kumparan
10 Des 2018 1:40 WIB

Rohit Chand, si Pemain Terbaik Liga 1 yang Enggan Jemawa

Gelandang andalan Persija, Rohit Chand. (Foto: ANTARA/Makna Zaezar)
Cerita Persija Jakarta kala mentas di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Minggu (9/12/2018) tak hanya tentang trofi juara Liga 1 2018 yang berhasil mereka angkat. Selain naik podium, salah satu pemain mereka, Rohit Chand, terpilih sebagai Pemain Terbaik Liga 1 2018.
ADVERTISEMENT
Keberhasilan penggawa asal Nepal itu juga mengalahkan dua pesaingnya dalam menyabet penghargaan. Rohit sukses mengalahkan Willem Jan Pluim (PSM Makassar) dan David da Silva (Persebaya Surabaya). Well, jika dibandingkan dua kompetitor lain, Rohit memang tak terlalu menonjol. Dia bukan pencetak gol macam Marko Simic atau winger yang bisa tampil menghibur seperti Riko Simanjuntak.
"Saya adalah pemain di tim Persija dan saya bukan pemain individu. Ya, mungkin itu yang bisa saya gambarkan tentang penghargaan ini karena saya pribadi juga tidak menyangka bakal mendapatkannya," ujar Rohit ketika ditemui di mixed zone SUGBK selepas laga.
''Anda semua juga bisa melihat bagaimana statistik saya musim ini. Tak banyak gol yang saya ciptakan dan jika berbicara assist juga demikian, tak banyak. Tetapi, ketika saya dapat trofi ini, ya, saya senang,'' lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Pemain Persija Jakarta berselebrasi usai keluar sebagai juara Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (9/12/2018). (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Berbicara statistik, penggawa kelahiran Surkhet berusia 26 tahun ini memang terbilang minim dalam urusan mencetak gol dan assist. Dalam 31 kali merumput di Liga 1, Rohit masing-masing mengemas tiga gol dan tiga assist.
Kendati begitu, kontribusi Rohit memang krusial. Satu golnya ke gawang Persib Bandung pada 23 September lalu boleh jadi paling diingat oleh para pendukung Persija, yakni Jakmania saat away day ke Bandung. Pada akhirnya, apresiasi tetap pantas diberikan kepada Rohit. Toh, ia acap menjadi salah satu pilihan utama Teco dalam mengantarkan Persija merengkuh mimpi yang sudah diperam selama 17 tahun.
''Ya, sekarang saya senang. Kami memenangi kompetisi dan ketika mendapatkan gelar pemain terbaik, ya, ini saya anggap bonus. Saya tidak mau menikmatinya sendiri. Ini untuk mereka, para pemain di Indonesia,'' ucapnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan