kumparan
14 Jun 2018 14:05 WIB

Rubiales: Tak Ada Pemain yang Memberontak karena Pemecatan Lopetegui

Fernando Hierro, pelatih anyar Timnas Spanyol. (Foto: Reuters)
Drama Piala Dunia 2018 mewujud dalam pemutusan kerja sama secara mengejutkan antara Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dan Julen Lopetegui. Posisi pelatih Timnas Spanyol pun beralih tangan kepada sang direktur olahraga, Fernando Hierro.
ADVERTISEMENT
Presiden RFEF, Luis Rubiales, sendiri yang memimpin jalannya konferensi pers perihal pemecatan Lopetegui. Dalam wawancara lanjutannya, Rubiales menegaskan bahwa fokus TImnas Spanyol saat ini tetap memenangi Piala Dunia.
Secara tersirat, Rubiales juga menjelaskan bahwa sebagai federasi, RFEF punya aturan main sendiri. Dan siapa pun yang ada di bawah naungannya, tidak berhak untuk memainkan aturannya sendiri, termasuk Lopetegui yang kala itu masih menjabat sebagai pelatih Timnas.
"Kami tidak mengizinkan siapa pun yang berstatus sebagai karyawan atau pekerja di bawah naungan federasi untuk mendiktekan aturannya sendiri. Kami harus membiarkan Lopetegui pergi dengan pesan, rumah (tim -red) ini akan dipertahankan dan tidak ada satu orang pun yang bisa dengan seenaknya menjalankan aturannya sendiri di sini."
ADVERTISEMENT
"Saya sangat sedih karena saya mempercayai Lopetegui, tapi saya pun percaya keputusan ini adalah yang terbaik. Saya yakin, ada hal yang lebih penting daripada sisi (teknis) olahraga, yaitu nilai-nilai dan bagaimana suatu hal seharusnya dilakukan," jelas Rubiales, dilansir Marca.
Sebagai pemangku jabatan tertinggi di RFEF, Rubiales memang pantas bersedih dengan kepergian Lopetegui. Sebagai pelakon sepak bola yang punya tanggung jawab terhadap publik Spanyol, ia pun wajar untuk percaya kepada Lopetegui.
Pasalnya, kinerja Lopetegui di Timnas tak bisa dipandang sebelah mata. Dalam 20 pertandingannya bersama Timnas, Lopetegui mempersembahkan 14 kemenangan dan enam hasil imbang. Artinya, Spanyol tak dinodai kekalahan.
"Saya sungguh mengangumi Lopetegui. Ia adalah seorang profesional yang cemerlang. Namun, sikapnyalah yang membikin saya tidak punya pilihan selain memecatnya. Penjelasan Lopetegui tidak berhasil meyakinkan saya. Saya mendengarkan setiap orang di tim ini, semuanya tanpa terkecuali. Namun, keputusan tetap ada di tangan saya," tegas Rubiales.
ADVERTISEMENT
Pergantian pelatih yang begitu mendadak di waktu kritis sedikit-banyak melahirkan ketakutan baru: pemberontakan. Ketakutan ini bisa diwajarkan karena pemain terlanjur percaya dengan sang pelatih. Lagipula, dengan segala awal yang menjanjikan tersebut, pemain mana pula yang tak menaruh kepercayaan pada Lopetegui?
Hierro, pada dasarnya, memang bukan orang baru di ranah sepak bola Spanyol. Sebagai pemain di level klub dan internasional, namanya dihormati sebagai legenda. Setelah gantung sepatu, ia pun tetap mengggiati sepak bola.
Presiden RFEF, Luis Rubiales. (Foto: Javier Soriano/AFP)
Yang perlu digarisbawahi, pengalaman Hierro setelah pensiun sebagai pemain didominasi oleh peran di belakang layar. Benar, ia bekerja sebagai direktur olahraga yang juga mengurusi teknis kepelatihan.
Namun, tugas direktur olahraga adalah menjembatani kepelatihan dengan manajemen. Ia menjadi orang yang memastikan kebutuhan kepelatihan bisa seirama dengan keadaan manajemen. Asumsinya, ia tak begitu terlibat secara langsung dalam teknis kepelatihan dan punya hubungan dekat dengan para pemain.
ADVERTISEMENT
"Tidak ada pemberontakan. Semua pemain dapat menerima keputusan ini. Mereka baik-baik saja. Ia (Lopetegui) juga sempat berbicara kepada tim dan meminta mereka untuk mendukung Hierro. Para pemain menerima Hierro dengan terbuka."
"Mereka juga sudah berkata kepada saya bahwa mereka akan bekerja sama dengannya (Hierro) sampai mati. Keberadaan Sergio Ramos juga membantu. Ia adalah kapten di dalam dan luar lapangan," tutur Rubiales.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan