kumparan
5 Sep 2019 14:45 WIB

Sesal Kepa atas Insiden dengan Sarri di Final Piala Liga

Kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga, dalam pertandingan Premier League 2019/20 menghadapi Leicester City. Foto: Reuters/John Sibley
Final Piala Liga musim 2018/19 sudah lama berlalu. Sudah hampir tujuh bulan, tepatnya. Namun, masih ada sesal yang terpendam dalam diri kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga.
ADVERTISEMENT
Manchester City keluar sebagai pemenang dalam pertandingan itu. Setelah bermain imbang 0-0 selama 120 menit, The Citizens akhirnya memastikan gelar juara usai memenangi adu penalti dengan skor 4-3.
Dalam adu penalti itu dua pemain Chelsea, Jorginho dan David Luiz, gagal menjalankan tugas sebagai algojo. Sementara, dari kubu City, hanya Leroy Sane yang gagal.
Sane gagal setelah tembakannya diblok oleh Kepa. Dari situ sebenarnya bisa dilihat bahwa kiper asal Spanyol itu tampil cukup baik meskipun timnya kalah. Bukan penyelamatan itu yang membuatnya jadi sorotan, melainkan apa yang terjadi sebelumnya.
Beberapa menit jelang adu penalti, pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, mendapati Kepa tengah terkapar. Dia pun kemudian memutuskan untuk menariknya keluar untuk digantikan oleh Wilfredo Caballero.
ADVERTISEMENT
Alih-alih berjalan ke luar lapangan, Kepa mbalelo. Dia mendebat keputusan Sarri dan akhirnya bertahan di lapangan untuk mengawal gawang Chelsea di adu penalti.
Masalah dengan Sarri itu sebetulnya sudah bisa diselesaikan tak lama setelah kejadian. Kendati begitu, tetap saja Kepa merasa menyesal sudah berbuat demikian.
"Aku tidak bangga atas apa yang terjadi. Setelah itu pun aku harus melewati sebuah badai pada akhir pekannya," tutur Kepa kepada Cadena SER.
"Itu adalah situasi yang takkan kulupakan. Dia mengira aku mengalami cedera dan segalanya berjalan sangat cepat. Aku minta maaf kepada semua orang sesudah itu dan Sarri menjelaskan apa yang dirasakannya kepadaku."
"Masalah itu sendiri akhirnya selesai secara internal satu hari sesudah final Piala Liga. Pokoknya, mulai dari sekarang aku bakal bertanya kepada pelatih pada jeda perpanjangan waktu," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Setelah laga itu Kepa dicadangkan oleh Sarri, yaitu ketika Chelsea mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0. Meski demikian, setelah itu dia kembali dipercaya menjadi kiper utama. Pada akhir musim dia sukses mengantarkan The Blues juara Liga Europa dan finis ketiga di Premier League.
Kini, Kepa masih menjadi andalan Chelsea di bawah asuhan Frank Lampard. Dia pun sukses mempertahankan tempat di skuat Timnas Spanyol. Walau begitu, eks pemain Athletic Club ini kudu bersaing ketat dengan David de Gea dan Pau Lopez untuk menjadi kiper utama La Furia Roja.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan