Pencarian populer

Pratinjau: Liverpool dan Napoli, Siapa Bisa Main Lebih Santai?

Para pemain Liverpool merayakan gol yang dicetak oleh Mohamed Salah pada laga melawan Southampton. (Foto: REUTERS/Phil Noble)
Liverpool akan kembali menghadapi partai berat. Setelah dua kali menghadapi Chelsea di dua ajang berbeda, kali ini, sudah ada Napoli yang menanti mereka.
ADVERTISEMENT
Napoli dan Liverpool akan saling berhadapan dalam laga matchday kedua fase grup Liga Champions 2018/19 di Stadion San Paolo, Kamis (4/10/2018) dini hari WIB. Jika melihat tren kedua tim saat ini, Liverpool berada dalam tren yang lebih baik.
Sebelum laga melawan Chelsea di ajang Piala Liga, Liverpool sukses merengkuh empat kemenangan beruntun. Sempat kalah oleh Chelsea di ajang Piala Liga, mereka mulai bangkit dengan meraih hasil imbang di markas Chelsea, Stadion Stamford Bridge, dalam laga pekan 7 Premier League 2018/19.
Di sisi lain, meski sukses meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir Serie A dan meraih satu hasil imbang saat bertandang ke markas FK Crvena Zvezda, Napoli baru saja dihantam kekalahan oleh Juventus dalam laga pekan 7 Serie A 2018/19. Kekalahan ini pun didapatkan Napoli dengan cara yang tidak elok: unggul lebih dahulu, sebelum akhirnya berbalik tertinggal 3-1.
ADVERTISEMENT
Maka, dalam pertemuan nanti, Liverpool seharusnya berada dalam kondisi mental yang lebih baik. Meski begitu, bukan berarti Liverpool harus memandang Napoli sebelah mata. Kenapa begitu?
Susunan Perkiraan Pemain
Dalam laga nanti, baik itu Liverpool maupun Napoli dapat menurunkan hampir semua pemain kunci mereka. Sedikit pemain Napoli maupun Liverpool yang mengalami cedera jelang laga ini.
Di kubu Napoli, hanya Amin Younes dan Vlad Chiriches saja yang mengalami cedera. Sisanya, pemain-pemain kunci macam Lorenzo Insigne, Dries Mertens, Arkadiusz Milik, Jose Callejon, Piotr Zielinski, Marek Hamsik, Kalidou Koulibaly, maupun Raul Albiol bisa diturunkan oleh Carlo Ancelotti dalam laga ini.
Sedangkan dari kubu Liverpool, mereka sebenarnya bisa menurunkan semua pemain intinya, termasuk trio lini depan Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane. Hanya tiga pemain Liverpool saja yang mengalami cedera dan kondisinya meragukan untuk tampil. Mereka adalah Alex-Oxlade Chamberlain, Adam Lallana, dan Divock Origi.
ADVERTISEMENT
Namun, laga pekan 8 Premier League 2018/19 menghadapi Manchester City menjadi pertimbangan tersendiri Juergen Klopp dalam menyusun skuatnya. Banyak yang memprediksi Liverpool akan tampil dengan pemain intinya, demi mengamankan posisi di Grup C Liga Champions. Ada juga yang berpendapat Liverpool akan melakukan rotasi demi persiapan melawan Manchester City.
Mohamed Salah merayakan golnya ke gawang Manchester City pada ajang International Champions Cup 2018. (Foto: Reuters/Brad Penner)
Siapa Bisa Main Santai dan Tidak Terburu-buru?
Peluang kedua tim untuk langsung bermain menekan tentu ada. Para pemain Napoli dan Liverpool sudah paham bagaimana caranya menekan agresif dan tidak, karena sedang atau pernah berada di bawah komando pelatih yang doyan menekan lawan, bahkan sejak lawan menguasai bola di daerah sendiri.
Namun, justru yang akan membedakan kedua tim dalam laga nanti ini adalah kapan mereka akan menerapkan tekanan agresif tersebut. Mungkin laga akan berjalan menarik jika kedua tim terus menekan secara agresif, karena serangan demi serangan akan terus terjadi. Tapi, model permainan ini akan membuat para pemain didera kelelahan, bahkan sebelum laga masuk menit-menit akhir.
ADVERTISEMENT
Hal ini dialami oleh Napoli pada pekan kemarin. Menghadapi Juventus, para pemain Napoli langsung menekan pertahanan Juventus tanpa henti. Mereka pun sukses mencuri gol lewat Dries Mertens pada menit-menit awal, namun, memasuki babak kedua, mereka mulai keteteran. Hasilnya, Juventus mampu mencetak tiga gol dan membalikkan keadaan.
Jika hal itu terulang lagi di Napoli, maka bisa jadi hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh Liverpool. Apalagi, dalam laga melawan Chelsea kemarin, Liverpool melakukan pendekatan yang cukup unik. Biasa bermain agresif, Liverpool justru tertekan (atau menarik diri dari menekan) Chelsea di awal-awal laga. Hal ini bahkan berlangsung sampai babak kedua.
Striker Juventus, Mario Manadzukic (kanan), berebut bola dengan bek Napoli, Elseid Hysaj. (Foto: AFP/Marco Bertorello)
Memasuki babak kedua, Chelsea mulai keteteran karena stamina mereka yang sedikit menurun. Di sinilah mereka menekan balik Liverpool, dan mulai memasukkan beberapa pemain dengan darah segar di lini serang, salah duanya Daniel Sturridge dan Xherdan Shaqiri. Hasilnya, Liverpool mampu tampil lebih agresif dan mampu mencetak gol penyeimbang via Sturridge.
ADVERTISEMENT
Jadi, inti dari laga ini adalah kapan kedua tim akan menerapkan tekanan agresif. Untuk bisa melakukan hal tersebut, tidak hanya mengandalkan kemampuan para pemain saja. Perlu intuisi yang cakap dari pelatih, sehingga momen yang ada bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Maka, insting dari Klopp dan Ancelotti juga akan turut menentukan siapa yang akan memenangi laga ini.
***
Proses penentuan kemenangan sebuah pertandingan, terkadang, bisa muncul dari sebuah "switch" kecil yang terjadi di dalam sebuah pertandingan. Saat switch atau peralihan itu terjadi, maka angin pertandingan bisa berubah begitu saja.
Salah satu switch dalam laga Liverpool melawan Napoli itu adalah soal tekanan tadi. Keduanya kemungkinan besar akan bermain agresif, tapi, kapan mereka akan mulai tampil agresif, itu adalah hal yang lain. Siapa yang melakukannya dalam momen yang tepat, bisa jadi dialah yang akan jadi pemenangnya.
ADVERTISEMENT
====
*Pertandingan Napoli vs Liverpool akan dihelat di Stadion San Paolo, Kamis (4/10/2018) dini hari WIB. Sepak mula dilakukan pukul 02:00 WIB.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86