kumparan
4 Des 2018 20:34 WIB

PSS Sleman Juara Liga 2 2018

Pertandingan Liga 2 antara PSS Sleman vs Persiraja (Foto: Dok. Liga Indonesia)
PSS Sleman sukses menjadi kampiun Liga 2 musim 2018. Menghadapi Semen Padang dalam partai final di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Selasa (4/12) malam WIB, 'Elang Jawa' menang dengan skor 2-0 via gol Cristian Gonzales ('18) dan Rifal Lastori ('26).
ADVERTISEMENT
Atas hasil ini sekaligus menggandakan keberhasilan PSS Sleman: Lolos Liga 1 dan menyabet predikat juara di pengujung kompetisi. Selain PSS dan Semen Padang, satu tiket promosi lainnya menjadi milik Kalteng Putra yang menang 2-0 atas Persiita Tangerang di laga perebutan tempat ketiga.
Well, jika ada aktor di balik kemenangan PSS Sleman di laga kali ini adalah sosok Gonzales. Meski sudah menginjak usia 41 tahun, namun pergerakan dan kelincahannya di depan kotak penalti lawan mampu mengubah peluang yang sempit menjadi gol.
Pemain naturalisasi kelahiran Urugay sejatinya mulai menunjukkan maginya pada menit ke-18. Lewat umpan Amarzukih di sisi kiri pertahanan Semen Padang, El Loco --demikian Gonzales disapa-- mampu melepaskan diri dari penjagaan Hengki Ardiles dan Ngurah Wahyu sebelum menyundul bola menaklukkan Rendy Oscario.
ADVERTISEMENT
Semen Padang memang lambat merespons. Selepas gol, umpan-umpan pendek di daerah pertahanan sendiri menjadi pilihan sembari menunggu momentum untuk bisa mencetak gol, sementara barisan lini tengah PSS mengandalkan serangan balik.
Pilihan PSS tak salah. Saat memasuki menit ke-19 Dave Mustaine melakukan percobaan tembajkan jarak jauh. Usaha pemain tengah PSS Sleman ini memamng berhasil digagalkan oleh Rendy tetapi tak sempurna dan di sana sudah ada Lastori menyambut bola muntah.
Unggul dua gol membuat PSS Sleman menurunkan tempo serangan. Semen Padang baru merespons saat laga berjalan 25 menit. Namun 20 menit hingga babak pertama selesai, buruknya penyelesaian akhir Afriansyah, Irsyad Maulana dan Riski Novriansyah menjadi masalah anak-anak asuh pelatih Syafriato Rusli untuk memperkecil ketertinggalan.
ADVERTISEMENT
PSS Sleman vs Madura FC (Foto: Dok. PSS Sleman)
Memasuki paruh kedua, PSS Slaman asuhan Seto Nurdiyantara tetap dengan skema 20 menit paruh pertama, yakni dengan bermain menunggu dan berupaya menambah kedudukan dengan mengandalkan serangan balik. Praktik itu tercermin ketika Lastori dan Rangga Muslim Perkasa tampak sibuk menyisir sisi kiri dan kanan pertahanan Semen Padang.
Semen Padang memang dalam situasi sulit. Menguasai jalannya aliran bola memang bukan jalan untuk membongkar pertahanan PSS Sleman yang cenderung menumpuk delapan pemain di daerah sendiri. Akan tetapi, Irsyad Maulana berhasil mendapat peluang pada menit ke-56 dan ke-79, tetapi usahanya masih melambung.
PSS Sleman dengan mengandalkan Gonzales juga tak banyak berbuat banyak. Pergerakan mantan pemain Arema dan Persik Kediri kepalang tanggung terbaca oleh Ngurah dan Novrianto doi babak kedua. Fisik yang sudah tak lagi prima dari Gonzales membikin PSS hanya mengandalkan serangan balik.
ADVERTISEMENT
Kemudian pada masa injury time, pertandingan sempat terhenti beberapa waktu karena suporter menyalakan cerawat. Laga akhirnya dilanjutkan tanpa ada tambahan gol dari kedua tim. Skor 2-0 untuk kemenangan PSS terpampang saat peluit panjang dibunyikan wasit.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan