kumparan
6 Sep 2019 7:11 WIB

PSSI Sesalkan Kericuhan Suporter di Laga Indonesia vs Malaysia

Suporter timnas Indonesia memberikan dukungan saat laga perdana Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G Zona Asia melawan timnas Malaysia di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Federasi sepak bola Indonesia (PSSI) kecewa. Bukan hanya kecewa karena Timnas Indonesia kalah dari Malaysia dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022, tetapi juga karena kericuhan penonton di laga tersebut.
ADVERTISEMENT
Laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta itu sempat terhenti di menit ke-68. Sebabnya, beberapa suporter Indonesia yang turun dari tribune. Mereka menuju ke arah suporter tim lawan.
Insiden semakin memanas. Sejumlah suporter lain tampak mengikuti turun dari tribune. Dari sektor atas tribune selatan, lemparan ke arah pendukung Malaysia pun semakin menjadi-jadi. Bahkan, kali ini terlihat benda-benda padat lain yang juga dilemparkan.
PSSI kecewa. Melalui Sekretaris Jenderalnya, Ratu Tisha Destria, pihaknya menyangkan kejadian yang dilakukan oknum pendukung Timnas Indonesia. Terlebih, saat ini Indonesia tengah mengikuti proses bidding menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria saat Press Conference launching Shopee Liga 1 tahun 2019. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
"Kami yang mengurusi ini semua pasti lebih nelongso, hampa, dan saya amat menyesalkan hal yang terjadi pada pertandingan (sekelas) Pra Piala Dunia. Saat Indonesia kembali lagi ke ajang ini dan kita tengah bidding untuk Piala Dunia U-20, ini jadi kejadian yang patut dievaluasi, baik dari PSSI dan stakeholder bahkan penonton," ujar Tisha.
ADVERTISEMENT
Namun, Tisha enggan mencari kambing hitam atas kejadian tersebut. Dirinya berharap semua bisa evaluasi diri dan bisa menerima apa pun hasil dari pertandingan sepak bola.
"Tak ada yang perlu disalahkan, mari kembali perbaiki diri. Kita tahu mana yang fairplay, sadar juga baik dan buruk dan saya sadar kekecewaan tak bisa terbayarkan," ucap Tisha.
"Tapi, satu hal, jangan pernah menggunakan alasan football passion untuk melakukan tindakan anarkis. Kalau football passion ya jaga sepak bola itu dan kalau kalah ya terima," lanjutnya.
Selebrasi timnas Malaysia usai mencetak gol ke gawang timnas Indonesia pada laga perdana Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Indonesia pun terancam terkena sanksi dari FIFA terkait insiden tersebut. Denda atau larangan menggelar pertandingan tanpa penonton harus siap diterima oleh Indonesia.
Laga sendiri sebenarnya berjalan menarik. Ada lima gol yang tercipta sepanjang 90 menit jalannya pertandingan. Namun, hasil tak berpihak kepada tuan rumah. 'Skuat Garuda' harus mengakui ketangguhan 'Harimau Malaya' dengan skor 3-2.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan