Pencarian populer
7 Desember 2018 5:58 WIB
0
0
Saat Pele Mendaifkan Magi Lionel Messi
Saat Lionel Messi kirim ciuman untuk suporter Barcelona di Camp Nou. (Foto: REUTERS/Albert Gea)
Tahun ini jadi tahun yang menyesakkan buat Lionel Messi. Ballon d'Or lagi-lagi gagal disabetnya. Artinya, dua kali La Pulga melewatkan kesempatan untuk mengangkat trofi paling prestisius bagi pesepak bola di muka bumi itu.
Parahnya lagi, Messi cuma finis di peringkat lima dalam klasemen akhir Ballon d'Or 2018, di bawah Kylian Mbappe, Antoine Griezmann, Cristiano Ronaldo, serta Luka Modric. Menjadi lebih akut karena merupakan kegagalan pertamanya menempati peringkat tiga besar dalam 11 tahun ke belakang.
Hasil yang kemudian memicu perdebatan. Pasalnya, kredibilitas Messi masih layak untuk diakui. Dia sukses membawa Barcelona merengkuh trofi La Liga 2017/2018 plus menyabet titel topskorer dan pendulang assist terbanyak pula.
Itulah mengapa Ernesto Valverde sang arsitek Blaugrana pun meminta para voter Ballon d'Or untuk menunjukkan bukti mengapa Messi cuma nangkring di urutan kelima.

Iniesta, Messi, Xavi dan trofi Ballon d'Or 2010. (Foto: AFP/Lluis Gene)

Pele, legenda hidup sepak bola asal Brasil turut angkat suara mengenai kontroversi kegagalan Messi. Pemain yang sukses mengantar Brasil tiga kali mengangkat trofi Piala Dunia itu justru menganggaap Messi bukanlah sosok yang spesial-spesial amat. Sebab pada dasarnya, peraih lima trofi Ballon d'Or tersebut memiliki kemampuan yang minim sebagai pesepak bola, demikian Pele berargumen.
"Bagaimana Anda bisa membuat perbandingan antara seorang pemain yang piawai dalam menggunakan kepalanya untuk menyundul bola, menembak dengan kaki kiri dan kanan sama baiknya, dengan seorang pemain hanya mampu menendang dengan satu kaki serta satu keterampilan dan tak bisa menyundul bola dengan benar?," ungkap Pele kepada Folha de Sao Paulo.
Pele juga menyebut bahwa Messi tak layak dibandingkan dengan dirinya. Sama halnya membandingkan Messi dengan Diego Maradona. Meski digadang-digadang merupakan titisan sempurna dari pemain berjuluk El Pibe de Oro itu, Pele menganggap level Messi masih berada di bawah pendahulunya itu. Alasannya, ya, itu tadi, karena Messi cuma bisa memakai kaki kirinya untuk melepaskan tembakan.
"Sejauh yang saya ketahui, Maradona adalah salah satu pemain terbaik yang pernah ada. Jika Anda bertanya kepada saya, 'Apakah dia lebih baik daripada Messi?' Ya, dia jauh lebih baik."

Edson Arantes do Nascimento "Pele", tahun 1962. (Foto: Wikimedia Commons)


Well, Pele boleh saja mengemukakan anggapannya. Kendati begitu, pada kenyataannya Messi bukanlah pemain yang cuma mengandalkan kaki kirinya saja--sebagai kaki terkuatnya. Untuk membuktikannya, mari mundur sedikit ke belakang, saat nama Messi pertama kali mencuat bersama Barcelona.
Faktanya Messi sudah mencakup segala aspek yang dipertanyakan Pelle--gol dari kaki kiri, kaki kanan, dan sundulan kepala--dalam delapan gol pertama yang dipersembahkannya untuk El Barca.


Untuk membuktikan lebih jauh lagi, tengok saja gol legendaris Messi ke gawang Manchester United di final Liga Champions 2009 silam. Bola lambung kiriman Xavi Hernandez berhasil dikonversi menjadi gol lewat sundulan kepalanya. Dia sukses memecundangi Rio Ferdinand dan Edwin van der Sar yang berpostur 20cm lebih tinggi darinya. Barcelona pun keluar sebagai pemenang dan sukses menyabet 'Si Kuping Besar' ketiganya.
Sementara bukti bahwa kaki kanannya juga ampuh, tertuang saat Messi mengoyak jala Bayern Muenchen yang dijaga Manuel Neuer pada Liga Champions empat musim silam. Setelah mengelabui Jerome Boateng, Messi melepaskan tendangan chip yang melewati peraih empat gelar kiper terbaik dunia tersebut.
Untuk bukti teraktual, golnya ke gawang Nigeria saat membela Argentina di pentas Piala Dunia 2018 lalu bisa dijadikan rujukan. Usai menerima umpan lambung, Messi sukses melepaskan tendangan dari sudut sempit. Bola hasil tembakannya meluncur melewati hadangan kaki Kenneth Omeruo dan jangkauan kiper Francis Uzoho.


See? Mungkin anggapan Pele tak salah jika Messi masih tak lebih baik ketimbang dirinya dan Maradona. Namun, perkara kemampuan Messi yang minim keterampilan dan cuma mengandalkan satu kakinya, mungkin itu tak sepenuhnya benar.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: