Pencarian populer

'Salam Fasis' dan Nyanyian Rasial Nodai Kemenangan Lazio atas Milan

Suporter Lazio Foto: REUTERS/Ciro De Luca

Coppa Italia 2018/19 menjadi kompetisi yang menyenangkan sekaligus menyebalkan bagi Lazio, setidaknya hingga pertandingan semifinal selesai. Disebut menyenangkan karena Lazio mencapai partai pemungkas usai menang agregat 1-0 atas AC Milan. Disebut menyebalkan karena segelintir suporter berulah.

Per laporan Football Italia, terlihat sekitar sejumlah suporter Lazio membentangkan spanduk yang bila diterjemahkan ke Bahasa Indonesia akan menjadi "Penghormatan untuk Benito Mussolini' dan memperagakan fascist salute (salam fasis) di dekat Piazzale Loreto, Milan.

Area ini dikenal sebagai tempat mengeksekusi Mussolini dan pasangannya, Claretta Petacci, pada 28 April 1945. Pihak kepolisian setempat telah mengidentifikasi 22 orang yang dinilai bertanggung jawab atas tindakan tersebut. Sembilan belas di antaranya merupakan suporter Lazio dan tiga sisanya merupakan pendukung Inter Milan.

Situasi tambah tak mengenakkan karena aksi ini dilakukan sehari jelang perayaan Liberation Day di Italia yang jatuh setiap 25 April. Sebagai catatan, ini merupakan hari peringatan berakhirnya kekuasaan Nazi di Italia.

Deputi Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini, berkomentar lewat akun Twitter pribadinya soal aksi ini. Salvini pun mengucapkan terima kasih kepada pihak keamanan yang merespons cepat tindakan tersebut.

'Tidak ada toleransi untuk segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal. Saya berterima kasih kepada kepolisian yang memantau situasi secara cermat. Sepak bola harus menjadi kesempatan bagi perayaan dan pertemuan, bukan perkelahian dan bentrokan," tulis Salvini.

Mendekati sepak mula, orang-orang yang juga diduga sebagai suporter Lazio kedapatan menyerukan nyanyian rasial sebagai olok-olok kepada Tiemoue Bakayoko. Masih berdasarkan laporan Football Italia, nyanyian ini tetap terdengar sampai para pemain sedang melakukan pemanasan. Suporter Milan yang ada di dalam stadion merespons nyanyian itu dengan nyanyian dukungan untuk Bakayoko.

Seusai laga yang tuntas dengan kemenangan 1-0 untuk mereka, Lazio pun angkat suara lewat pernyataannya kepada media-media Italia. Mengutip Football Italia, Lazio menyatakan bahwa mereka apa yang dilakukan oleh segelintir orang itu bertentangan dengan nilai yang mereka anut.

"SS Lazio secara jelas menjauhkan diri dari perilaku yang sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai olahraga yang dipertahankan dan dipromosikan oleh klub selama 119 tahun," demikian Lazio menegaskan sikap mereka.

"Dengan ini kami juga menentang sikap beberapa media yang cenderung menuding bahwa seluruh basis suporter Lazio bertanggung jawab atas tindakan yang tak ada hubungannya dengan sepak bola yang dilakukan segelintir orang. Klub selalu berjuang untuk menghormati hukum dan berperilaku yang benar," bunyi pernyataan tersebut.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Rabu,22/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.22