kumparan
21 Mar 2019 23:51 WIB

Respons PSSI Terkait Status Ezra Walian

Pesepak bola Timnas U-23 Indonesia Ezra Walian (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Bali United Leonard Tupamahu (kiri) saat pertandingan uji coba di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (17/3). Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Timnas U-23 Indonesia dihadapkan dalam situasi sulit jelang laga perdana babak Kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Sebelum bersua Thailand di My Dinh National Stadium, Vietnam, Jumat (20/3/2019), striker 'Garuda Muda', Ezra Walian, tak masuk dalam daftar final susunan pemain.
ADVERTISEMENT
Ezra tersandung masalah administrasi pada saat Match Coordination Meeting (MCM) sebelum pertandingan. Status Ezra yang merupakan naturalisasi Belanda-Indonesia jadi catatan oleh Asosiasi Sepak Bola Asia (AFC).
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), melalui Direktur Media mereka, Gatot Widakdo, menyatakan bahwa federasi sepak bola Tanah Air sudah berkirim surat dengan Asosiasi Sepak Bola Dunia (FIFA) terkait catatan yang diberikan oleh AFC. Menurut Gatot, semestinya tidak ada masalah; ini perkara ricek status Ezra saja.
''Kami sudah bersurat ke FIFA sesuai notes dari AFC. 'Ini tolong dipastikan dulu statusnya Ezra'. Ezra 'kan sudah jadi WNI. Kami sudah bersurat dan menjelaskan, tinggal tunggu saja balasan dari FIFA. Suratnya sudah kami kirim kemarin (Rabu, 20 Maret) sore,'' ujar Gatot.
ADVERTISEMENT
''Ezra bukan dipermasalahkan. Ezra 'kan baru bermain under AFC baru sekarang 'kan. Karena under AFC, ada note dari KNVB (Asosiasi Sepak Bola Belanda, red) bahwa pemain ini pernah main di U-17 UEFA. Karena ada KNVB kasih note itu, ya, sudah akhirnya AFC note ke kami."
'' '(AFC meminta) Coba dijelaskan dulu posisi Ezra warga negara mana'. 'Kan kalau bukan pemain senior masih boleh. Kalau sudah senior di negara lain, tidak bisa bermain untuk kami. Sekarang kami menunggu dari FIFA saja,'' ujarnya menjelaskan.
Mundur sedikit ke belakang, Ezra tercatat pernah memperkuat Timnas U-17 Belanda saat menghadapi Georgia dan San Marino pada ajang Piala Eropa pada Oktober 2013. Ketika Belanda U-17 menang dengan skor 12-0 atas San Marino, Ezra mencetak lima gol. Sedangkan, ketika menghadapi Georgia, ia tak mencetak gol setelah hanya bermain selama 54 menit.
ADVERTISEMENT
Bersama Timnas Indonesia, Ezra sudah memulai debutnya ketika Timnas U-23 menghadapi Myanmar pada 21 Maret 2017. Pemain 21 tahun ini juga menjadi bagian dari skuat Timnas U-23 asuhan Luis Milla di ajang SEA Games 2017.
Ezra Walian. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
''Kalau itu 'kan uji tanding (internasional dengan) Myanmar, bukan di under AFC. Kalau sekarang kan (Kualifikasi Piala Asia) kan di under AFC,'' kata Gatot lagi.
Meski demikian FIFA sudah menelurkan keputusan terkait status keikutsertaan Ezra. Lewat surat yang diterima kumparanBOLA, mereka menyebut bahwa Ezra tidak diperkenankan bermain untuk Timnas Indonesia.
"Berdasarkan 'Regulations Governing the Application of the FIFA Statutes', pemain yang memiliki kewarganegaraan baru hanya boleh satu kali meminta pindah kepada Asosiasi yang bisa memberikannya hak bermain, antara lain, bahwa 'pada penampilan penuh atau sebagai pemain pengganti pertamanya di laga interasional resmi untuk asosiasinya, maka dia telah memiliki kewarganegaraan dari tim yang diwakilinya tersebut."
ADVERTISEMENT
"Konsekuensinya, dan berdasarkan data dari dokumen yang dikirimkan, Ezra Walian tidak berhak untuk meminta berpindah Asosiasi merujuk kepada fakta bahwa dia pindah kewarganegaraan Indonesia setelah bermain dalam laga internasional di kompetisi resmi pertamanya sebagai salah satu perwakilan dari tim Belanda," tulis surat tersebut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan