kumparan
13 Feb 2019 15:15 WIB

Sekarang Buffon Telah Sejajar dengan Casillas dan Van der Sar

Buffon beraksi di pertandingan antara Man United dan Paris. Foto: Reuters/Phil Noble
Hari di mana fase gugur Liga Champions musim 2018/19 dibuka adalah hari penuh duka, khususnya bagi persepakbolaan Inggris. Selasa (12/2/2019) sore WIB, kiper legendaris yang membawa Inggris juara Piala Dunia 1966, Gordon Banks, tutup usia.
ADVERTISEMENT
Berita kematian Banks itu dengan cepat menyebar setelah pertama kali diumumkan oleh Stoke City. Gianluigi Buffon adalah satu yang mendapat kabar tersebut dan, dengan segera, kiper berusia 41 tahun itu mengungkapkan belasungkawanya.
"Aku adalah salah satu dari banyak orang yang membangun mimpi dari penyelamatan sempurnamu. Sekali lagi, dengan sepenuh hati, kuucapkan terima kasih," tulis Buffon di akun sosial medianya. Dua kalimat itu menemani sebuah foto hitam-putih Banks yang sudah jelas diambil puluhan tahun silam.
Ucapan belasungkawa itu disebarkan Buffon hanya beberapa jam sebelum dirinya naik pentas di Old Trafford. Rabu (13/2) dini hari WIB, Buffon untuk pertama kalinya bermain untuk Paris Saint-Germain di fase gugur Liga Champions. Misi itu bukan misi yang mudah karena si empunya stadion, Manchester United, datang ke pertandingan tersebut dengan rekor 10 kali menang dalam 11 laga terakhir.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, saat wasit meniup peluit panjang, Buffon bisa tersenyum lebar. Dua gol, masing-masing dari Presnel Kimpembe dan Kylian Mbappe, membawa PSG menang. Di sisi seberang, Buffon yang memang tak mendapat banyak ancaman dari para pemain United itu sukses mencatatkan nirbobol.
Untuk kiper sekelas Buffon, mencatatkan nirbobol jelas bukan perkara besar. Pada musim 2015/16, misalnya, dia mampu mencatatkan rekor tak kebobolan 974 menit di Serie A yang terangkum dalam 12 pertandingan. Akan tetapi, nirbobol di Old Trafford itu menjadi spesial karena itu adalah kali ke-50 dirinya mampu menjaga gawangnya tetap aman dari terjangan lawan di ajang Liga Champions.
Mencatatkan 50 nirbobol di Liga Champions tentu merupakan hal penting, termasuk untuk Buffon sekalipun yang di kariernya telah mengemas puluhan gelar. Sebab, sebelum dirinya, cuma ada dua kiper yang berhasil melakukan hal itu. Yakni, sang sahabat Iker Casillas dan sosok yang dia gantikan di Juventus dulu, Edwin van der Sar.
ADVERTISEMENT
Kini, Buffon telah berdiri sejajar dengan mereka berdua. Meski demikian, langkah pria kelahiran Carrara itu tidaklah mudah. Sebab, dia butuh waktu hampir 22 tahun untuk mewujudkannya. Buffon pertama kali bermain di Liga Champions pada musim 1997/98 bersama Parma dan ketika itu striker United, Marcus Rashford, bahkan belum lahir.
Terlepas dari lamanya waktu yang dibutuhkan Buffon untuk mencapai itu, keberhasilan Buffon mencatatkan nirbobol di usia 41 tahun menunjukkan betapa hebat dirinya. Saat ini dia adalah pemain tertua di Liga Champions dan nyatanya dia masih diandalkan oleh tim kandidat juara seperti PSG. Dua puluh dua tahun telah berlalu dan Buffon masih berada di level teratas.
Bersama PSG, misi Buffon sudah jelas: menjuarai Liga Champions untuk kali pertama. Di Juventus, dia tiga kali masuk final dan tiga kali pula gagal. Apakah tahun ini akhirnya bakal jadi tahunnya Buffon? Well, itu semua akan sangat bergantung pada bagaimana kiprah PSG selanjutnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan