kumparan
27 Agu 2019 11:21 WIB

Sinar Terang Candreva dalam Kemenangan Inter atas Lecce

Antonio Candreva merayakan gol di laga Lecce melawan Inter Milan. Foto: REUTERS/Daniele Mascolo
Kemenangan 4-0 Inter Milan atas Lecce pada pekan perdana Serie A 2019/20 tidak hanya menjadi kisah yang menarasikan mengapa Romelu Lukaku begitu diburu. Duel itu juga bercerita soal Antonio Candreva yang berupaya menempatkan performa musim lalu ke dalam kotak yang bukan urusannya lagi.
ADVERTISEMENT
Antonio Conte memimpin selayaknya Conte. Formasi 3-5-2 dipakainya di duel melawan Lecce. Skema yang Conte banget, bukan? Candreva yang pada dasarnya doyan berkelana di area garis tepi lapangan mendapatkan apa yang ia sukai di laga ini karena bermain sebagai pemain sayap kanan.
Jangan buru-buru menghakimi dulu soal jumlah tembakannya. Candreva memang cuma melepaskan satu tembakan di sepanjang laga. Tapi, tembakan itu tidak main-main.
Dari jarak kurang lebih 35 meter, eks kapten Lazio itu melepaskan tendangan meroket yang menerobos gawang Gabriel. Yep, satu tembakan, satu gol. Tak heran jika Conte begitu menyukai pemain kelahiran Roma itu.
"Saya melihat ruang dan mencoba melesakkan satu tembakan. Dan, hei, ternyata masuk! Kami adalah tim yang gembira karena bisa bertanding sebagai tim. Bahkan kami sudah merasakan kekompakan seperti ini sejak sesi latihan," jelas Candreva, dikutip dari laman resmi Inter.
ADVERTISEMENT
"Pelatih ingin supaya kami bermain melebar dan agresif saat menyerang dan bertahan. Ingat, ya, menyerang dan bertahan, karena kami butuh keseimbangan," ucap Candreva.
Bahkan pada menit 16 Candreva sudah memberi ancaman dengan memberikan umpan kunci (umpan yang berbuah peluang, red) kepada Lautaro Martinez. Sayangnya, tak ada gol lahir lewat umpan matang itu. Kita juga masih harus melihat catatan umpan kunci yang ditorehkannya, yang mencapai angka tiga. Jumlah itu terbanyak kedua di antara seluruh pemain di laga ini.
Conte is just being Conte. Foto: REUTERS/Daniele Mascolo
"Peran saya sebenarnya sangat melelahkan. Saya harus selalu berada dalam permainan dan waspada, tetapi saya juga harus berada di posisi yang tepat ketika kami maju untuk membangun serangan," jelas Candreva.
Bicara soal Candreva, cukup sulit untuk menemukannya bicara berapi-api seperti ini pada 2018/19. Yep, periode itu memang bukan kurun yang ramah bagi Candreva. Ia cuma turun arena 29 kali di semua kompetisi resmi bersama Inter. Dengan durasi bermain yang cuma mencapai 1.048 menit, ia mencetak tiga gol dan tiga assist.
ADVERTISEMENT
Musim baru dimulai, tak ada yang bisa menjamin bahwa 2019/20 akan memberikan ruang yang cukup bagi Candreva untuk menunjukkan kualitasnya. Tapi melihat seperti apa permainannya di laga ini, termasuk pramusim, rasanya tak berlebihan untuk berasumsi Candreva bakal menjadi salah satu pilihan tetap Conte di setiap laga.
Pemain-pemain Inter merayakan gol Antonio Candreva. Foto: REUTERS/Daniele Mascolo
Terlebih, Candreva juga tidak bertanding asal-asalan. Setidaknya segala hal yang dikerjakannya di laga ini menjelaskan bahwa ia memang pantas buat diperhitungkan.
"Saya kehilangan satu musim. Tapi saya ingin memperbaiki musim buruk itu bersama teman-teman setim. Jika orang-orang di sekitarmu bisa memercayaimu, bebanmu akan terasa lebih ringanmu dan segalanya bisa menjadi lebih jelas," jelas Candreva, dilansir Football Italia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan