Pencarian populer

Sane Melihat Cahaya meski Jerman Gagal Kalahkan Belanda

Sane tak ke Piala Dunia 2018. (Foto: REUTERS/Lisi Niesner)

Puasa kemenangan yang telah dijalani Timnas Jerman selama empat laga mulanya tampak akan berakhir kala menjamu Belanda di Veltins Arena, Selasa (20/11/2018) dini hari WIB. Sayangnya, keunggulan 2 gol bagi Die Mannschaft menjadi buyar ketika waktu normal menyisakan lima menit saja.

Quincy Promes sukses membobol gawang Manuel Neuer usai memanfaatkan umpan dari Marten de Roon pada menit ke-85. Di pengujung laga ini, Virgil van Dijk mencetak gol penyeimbang. Semua bermula dari keputusan bek Liverpool itu untuk meninggalkan lini belakang dan turut membantu penyerang Oranje lainnya.

Leroy Sane mengakui hasil imbang 2-2 dengan Belanda begitu menyebalkan untuk timnya. Namun, winger Jerman kelahiran 1996 itu melihat secercah cahaya, yakni menyoal betapa seramnya permainan pasukan Joachim Loew selama 80 menit di laga ini.

Dalam kurun waktu tersebut, Jerman telah melancarkan 11 tembakan dengan 5 di antaranya tepat sasaran dan 2 lainnya sukses diblok Belanda. Sebanyak 2 di antaranya berujung gol pada 20 menit awal laga ini. Salah satunya diciptakan Sane dalam skema apik.

Dari tengah lapangan, Toni Kroos melancarkan umpan lambung ke kotak penalti Belanda. Usai menerima umpan tersebut, Sane memamerkan kontrol bola ciamik sebelum melancarkan tembakan yang gagal dihalau Jasper Cilessen.

“Semuanya bisa melihat bahwa kami telah berkembang dan siap mengambil langkah maju. Suporter telah melihat, kami memiliki rencana dan bisa memainkan sepak bola yang bagus,” kata pemain Manchester City itu, sebagaimana dilansir Goal International.

“Kami perlu bermain sepak bola bagus tanpa cela selama 90 menit. Dengan cara itulah, semua orang akan sepakat bahwa kami tak hanya telah bangkit dari keterpurukan, tapi juga jauh lebih hebat. Untuk saat ini, sungguh mengganggu mendapatkan hasil imbang padahal kami bermain bagus,” tutur Sane.

Wajah kecewa Toni Kroos (kanan) setelah Jerman bermain imbang tanpa gol dengan Prancis. (Foto: REUTERS/Andreas Gebert)

Toni Kroos setuju dengan Sane. Kata gelandang Real Madrid itu, Jerman harusnya bisa memupus harapan Belanda dengan melebarkan gap 2 gol pada babak pertama. Namun, hal ini tak dilakukan Jerman dan Thomas Mueller cs. harus membayarnya.

“Kami harus belajar sebagai tim agar kejadian seperti ini tak terulang lagi. Kami punya beberapa kans besar untuk mencetak gol ketiga. Hal tersebut tak terjadi, dan kontrol kami terhadap laga ini berkurang pada babak kedua. Kami harus lebih baik,” kata Kroos, yang merupakan bagian dari skuat Jerman saat menjuarai Piala Dunia 2014.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: