanya Shinji Okazaki. Jika berkaca dari permainan di laga uji tanding, Jepang memang belum sepenuhnya meyakinkan.

Nishino, yang kebersamaannya bersama Timnas Jepang belum lama, kemungkinan akan kembali bermain dengan formasi 4-2-3-1. Gelandang-gelandang kreatif semisal Keisuke Honda, Takashi Usami, dan Shinji Kagawa masih akan jadi andalan.

Lambang dan jersi Timnas Jepang. (Foto: AFP/Franck Fife)

Sementara itu, menurut bek Jepang, Maya Yoshida, laga perdana Grup H antara Jepang dan Kolombia akan berlangsung sengit. Bek bernomor 22 itu masih dibayang-bayangi kenangan pahit kekalahan 2014.

"Melawan Kolombia, posisi Jepang saat ini sulit sebagai penutup babak grup. Kolombia juga membuat kami sadar sulitnya Piala Dunia," ucap Yoshida seperti dilansir laman resmi FIFA.

"Saya senang bisa bertemu Kolombia kembali. Namun, kini semuanya jauh berbeda ketimbang dulu. Empat tahun lalu kami bertemu di penutup grup, kali ini kami tampil sebagai pembuka grup (H),"

"Biasanya pertandingan perdana akan sangat sulit bagi setiap tim dan Kolombia juga bukan pengecualian. Saya pikir itu akan menjadi pertandingan yang ketat," pungkasnya.

Bisakah publik mempercayakan asanya kepada para Samurai berseragam biru di Mordovia Arena, Selasa (19/6), malam ini?

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Senin,20/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya18:59
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.20