kumparan
9 Mei 2018 21:06 WIB

Piala Dunia 2018: Mencegah Barra Brava dan Ultras Rusia Bersatu

Suporter Boca Juniors. (Foto: Javier Gonzalez Toledo / AFP)
Sebuah pertemuan diadakan antara ultras Rusia dan ultras Argentina (barra brava) pada akhir Januari 2018 silam, dengan rencana agar keduanya dapat bersatu di Piala Dunia 2018 kelak. Pertemuan ini diketahui oleh pemerintah Argentina, dan sebisa mungkin mereka akan mencegah hal ini terjadi.
ADVERTISEMENT
Dilansir AS, seorang delegasi ultras Rusia berkunjung ke Buenos Aires pada 31 Januari 2018. Delegasi ultras Rusia ini, mewakili 10 kelompok ultras yang ada di Rusia, datang ke Argentina dengan sebuah tujuan, yaitu bertemu dengan perwakilan ultras Argentina, yang diwakili oleh Rafael Di Zeo, ketua dari 'La 12' (barra brava-nya Boca Juniors).
Pertemuan ini sendiri bukannya tanpa tujuan. Ultras dari kedua negara ini direncanakan akan menghimpun kekuatan dan bergabung dalam perhelatan Piala Dunia 2018 kelak. Sasaran mereka adalah satu: para hooligan dari Inggris.
Menyoal perseteruan antara Rusia dan Argentina dengan Inggris, ada dua hal yang bisa dijadikan alasan. Pertama, pada ajang Piala Eropa 2016, ultras Rusia dan hooligan Inggris sempat ribut besar di Marseille. Kedua, Inggris dan Argentina memang dikenal memiliki persaingan panjang di kancah sepak bola internasional, sejak kejadian Antonio Rattin di Piala Dunia 1966.
ADVERTISEMENT
Didasari oleh alasan ini, perwakilan dari ultras Rusia berkunjung ke La Bombonera (markas Boca) untuk bertemu Rafael Di Zeo. Menggunakan kartu identitas palsu, perwakilan dari Rusia ini sukses masuk dan bertemu Di Zeo. Hal ini pun diketahui oleh Tribuna Segura, unit keamanan yang dibentuk oleh Departemen Keamanan Argentina.
Hasilnya, pemerintah Argentina langsung bergerak cepat. Diberitakan oleh ESPNFC, pemerintah Argentina sudah mendata 3.000 suporter yang dilarang untuk terbang ke Rusia pada perhelatan Piala Dunia 2018 nanti. Awalnya, nama yang disebut hanya 280 orang. Kemudian meningkat menjadi 400, sampai akhirnya diperoleh data 3.000 orang.
"Daftar 400 suporter Argentina yang kami larang untuk terbang ke Rusia sudah kami kantongi. Tapi, tidak cuma 400 orang saja. Total, kami sudah mengantongi 3.000 nama yang kami larang untuk berkunjung ke Rusia pada Juni nanti," ujar Guillermo Madero, direktur keamanan yang bertanggung jawab atas keamanan pertandingan sepak bola di Argentina.
ADVERTISEMENT
Suporter Rusia. (Foto: Mladen Antonov / AFP)
Selain bekerja sama dengan pemerintah Rusia, pemerintah Argentina juga berencana akan mengirimkan beberapa personel keamanan ke Rusia, untuk memastikan bahwa tidak ada barra brava yang terbang ke Rusia dan masuk ke stadion-stadion di Rusia. Pihak keamanan Argentina tidak ingin kejadian ketika Piala Dunia 2014, kala suporter Argentina ribut dengan suporter Nigeria, kembali terulang.
"Kami percaya bahwa para barra brava tersebut akan pergi ke Rusia, apa pun kondisinya. Tapi, kami tekankan bahwa mereka tidak akan bisa masuk ke stadion di Rusia," ujar Juan Manuel Lugones, agen yang bertugas menangani keributan dalam ajang olahraga di Argentina.
Duel antarsuporter di Piala Dunia 2018 kelak menjadi hal yang harus diperhatikan betul-betul oleh pemerintah Rusia. Kejadian di Piala Eropa 2016, ketika ultras Rusia dan hooligan Inggris ribut di Marseille, jangan sampai terulang. Dengan skala turnamen yang lebih besar, potensi keributan pun akan semakin besar.
ADVERTISEMENT
Maka, langkah yang dilakukan pemerintah Argentina ini sudah tepat. Setidaknya, mereka memiliki niat untuk mencegah agar suporter Argentina tidak ribut di negeri orang. Karena, hal tersebut kelak akan berdampak buruk bagi Argentina sendiri.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan