kumparan
19 Sep 2019 20:35 WIB

PSM Tundukkan Tira-Persikabo di Kandang

Pemain PSM Makassar Wiljan Pluim (tengah) menerima umpan bola saat bertanding melawan Lao Toyota dalam babak penyisihan Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Rabu (13/3). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
PSM Makassar sukses meraih hasil positif pada pekan 19 Liga 1 2019. Menjamu PS Tira-Persikabo di Stadion Andi Mattalatta, Kamis (19/9/2019) malam WITA, PSM menang 2-0.
ADVERTISEMENT
Gol-gol PSM di laga ini dicetak oleh Wiljan Pluim ('39) dan Ferdinand Sinaga ('66). Hasil ini membawa PSM naik ke peringkat 8 dengan raihan 27 poin. Tira-Persikabo sendiri tidak beranjak dari urutan 2 dengan raihan 34 poin.
PSM turun dengan skuat inti di laga ini. Lini depan dihuni oleh Ferdinand Sinaga, Wiljan Pluim, serta Muhammad Rahmat. Lini tengah dihuni oleh trio Rizky Pellu, Rizky Eka Pratama, serta Marc Klok. Lini pertahanan dikomandoi Abdul Rahman dan Aaron Evans.
Sementara itu, Tira-Persikabo juga menurunkan skuat intinya di laga ini. Ciro Alves, Loris Arnaud, serta Wawan Febrianto mengisi lini depan. Manahati Lestusen, Guntur Triaji, dan Parfait Louis Essengue mengisi lini tengah, sedangkan lini pertahanan dipimpin Khurshed Beknazarov dan Andy Setyo.
ADVERTISEMENT
Sejak awal laga, PSM Makassar selaku tuan rumah kerap memberikan tekanan ke lini pertahanan Tira-Persikabo. Seperti biasanya, mereka mengandalkan kedua sisi sayap mereka untuk menekan, ditopang oleh distribusi bola apik dari Pluim.
Menghadapi tekanan dari PSM ini, Tira-Persikabo menerapkan pertahanan yang rapat. Namun, lini pertahanan mereka ini tidak serapat biasanya. Pada awal-awal laga, dua pemain sayap PSM leluasa menembus lini pertahanan Tira-Persikabo.
Terlihat Abduh Lestaluhu dan Rifad Marasabessy sedikit kewalahan menghadapi kecepatan sayap PSM. Beberapa peluang pun sempat tercipta bagi 'Juku Eja'. Sayang, tak ada yang berbuah gol bagi PSM.
Memasuki menit 25, tekanan dari PSM sedikit menurun. Daya ledak yang diperlihatkan di sisi sayap tidak terlihat lagi. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Tira-Persikabo untuk menyerang balik. Wawan dan Ciro jadi poros dari serangan balik skuat 'Laskar Pajajaran' ini.
ADVERTISEMENT
Selain Ciro dan Wawan, Arnaud juga lebih aktif bergerak selepas menit 25 ini. Alhasil, beberapa ancaman pun sukses diberikan oleh Tira-Persikabo. Namun, siapa sangka saat mereka menaikkan tekanan, justru banyak celah yang tercipta di lini pertahanan mereka.
Hal inilah yang dimanfaatkan oleh PSM. Pada menit 39, Pluim menginisiasi sebuah serangan dari sisi kiri. Berkombinasi dengan Rahmat, sosok asal Belanda itu akhirnya mampu membobol gawang Tira-Persikabo lewat sepakan kaki kanannya. Skor berubah 1-0 untuk PSM.
PSM berupaya mencari gol tambahan. Di sisi lain, Tira-Persikabo juga berusaha mencari gol penyama kedudukan. Namun, hingga babak pertama rampung, skor 1-0 tidak berubah.
Pada awal babak kedua, belum ada perubahan yang dilakukan oleh kedua tim. Baik itu PSM dan Tira-Persikabo masih mengandalkan kekuatan yang sama seperti halnya babak pertama.
ADVERTISEMENT
Tira-Persikabo masih jadi tim yang lebih aktif menekan di babak kedua ini. Hal itu bisa dimaklumi, mengingat mereka punya urgensi untuk menyamakan kedudukan. Pergerakan Ciro, Arnaud, dan Wawan jadi lebih agresif di lini serang.
Namun, alih-alih menyamakan kedudukan, Tira-Persikabo malah mengalami kebuntuan. Lazimnya, serangan yang mereka lepas mengandalkan organisasi yang baik. Di laga ini, justru serangan mereka tampak lebih individualis.
PSM memilih untuk bermain menunggu pada babak kedua ini. Mereka hanya memanfaatkan serangan balik. Cara ini manjur untuk memberikan sengatan kepada Tira-Persikabo. Malah, pada menit 66, PSM mampu mencetak gol tambahan.
Berawal dari penetrasi Rizky Eka, ia mengirimkan umpan silang ke kotak penalti Tira-Persikabo. Ferdinand yang berdiri bebas tanpa kesulitan membobol gawang Tira-Persikabo lewat sepakan kaki kirinya. Skor berubah 2-0.
ADVERTISEMENT
Unggul dua angka tidak membuat PSM mengendurkan tekanan. Pada menit 77, PSM memasukkan Ezra Walian, menggantikan Rizky Eka. Masuknya Ezra diharapkan dapat menjaga kekuatan lini serang 'Juku Eja'.
Tidak lama setelah masuknya Ezra, Tira-Persikabo juga melakukan perubahan Zoubairou Garba dan Roni Sugeng dimasukkan, menggantikan Andy dan Wawan. Tampak bahwa masuknya dua sosok ini juga untuk menambah tekanan di lini serang 'Laskar Pajajaran'.
Belum selesai sampai situ, pergantian kembali dilakukan kedua tim. PSM memasukkan Taufik Hidayat dan Aji Kurniawan, sementara Tira-Persikabo memasukkan Ryan Kurnia. Hadirnya para pemain baru membuat tensi pertandingan tetap terjaga.
Pada sisa waktu babak kedua, Tira-Persikabo masih berusaha untuk memperkecil ketertinggalan. Segala upaya mereka lakukan, termasuk melalui skema bola mati. PSM sendiri hanya berusaha untuk mempertahankan keunggulan mereka.
ADVERTISEMENT
Hingga babak kedua usai, Tira-Persikabo gagal mencetak gol. Alhasil, skor 2-0 untuk keunggulan PSM bertahan sampai pertandingan rampung.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan