Pencarian populer

Salah dan Firmino, Sumbu Api Liverpool yang Tengah Berkobar

Bintang Liverpool, Firmino dan Salah. (Foto: Reuters/Matthew Childs)

Bagaimana lini serang Liverpool berjalan tanpa hadirnya Philippe Coutinho sepertinya sudah terjawab dengan tuntas: semua baik-baik saja. Dalam lima laga terakhir, Liverpool tak pernah tak mencetak gol, ‘Si Merah’ berhasil mencetak 14 gol.

Nah, lima gol terakhir yang Liverpool ciptakan terjadi dalam laga babak 16 besar Liga Champions saat Liverpool bersua FC Porto pada Kamis (15/2/2018) dini hari WIB. Di laga itu, Sadio Mane berhasil menjadi tajuk utama kemenangan Liverpool setelah berhasil mencetak tiga gol.

Namun, Roberto Firmino dan Mohamed Salah juga berhasil mencetak satu gol. Mereka boleh disebut sebagai sumbu utama dari berapi-apinya penampilan Liverpool. Nah, gol dari Firmino dan Salah itu punya ceritanya masing-masing.

Untuk Firmino, ia hanya butuh mencetak satu gol lagi saja untuk menyamai rekor golnya di musim 2013/2014. Sementara untuk Salah, gol itu membuatnya menjadi pemain yang mencapai 30 gol tercepat kedua sepanjang sejarah Liverpool.

Rincinya, Salah butuh 36 laga untuk mencapai 30 gol di musim ini. Siapa yang pertama? Ialah George Allan. Allan butuh 27 laga untuk mencapainya. Tapi, Allan mencapainya pada tahun 1896, sudah lama sekali.

Adapun, performa keduanya yang luar biasa musim ini tidak bisa dilepaskan dari sistem yang dimainkan oleh Liverpool sendiri.

Klopp, dalam sebuah wawancara dengan ESPN, mengklaim bahwa sistem Liverpool yang bermain dengan tekanan tinggi dan umpan-umpan pendek yang begitu cepat berhasil membuat Firmino dan Salah seperti tak punya batas di Liverpool.

Roberto Firmino dan Mohamed Salah. (Foto: Reuters/Andrew Couldridge)

“Di liga yang kuat, kamu tidak bisa menjadi berada di peringkat ketiga (di Premier League) tanpa pemain yang fantastis dan ya, mereka adalah dua dari pemain fantastis,” imbuh Klopp.

Beruntungnya, apa yang diungkapkan Klopp tidaklah bertepuk sebelah tangan. Salah, dalam wawancara bersama FourFourTwo, sudah tahu sedari awal bahwa sistem Liverpool sangat cocok dengannya.

“Aku tidak ingin terdengar arogan, tapi, ya, aku sudah menduga (Salah akan mencetak banyak gol),” ungkapnya.

Sementara bagi Firmino, sistem ini bisa membuatnya bisa menolong rekan-rekannya dalam mencipta gol.

“Yang aku pikirkan adalah bagaimana caranya membantunya (Salah) mencetak gol dan membantu rekan-rekanku. Aku juga ingin membantu diriku sendiri,” pungkas Firmino, dilansir Telegraph.

Ya, setelah semua yang terjadi musim ini, Klopp tentu berharap bahwa keduanya dapat terus bermain baik. Dan sepertinya, memang itulah yang akan terjadi.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: