kumparan
18 Feb 2019 19:08 WIB

Pujian untuk Solskjaer dari Gianfranco Zola

Gianfranco Zola di laga Manchester City melawan Chelsea. Foto: REUTERS/Phil Noble
Jelang pertandingan ronde kelima Piala FA, Selasa (19/2/2019) dini hari, melawan Manchester United, asisten pelatih Chelsea, Gianfranco Zola, memberikan pujian bagi caretaker lawannya, Ole Gunnar Solskjaer. Zola menyatakan bahwa Solskjaer berhasil menciptakan prestasi luar biasa dalam waktu singkat.
ADVERTISEMENT
Diangkat sebagai pengganti Jose Mourinho di bulan Desember 2018 lalu, kinerja Solskjaer bersama United memang terbilang luar biasa. Di bawah arahan Solskjaer, United tidak terkalahkan di semua pertandingan lokal dan berhasil merangsek ke empat besar setelah sempat terpuruk di paruh awal musim. Lebih dari itu, Solskjaer juga dinilai berhasil membawa keceriaan ke ruang ganti United yang sempat kelabu ketika ditangani oleh Mourinho.
Bagi Zola, yang mengambil kursus kepelatihan bersama Solskjaer, prestasi rekannya ini adalah sesuatu yang luar biasa. Pria asal Italia yang juga merupakan pemain legendaris Chelsea ini mengaku senang dan bangga atas pencapaian rekan sejawatnya ini.
“Hal pertama yang saya rasakan melihat prestasinya (Solskjaer) adalah senang,” ujar Zola dikutip dari Standard.
ADVERTISEMENT
“Saya dan Solskjaer mengambil kursus kepelatihan berbarengan, jadi saya bangga melihatnya menorehkan performa yang baik. Ia selalu fokus dan menaruh ketertarikan tinggi terhadap apa yang ia lakukan, dan saya senang ia berhasil memperlihatkan kualitasnya. Apa yang ia lakukan dalam periode sesingkat ini adalah luar biasa.”
Solskjaer sebelum pertandingan melawan Fulham. Foto: Reuters/Andrew Couldridge
Zola menegaskan bahwa keberhasilan Solskjaer didasari oleh kemampuan rekannya itu membawa kembali nilai-nilai di United yang sempat hilang di era kepemimpinan Mourinho. Kendati begitu, ia juga menambahkan bahwa Mourinho bukanlah pelatih yang buruk, namun memang tidak cocok bagi United.
“Saya tahu United mengalami beberapa momen buruk sebelum ini, namun saya tahu nilai-nilai yang mereka anut seperti apa dan nilai-nilai tersebut telah kembali. Kini, anda dapat melihat mereka sebagai tim yang menikmati pekerjaannya.”
ADVERTISEMENT
“Mereka berkomitmen, bekerja dengan baik sebagai sebuah kesatuan. Dengan kualitas dan sikap seperti ini, hanya hasil baik yang akan mereka dapatkan.”
“Aneh memang rasanya mereka mendapatkan hasil buruk sebelumnya karena Mourinho pun adalah manajer yang begitu bagus. Namun, terkadang, sesuatu memang tidak cocok satu sama lain. Yang jelas, nilai yang menjadi landasan mereka sudah terbukti dan tak mengejutkan mereka tampil baik apabila nilai tersebut kembali.”
Solskjaer memang sukses memaksimalkan kemampuan pemain-pemain terbaiknya dengan menaruh mereka pada peran dan posisi yang tepat. Sebagai contoh, Paul Pogba kini tidak perlu repot-repot untuk ikut bertahan lagi. Tugasnya kini tinggal fokus membantu serangan dan mengkreasikan peluang. Pogba merasa nyaman melakukan tugas itu karena ia dijaga oleh duet Ander Herrera dan Nemanja Matic yang lebih fokus membantu pertahanan.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, bukan berarti Solskjaer tanpa cela. Kekalahan dari Paris Saint-Germain pekan lalu menunjukkan bahwa taktik Solskjaer hanya bekerja maksimal ketika beberapa pemain dimainkan. Plan B menyoal bagaimana United tetap harus mendapatkan hasil maksimal ketika pemain-pemain itu tidak tampil masih belum terlihat.
Selain memuji lawannya, Zola juga berbicara seputar laga berat melawan United di Piala FA. Pria berusia 52 tahun ini menganggap pertandingan melawan United sebagai awal dari pertandingan-pertandingan sulit yang akan Chelsea jalani.
Selebrasi pemain Chelsea pada pertandingan melawan Watford. Foto: Reuters/Hannah McKay
Pascalaga melawan The Red Devils, Chelsea memang akan menjalani laga leg kedua 32 besar Liga Europa melawan Malmoe, sebelum menghadapi Manchester City di final Piala Liga dan Tottenham Hotspur di Premier League. Meskipun begitu, Zola meminta anak asuhnya untuk fokus terhadap laga melawan United terlebih dahulu sebelum memikirkan pertandingan lain.
ADVERTISEMENT
“Kami akan menjalani beberapa pertandingan penting. Melawan United, lalu final Piala Liga, dan melawan Tottenham di Premier League. Ini begitu sulit, dan saya rasa kunci untuk menjalani fase seperti ini adalah fokus terhadap apa yang ada di depan mata. Pertandingan pertama adalah melawan United, dan saya harap kami fokus melawan mereka terlebih dahulu sebelum memikirkan tentang City atau Tottenham,” tambah Zola.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan