kumparan
3 Sep 2018 3:37 WIB

Sampdoria Gilas Napoli Tiga Gol Tanpa Balas

Pemain Sampdoria rayakan gol kedua Defel di laga vs Napoli. (Foto: REUTERS/Jennifer Lorenzini)
Sampdoria membuktikan bahwa segalanya bisa terjadi di atas lapangan bola, termasuk kemenangan atas tim tangguh. Bertanding di Stadion Luigi Ferraris pada Senin (3/9/2018), kemenangan 3-0 atas Napoli menjadi akhir yang sempurna untuk menutup pekan keempat Serie A 2018/19. Dwigol Gregoire Defrel pada menit 11 dan 33, serta satu gol Fabio Quagliarella pada menit 75 mengantarkan mereka kepada raihan tiga poin.
ADVERTISEMENT
Marco Giampaolo memasuki laga dengan skema dasar 4-3-1-2. Gregoire Defrel dan Fabio Quagliarella menjadi dua ujung tombak yang dilayani oleh pengalir bola utama, Riccardo Saponara. Sementara, Napoli yang diasuh oleh Carlo Ancelotti bertanding dengan formasi dasar 4-3-3.
Kualitas lini serang Sampdoria diperhadapkan dengan kuartet pertahanan Mario Rui-Kalidou Koulibaly-Raul Albiol-Elseid Hysaj. Barisan lini pertahanan yang diisi oleh Lorenzo Insigne-Arek Milik-Simone Verdi bakal beradu kuat dengan empat pemain bertahan tim tuan rumah.
Napoli langsung menyentak Sampdoria saat laga baru berjalan satu menit. Akan tetapi, sepakan kaki kanan Insigne yang diawali dengan umpan terobosan Allan masih melenceng ke kanan gawang. Begitu pula dengan tembakan Piotr Zielinski yang masih bisa diblok oleh pemain bertahan Sampdoria. Walau tampil sebagai tim yang mengambil serangan inisiatif pertama, bukan berarti Sampdoria tidak dapat menunjukkan kualitas serangannya.
ADVERTISEMENT
Pada menit 11, giliran Napoli yang harus gigit jari. Bukan hanya akibat serangan Sampdoria yang menyulitkan pertahanan Napoli, tapi karena serangan ini berbuah gol pertama bagi lawan. Sibuk menyerang di 10 menit pertama membuat pemain-pemain Napoli melupakan seperti apa caranya bertahan.
Kecenderungannya, mereka membiarkan area pertahanan kosong dan menyebar pemain di lapangan tengah dan area pertahanan lawan. Sialnya, Sampdoria tak kehilangan momentum untuk memanfaatkan lubang ini. Membangun serangan dari area sayap kiri timnya, kecepatan Saponara tidak dapat dijangkau oleh kejaran pemain Napoli.
Satu umpan cantiknya berhasil diterima oleh Defrel yang berlari beriringan dengannya di sisi kanan. Walaupun dua pemain Napoli berusaha menutup pergerakannya, Defrel tak kehilangan nyali untuk melesakkan tembakan dari luar kotak penalti yang menyasar sudut kanan atas gawang lawannya. Tak bisa diantisipasi oleh David Ospina, sepakan tadi berujung pada keunggulan pertama untuk Sampdoria.
ADVERTISEMENT
Setelah gol pertama tadi, Napoli tetap menjadi tim yang paling sibuk menyerang, walaupun area pertahanannya tidak sekosong 10 menit awal. Sayangnya, kesalahan penempatan posisi menjadi masalah bagi Napoli. Jarak yang terlampau lebar antara pemain bertahan dan keterlambatan eksekusi merebut bola, memberikan ruangan yang cukup bagi pemain-pemain Sampdoria untuk membangun serangan.
Dalam proses gol kedua Sampdoria, area kiri pertahanan Napoli begitu kosong, padahal mereka menumpuk pemain di area pertahanan tengah. Menerima umpan dari area itu, Quagliarella yang ada di tengah area pertahanan lawan dikepung oleh empat pemain sekaligus.
Sayangnya, keempat pemain itu hanya mengepung, bukannya merebut bola. Dengan satu gerakan memutar badan, Quagliarella melepaskan satu umpan jarak dekat kepada Defrel yang ada di sebelah kanan. Umpan tadi pun kembali berbuah gol yang menjadi penanda bahwa di menit 33, Sampdoria sudah unggul 2-0 atas Napoli. Padahal, dari segi agresivitas, Napoli lebih unggul. Di sepanjang babak pertama, mereka melepaskan 7 tembakan, berbanding dengan 5 tembakan milik Sampdoria.
ADVERTISEMENT
Fabio Quagliarella rayakan gol di Luigi Ferraris. (Foto: REUTERS/Jennifer Lorenzini)
Lima menit setelah turun minum, Napoli kembali memupuk asa untuk mencetak gol yang memperkecil ketertinggalan. Sundulan Milik yang memanfaatkan umpan Zielinski masih berhasil dimentahkan oleh kiper Emil Audero.
Berkebalikan dari Napoli, Sampdoria tak ragu untuk menumpuk pemainnya di area bertahan lawan. Begitu pula saat pemain Napoli menguasai bola, Giampaolo menginstruksikan anak-anak asuhnya untuk melakukan marking ketat. Akibatnya, ruang gerak Napoli untuk membangun serangan juga terbatas.
Dibandingkan dengan skuat asuhan Anceloti pun, pemain-pemain Sampdoria juga lebih berani untuk memutus serangan. Dalam 67 menit jalannya laga, total Sampdoria melakukan 23 sapuan dan 23 percobaan tekel, dengan 14 di antaranya tercatat sebagai tekel sukses. Bandingkan dengan 10 percobaan tekel dan 16 sapuan Napoli.
ADVERTISEMENT
Hari muram bagi Napoli belum berakhir. Di menit 75, giliran Quagliarella yang mencetak gol dari bagian tengah kotak penalti yang menyasar sudut kiri bawah. Keberhasilannya mencetak gol ketiga bagi Sampdoria ini bermula dari assist Bartosz Bereszynski yang memanfaatkan situasi bola mati.
Tertinggal 0-3 dan waktu normal pertandingan yang tinggal 15 menit tidak memudarkan nyali Napoli untuk tetap mengupayakan serangan. Tapi, tekanan Sampdoria juga tak kalah hebat. Di waktu-waktu ini, setiap kali ada satu pemain Napoli yang menguasai bola, tiga hingga empat pemain Sampdoria akan mengepung.
Alhasil, skenario bagi Napoli hanya ada dua: bola direbut lawan atau mengumpan ke teman terdekat. Untuk yang skenario kedua, Giampaolo juga sudah punya penawarnya. Ia memerintahkan satu atau dua pemain untuk melakukan penjagaan kepada pemain lawan terdekat yang sedang tidak menguasai bola.
ADVERTISEMENT
Hingga laga menyentuh babak perpanjangan waktu, Napoli tetap giat mengupayakan serangan. Namun, Sampdoria juga tak kalah giat membangun tembok pertahanan yang menumpulkan serangan lawannya. Alhasil, hingga wasit meniup peluit panjang, skor bertahan 3-0 bagi keunggulan Sampdoria.
"It will be some headlines tomorrow. What a perfect night." Perkataan komentator di akhir laga itu menegaskan bahwa di Luigi Ferraris, Sampdoria menutup hari dengan cara yang asyik: menghajar Napoli dengan tiga gol tanpa balas.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan