Pencarian populer

Pratinjau: Portugal Butuh Kreativitas dari para Penopang Ronaldo

Latihan Timnas Portugal jelang melawan Spanyol. (Foto: Murad Sezer/Reuters)

Portugal akan kembali mendapat ujian berat. Usai melewati Spanyol di laga perdana Piala Dunia 2018 dan berhasil mendapat satu poin, kali ini pada laga kedua di Grup B, Cristiano Ronaldo dkk. bakal menghadapi Maroko.

Laga sendiri akan dihelat di Luzhniki Stadium, Rabu (20/6/2018) pukul 19:00 WIB. Bagi Portugal, ini adalah ujian dalam bentuk yang berbeda. Sebab, laga ini akan menentukan seberapa apik skema Portugal ketika menghadapi tim yang punya kualitas di bawah mereka.

Sebab, di laga melawan Spanyol lalu, Portugal tampil inferior. Mereka cuma mampu mencatatkan 38% dalam hal penguasaan bola dan hanya tiga kali melepas tembakan ke gawang. Dan kemampuan mereka untuk bermain ganas dalam situasi inferior tak perlu diragukan lagi.

Harus Garang Saat Dominan

Menghadapi Maroko, Portugal bisa berada dalam situasi berbeda. Berdasar kualitas, Selecao bisa jadi tim yang lebih superior di laga nanti, dalam hal dominasi permainan maupun penciptaan peluang. Namun buruknya, Portugal kerap kesulitan ketika berada pada situasi itu dalam sebuah turnamen besar.

Piala Eropa 2016 lalu bisa jadi acuan. Kala itu dalam fase grup, ketika berhadapan dengan Islandia, Hungaria, dan Austria yang secara kualitas berada di bawah mereka, Portugal tak pernah menang. Mereka cuma imbang tiga kali dan beruntung bisa lolos ke babak berikutnya sebagai salah satu peringkat tiga terbaik.

Selebrasi gol dari Joao Mario. (Foto: REUTERS/Miguel Vidal)

Dalam satu uji tanding sebelum Piala Dunia 2018 dimulai yakni menghadapi Tunisia, situasi serupa pun terjadi. Kala itu, Portugal menguasai 56% penguasaan bola dan melepaskan 20 tembakan. Namun, mereka gagal menang karena laga berakhir imbang 2-2.

Hal itulah yang harus dipastikan tak terjadi lagi ketika menghadapi Maroko. Jika ingin menang, Portugal harus bisa memanfaatkan dominasi mereka. Memang, Cristiano Ronaldo sedang berapi-api usai mencetak tiga gol di laga kontra Spanyol, tapi untuk mencetak gol lewat situasi open play, sang megabintang juga membutuhkan pemain lain.

Menanti Kreativitas Pemain Serang Portugal

Seperti yang sudah disebutkan di atas, untuk membuat dominasi Portugal efektif, Ronaldo selaku target juga membutuhkan pemain-pemain yang mampu kreatif untuk menghasilkan peluang. Buruknya, itu kurang terlihat pada laga melawan Spanyol, terutama jika merujuk pada sosok Bernardo Silva dan Bruno Fernandes.

Sepanjang laga, kedua pemain sama sekali tak berhasil melepaskan satu pun umpan kunci. Kombinasi keduanya juga cuma menghasilkan satu dribel sukses. Oke, lawan Spanyol memang mereka tak kesulitan mendapat ruang dan bola, tetapi melawan Maroko nanti, keleluasaan seharusnya membuat Silva dan Fernandes lebih baik.

Bernardo Silva di laga vs Spanyol. (Foto: REUTERS/Francois Lenoir)

Silva sendiri punya kapabilitas untuk membuktikan hal itu. Musim lalu bersama Manchester City boleh dijadikan patokan. Sementara untuk Fernandes, jika Fernando Santos tak mau lagi memercayainya, nama Ricardo Quaresma bisa dikedepankan sebagai pengganti.

Sebab, ketika masuk sebagai pemain pengganti di laga versus Spanyol, Quaresma mampu memberikan pengaruh signifikan. Bermain sejak menit 69, dia mampu melepas 2 tembakan dan melakukan 2 dribel sukses. Pemain Besiktas itu bisa dijadikan senjata untuk memecah kebuntuan.

Selain itu, Santos selaku pelatih juga perlu memastikan agar Joao Moutinho dan William Carvalho sebagai dua gelandang tengah kembali bermain cemerlang. Sebab, jika mereka tetap mampu menjadi konektor antarlini dengan baik dan juga mampu menyuplai bola dengan ciamik, Portugal semakin punya banyak opsi untuk mencetak gol.

Untuk Maroko: Perbanyak Bola ke Kotak Penalti Portugal

Portugal boleh saja punya kualitas untuk mendominasi laga, tetapi Maroko juga tak bisa dianggap remeh. Pada laga melawan Iran, mereka memang kalah. Namun, secara statistik, Medhi Benatia dan kawan-kawan cukup meyakinkan. Mereka mampu mencatat 67% penguasaan bola dan melepas 13 percobaan.

Dengan bekal itu, Maroko jelas perlu lebih efektif ketika menghadapi Portugal. Salah satu cara agar bisa serangan mereka bisa tepat adalah dengan sebanyak mungkin mengirimkan bola ke dalam kotak penalti Portugal. Sebab, berdasar laga kontra Iran, peluang yang mereka dapat lebih banyak berada di kotak penalti.

Maroko vs Iran (Foto: REUTERS/Dylan Martinez)

13 tembakan yang mereka lepaskan sepanjang laga itu, 7 di antaranya tercipta di dalam kotak penalti. Dari 7 tembakan itu, dua di antaranya tepat sasaran. Sementara dari 6 percobaan di luar kotak, hanya 1 yang mengarah ke gawang lawan.

Maroko harus menyuplai bola lebih banyak kepada Ayoub El Kaabi atau Aziz Bouhaddouz selaku striker tunggal mereka. Selain itu, Amine Harit, Younes Belhanda, dan Hakim Ziyech selaku gelandang serang juga harus lebih kreatif dan lebih sering melakukan tusukan ke dalam kotak penalti lawan.

Jika bisa melakukannya, bukan tak mungkin Maroko akan mengejutkan sang lawan. Terlebih, dalam laga kontra Spanyol, Portugal juga terlihat memiliki lini belakang yang keropos dan tak terkoordinasi dengan baik. Tiga gol yang bersarang ke gawang Rui Patricio bisa dilihat dan ditinjau kembali.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23