kumparan
22 Mar 2019 21:39 WIB

Soal Naturalisasi Ezra, PSSI Bantah Lalai Berikan Dokumen ke FIFA

Ezra Walian diwawancara usai berlatih bersama Timnas U-23. Foto: kumparan/Sandy Firdaus
Badai seketika menghantam Indonesia U-23. Salah satu pemain naturalisasi, Ezra Walian, dilarang membela Tim Merah-Putih baik di level kelompok umur (junior) maupun senior.
ADVERTISEMENT
Pelarangan itu datang berdasarkan surat resmi FIFA yang dilayangkan ke PSSI pada Kamis (21/3/2019). Alhasil, Ezra gagal tampil buat Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 yang digelar di Vietnam.
Menurut manajer Ezra, Wide Putra, PSSI lalai. Dalam pernyataannya kepada kumparanBOLA, ia menyebut bahwa PSSI belum memberikan dokumen kepada FIFA terkait status naturalisasi Ezra.
Namun, pernyataan Wide dibantah federasi melalui Direktur Media dan Digital, Gatot Widakdo. Gatot menuturkan sudah melakukan pengiriman dokumen yang diminta FIFA.
“Kami sudah masukkan (data Ezra). AFC memastikan lagi. Boleh atau tidak kami memainkan Ezra. Kemudian mereka mengonfirmasi KNVB apakah pemain bersangkutan pernah bermain atau tidak di bersama timnas Belanda. PSSI sudah melengkapi dokumen dan meminta pandangan FIFA soal masalah itu. Lalu, FIFA kemudian meninjau lagi sampai akhirnya berdasarkan Statuta FIFA, Ezra tidak bisa dimainkan,” kata Gatot kepada kumparanBOLA, Jumat (22/3/2019).
ADVERTISEMENT
Gatot menuturkan tidak bisa dimainkannya Ezra lantaran dokumen si pemain kurang kuat. Ia menjelaskan bahwa Ezra tidak tinggal di Indonesia atau bekerja di Indonesia.
Masalah tersebut tidak terjadi kepada Charyl Chappuis—pemain Timnas Thailand. Menurut Gatot, Charyl tinggal dan bekerja di Thailand sehingga dokumennya kuat untuk dimintakan izin kepada FIFA.
Jika kembali menilik Statuta FIFA, sejatinya Ezra tak perlu “dijegal”. Ia seharusnya tetap bisa membela Indonesia di kelompok umur mana pun. Pasalnya, Ezra sudah berpindah kewarganegaraan sejak 2017 ketika usianya masih 19 tahun. Dia juga baru sekali mengajukan perpindahan Asosiasi tempat bernaung.
Penegasan tersebut bisa menengok kasus serupa yang dialami beberapa pemain di dunia. Chappuis, misalnya, lahir dan besar di Swiss lalau memutuskan menjadi warga negara Thailand.
ADVERTISEMENT
Chappuis juga pernah tampil di kelompok umur U-15 sampai U-20 Swiss. Bahkan, saat membela Swiss U-17, ia menjadi juara Piala Dunia.
Memang pada 2013 lalu status Charyl juga dipermasalahkan oleh AFC. Konfederasi Sepak Bola Asia itu menganggap Charyl sudah membela Swiss U-17 di Piala Dunia sehingga tak bisa lagi membela Thailand di Kualifikasi Piala Asia. Namun, masalah itu tuntas dan sampai sekarang ia tercatat sebagai pemain Timnas Thailand.
Beberapa nama lain ialah Diego Costa yang pernah membela timnas Brasil level senior dalam laga uji tanding yang notabene masuk pertandingan Level A FIFA. Namun, ia tetap bisa memperkuat timnas Spanyol.
Setali tiga uang dengan Geoffrey Kondogbia. Setelah membela Prancis di level junior, Kondogbia lalu membela level senior. Namun, kini ia bisa membela timnas Republik Afrika Tengah lantaran sebelumnya cuma bermain di laga uji coba Prancis saja.
ADVERTISEMENT
Terakhir, Jack Grealish pernah memperkuat timnas Republik Irlandia dan Inggris U-21 di ajang Kualifikasi Piala Eropa yang sama. Grealish pun saat ini tercatat sebagai pemain Inggris, bukan Republik Irlandia.
Menariknya, FIFA belum menutup pintu Ezra untuk membela timnas Indonesia. Dalam surat yang disampaikan kepada PSSI, federasi sepak bola dunia itu meminta kepada PSSI untuk mengirimkan informasi atau bukti dokumen lainnya yang dirasa perlu.
"Terlepas pernyataan di atas, dan apabila ada hal penting terlepas dari pengamatan kami, kami berharap Asosiasi Anda untuk melengkapi petisi yang berisikan informasi lebih lengkap beserta bukti-buktinya, yang mana bisa berguna buat masalah ini. Petisi tersebut bisa dialihbahasakan kepada satu dari empat bahasa resmi FIFA (Inggris, Prancis, Spanyol atau Jerman)," demikian pernyataan dalam surat FIFA yang juga diterima oleh kumparanBOLA.
ADVERTISEMENT
Pernyataan FIFA yang mempersilakan untuk memberikan bukti-bukti tambahan berlawanan dengan pernyataan Gatot yang menyebut, penyebab Ezra tak bisa bermain adalah karena sudah bermain untuk Belanda di berbagai level umur dan tidak memiliki dokumen yang kuat, yakni belum tinggal di Indonesia selama dua tahun.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan