Pencarian populer
Saran Jens Lehmann untuk Bernd Leno: Bersaing, Ambil Risiko, Konsisten
Kiper terbaru Arsenal, Bernd Leno. (Foto: Reuters/John Sibley)
Peter Cech dan Bernd Leno bersaing demi tempat utama. Arsenal boleh mati-matian berjuang demi gelar juara di musim 2018/19, tapi kedua kiper ini pun bertarung mati-matian demi diperhitungkan sebagai pemain utama yang selalu berdiri di depan gawang di setiap laga.
Meski Bernd Leno berhasil menunjukkan performa impresif selama pramusim, posisi kiper utama di Arsenal tak langsung menjadi miliknya. Bahkan, pelatih Unai Emery mengimbau kepada mantan kiper Bayer Leverkusen tersebut untuk bersabar sampai kesempatannya tiba atas nama kompetisi internal.
Di laga perdana Premier League 2018/19, gawang Arsenal tidak dijaga oleh Leno. Cech-lah yang diserahi tugas dan kehormatan itu. Sayangnya, arsenal menutup debut Emery di Premier League itu dengan kekalahan 0-2 dari Manchester City.
Cech memang berhasil menciptakan enam penyelamatan di sepanjang laga. Sayangnya, penampilan Cech juga tak kalis dari blunder. Pertama, saat Raheem Sterling melancarkan tembakan dari luar kotak penalti di menit ke-13. Mantan kiper Chelsea itu hanya melihat bola masuk ke dalam gawangnya, meski jaraknya cukup dekat dengan bola tersebut. Kedua, saat Cech nyaris melancarkan operan yang malah mengarah ke gawangnya sendiri di menit 21.
Emery lantas menegaskan bahwa ia pun menginginkan kedua kipernya itu bersaing demi mendapatkan tempat utama. Tujuannya jelas, agar keduanya tampil habis-habis, mengeluarkan segala hal yang terbaik dalam diri masing-masing.
Mantan kiper Arsenal, James Lehmann, menyadari iklim kompetisi yang demikian. Sebagai seorang yang pernah berdiri 148 kali di depan gawang Arsenal di gelaran Premier League, ia memberikan peringatan kepada Leno. Menurutnya, setiap pelatih memiliki mata yang awas. Bila Emery tadinya ikut ngotot untuk mendatangkan Leno walaupun berharga selangit tapi tak menurunkannya di laga pertama, pasti ada ketidakberesan yang ditangkap oleh Emery.
“Arsenal adalah klub besar. Arsenal adalah tentang gaya permainan yang berbeda, ekspektasi yang berbeda, dan tentu persaingan dengan level yang berbeda. Kadang, pemain-pemain itu tidak terbiasa dengan kompetisi internal yang demikian," papar Lehmann, dilansir Skysports.
“Saya tidak tahu apa yang dilakukan Leno di sesi latihan. Tapi, seharusnya ada sesuatu yang terjadi bila seorang pelatih yang tadinya ngotot untuk mendatangkanmu dengan harga 20 juta poundsterling, malah tidak memainkanmu. Kemungkinannya ada dua: keputusan itu memang yang terbaik bagi kekuatan tim atau salah perhitungan."
“Apa yang membuat pelatih memainkan pemain baru atau memilih untuk membangku-cadangkannya dulu? Saya tidak mengetahui dengan pasti apa yang menjadi pertimbangan pelatih Arsenal saat ini. Setahu saya, Bernd (Leno) adalah seorang kiper yang baik, saya sama sekali tidak meragukan kualitasnya," imbuh mantan penjaga gawang Timnas Jerman itu.

Jens Lehmann, di laga Arsenal vs Blackpool pada 2001. (Foto: PAUL ELLIS / AFP)

Per catatan WhoScored musim 2017/2018, Leno rata-rata melakukan 2,1 satu penyelamatan per laga, tak jauh berbeda dengan Cech yang rata-rata melakukan 2,5 penyelamatan. Namun, Leno mengaku punya kelebihan karena merasa cocok dengan gaya permainan yang diusung Emery.
Dengan skema empat bek yang jadi andalan eks pelatih Sevilla itu, ditambah intensitas pressing serta garis pertahanan tinggi, Leno mengaku sudah terbiasa dengan sistem seperti ini ketika bermain di Jerman. Di kesempatan pertamanya unjuk gigi pun, Leno tampil impresif dan membawa Arsenal menang 5-1 atas Paris Saint-Germain.
Namun, bagi Lehmann segala pencapaian masa lalu tak lebih dari sekadar rekam jejak belaka. Yang terpenting baginya sekarang adalah apa yang bisa dilakukan oleh Leno bersama Arsenal.
"Yang jadi pertanyaan, bisakah ia berusaha lebih baik daripada saat ia masih ada di klub lamanya? Sekarang, ia harus berani mengambil risiko yang lebih besar dan konsisten untuk memperbaiki penampilannya. Bila ia melakukannya, ya, bagus. Itu adalah keputusan yang benar," pungkas Lehmann.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: