Pencarian populer

Satgas Bertekad Bersihkan Piala Presiden dan Liga 1 dari Mafia Bola

Satgas Anti mafia bola di kantor PSSI. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola terus bergerak mendalami kasus pengaturan skor yang melanda persepak bolaan Tanah Air. Dengan sejumlah tersangka yang telah ditetapkan, Satgas pun berharap bisa menjadikan sepak bola Indonesia bersih dari mafia bola.

Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengaku pihaknya bertekad untuk menjaga turnamen serta kompetisi di Indonesia bersih dari mafia bola. Bila ke depannya ditemukan peristiwa serupa, lanjut Dedi, pihaknya pun tak segan untuk mengambil langkah hukum.

"Satgas berkomitmen untuk betul-betul menjamin jangan sampai turnamen yang berlangsung pada Maret dan liga yang bergulir pada Mei terjadi aksi-aksi match fixing seperti ini. Kami punya komitmen yang sangat kuat. Di pertandingan yang akan diselenggarakan pada Maret dan Mei matc fixing harus betul-betul tidak ada," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Persija juara Piala Presiden Foto: Dok. Media Persija

Pada Maret mendatang, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) akan menggelar Piala Presiden 2019 yang diikuti 20 tim. Sedangkan, pada Mei, Liga 1 direncanakan bakal bergulir.

"Apabila nanti ditemukan sesuai dengan fakta hukum ada kejadian atau peristiwa match fixing yang dilakukan oleh para pihak, baik yang terlibat langsung dalam pertandingan maupun yang tidak terlibat langsung, akan kami ambil langkah-langkah secara tegas. Sudah ada bukti, kami sudah menetapkan 14 tersangka," katanya.

Dedi menyampaikan, sampai saat ini pengiriman berkas terhadap 6 tersangka sudah dilakukan sejak kemarin. Hingga saat ini, dia tengah menunggu kemungkinan adanya koreksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Adapaun keenam tersangka yang berkasnya telah dikirim yaitu mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI dan Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) Jawa Tengah Johar Lin Eng, mantan anggota Komite Disiplin PSSI dan Ketua Asprov DIY Dwi Irianto alias Mbah Putih, Wasit nasional Nurul Safarid, dan anggota Komite Wasit PSSI Mansyur Lestaluhu. Sedangkan, untuk berkas perkara tersangka Priyanto dan Anik, dijadikan satu.

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

"6 tersangka dinadikan, 4 perkara sudah dilimpahkan. Kemudian untuk 5 tersangka sedang dilakukan penyelesaian pemberkasan. Kemudian tambahan 3 tersangka lagi ya kasus pengrusakan, penghilangan barang bukti. Itu juga masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan serta pelengkapan dari admin pemberkasan perkara," terangnya.

Satgas Antimafia Bola menetapkan tiga tersangka baru yakni Muhammad MM alias Dani, Musliadi alias Mus dan dan Abdul Gofur. Ketiganya terbukti melakukan pengrusakan dan penghilangan barang bukti di Kantor Komisi Disiplin PSSI di Jalan Rasuna Timur, Menteng Atas Setia Budi, Jakarta Selatan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: