• 0

Potongan Nostalgia McMenemy Jelang Bhayangkara FC vs Mitra Kukar

Potongan Nostalgia McMenemy Jelang Bhayangkara FC vs Mitra Kukar


 Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy

Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy (Foto: Alan Kusuma/kumparan)
Tepatnya pada 2011, Simon McMenemy memulai karier kepelatihannya di Indonesia. Mitra Kukar menjadi destinasi pertama pelatih asal Skotlandia tersebut.
Skuat Mitra Kukar kini sudah banyak berubah. Contohnya, tak ada lagi sosok Marcus Bent yang menjadi marquee player pada era kepelatihan McMenemy di sana. Namun, bagi McMenemy yang sekarang menukangi Bhayangkara FC, Mitra Kukar tetaplah lawan istimewa. Itulah yang dirasakannya menjelang laga pekan kesembilan Go-Jek Liga di Stadion PTIK, Kamis (17/5/2018).
"Ini selalu menjadi laga yang cukup spesial bagi saya. Saya mengenal beberapa wajah (pemain) di tim itu dan mereka juga tim yang bagus," ucap McMenemy dalam sesi jumpa pers sebelum laga, Senin (16/5/2018).
"Saya berharap, kami bisa meraih kemenangan. Meskipun, mereka baru mendapatkan hasil bagus melawan Bali United pekan lalu," tuturnya menambahkan.
Potongan nostalgia lain yang diingat eks pelatih Tim Nasional (Timnas) Filipina ini adalah lawatan Bhayangkara ke Stadion Aji Imbut musim lalu. Ketika itu, pada putaran kedua Liga 1, kedua tim bermain imbang 1-1. Cerita lain hadir karena PSSI, melalui PT Liga Indonesia Baru, menjatukan sanksi kepada Mitra Kukar dan memberikan kemenangan 3-0 bagi Bhayangkara.

Mitra Kukar

Pemain-pemain Mitra Kukar merayakan gol. (Foto: PT LIB)

'Hadiah' dari operator kompetisi kepada Bhayangkara FC berdampak besar dalam perebutan gelar juara. Sebab, pasukan McMenemy keluar sebagai kampiun bermodalkan kemenangan head-to-head atas Bali United. Perolehan poin kedua tim sama.
Hasil seri musim lalu, menurut McMenemy, adalah peringatan buat timnya agar terus mewaspadai Mitra Kukar.

 Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy

Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy (Foto: Alan Kusuma/kumparan)

"Kami tidak ingin melihat ke belakang lagi. Ketika menghadapi Sriwijaya FC saja contohnya, kami berhasil meraih kemenangan. Apa yang terjadi? Kami kalah," ucap McMenemy.
"Jadi yang paling penting untuk pertandingan besok adalah kami tetap menganalisis permainan mereka, bagaimana cara mereka bermain. Saya berharap hasil analisis yang disampaikan kepada anak-anak bisa berjalan maksimal," kata McMenemy menutup.
Pertandingan nanti tidak cuma menyoal nostalgia McMenemy, tetapi juga ujian terhadap keangkeran Stadion PTIK sebagai kandang anyar Bhayangkara FC. Pada laga pekan kedelapan, 4 Mei lalu, The Guardian sudah membuktikannya dengan kemenangan 4-2 atas PS Tira.


Sepak BolaSportsBhayangkara FCMitra KukarLiga Indonesia

presentation
500

Baca Lainnya