Pencarian populer
7 Desember 2018 1:46 WIB
0
0
Potensi Mauro Icardi sebagai Momok 'Bianconeri'
Kapten Inter Milan, Mauro Icardi, melepaskan tembakan saat timnya menghadapi Juventus. (Foto: Miguel Medina/AFP)
Jika ada yang paling dikhawatirkan oleh Massimiliano Allegri ketika Juventus melakoni duel Derby d'Italia melawan Inter Milan di Allianz Stadium, Sabtu (8/12/2018) dini hari WIB, maka itu adalah eksistensi seorang Mauro Icardi. Pelatih asal Italia itu pun menegaskan akan menaruh perhatian lebih kepada juru gedor Nerazzurri tersebut.
Bukan tanpa sebab Allegri menyebut Icardi sebagai ancaman besar buat timnya, karena penyerang berpaspor Argentina itu punya rekor apik kala bersua Juventus. Sejak mentas pertama kalinya di Serie A pada musim 2012/13 silam, sudah 8 gol yang berhasil dilesakkan pasangan Wanda Nara itu ke gawang I Bianconeri --bersama Sampdoria dan Inter.


Catatan cemerlang itu makin mengerikan mengingat performa Icardi yang sedang on-fire. Total 8 gol dibuatnya dalam 11 pertandingan di Serie A 2018/19. Sosok berusia 25 tahun itu pun menghuni daftar pencetak gol terbanyak kedua, hanya kalah 2 gol dari Cristiano Ronaldo sebagai topskorer.
"Bagian terkuat dari Inter adalah mereka selalu membuat bola mengalir. Kemudian mereka punya Icardi yang merupakan seorang penyelesai akhir sejati. Selama kelemahan-kelemahan mereka tidak terlihat, kita harus disiplin dalam menahan gempuran mereka," kata Allegri dilansir Fox Sports.
Ketakutan Allegri bukan tanpa sebab, karena Icardi memang terbukti klinis dalam mengakhiri peluang yang ada. Bila dipersentase, konversi tembakan berbuah gol Icaridi menyentuh 27%. Jumlah tersebut masih jauh lebih banyak ketimbang Ronaldo yang cuma mencatatkan conversion rate sebesar 10%.
Jangan lupakan juga bahwa Icardi bisa menjadi kreator peluang yang ulung buat rekan-rekannya dengan rata-rata melepas 1,2 umpan kunci per laga Serie A. Tak heran pula, meski dikenal sebagai predator di dalam kotak penalti lawan, Icardi mampu mencatatkan 2 assist sejauh ini.

Allegri senang Juventus menang. (Foto: Reuters/Massimo Pinca)

Namun, meski secara khusus menyebut Icardi sebagai ancaman utama, Allegri tetap tidak mau meremehkan kolektivitas Inter dan mengakui bahwa Luciano Spalletti mampu membuat performa Inter lebih baik sejak pertama kali datang pada musim 2017/18.
Hal itu sudah terbukti pada musim perdanannya dengan membawa Inter finis di posisi empat klasemen Serie A 2017/18 dan akhirnya kembali ke Liga Champions untuk pertama kalinya sejak terakhir merasakannya pada musm 2011/12.
Di musim keduanya, Spalletti membawa Inter tak hanya jadi tim yang berburu posisi empat besar saja. Sampai giornata ke-14, Inter bercokol di posisi tiga klasemen sementara dengan koleksi 29 poin. Mereka berjarak 11 poin dari Juventus yang ada di peringkat pertama.
"Inter terus melanjutkan perkembangan mereka dengan pelatih yang bagus, dengan pemain yang hebat dan penting macam Icardi, Ivan Perisic, atau Matteo Politano. Selemat buat Spalletti atas apa yang sudah dia lakukan juga di AS Roma dan Zenit Saint Petersburg," pungkas Allegri.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: