kumparan
14 Feb 2019 11:04 WIB

Solari: Pahami Pertandingan Dulu, Menangi Kemudian

Marco Asensio merayakan gol di laga babak 16 besar Liga Champions 2018/19. Foto: REUTERS/Wolfgang Rattay
Kemenangan 2-1 Real Madrid atas Ajax Amsterdam di laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018/19 membuktikan bahwa pemahaman mendalam tentang pertandingan adalah modal krusial untuk memetik poin penuh.
ADVERTISEMENT
Bertanding di Johan Cruyff Stadium pada Kamis (14/2/2019), Karim Benzema dan Marco Asensio mencetak dua gol yang seharusnya bisa mempermudah langkah Madrid di leg kedua nanti. Sementara, satu gol balasan Ajax dilesakkan oleh Hakim Ziyech.
Kedua gol pasukan Santiago Solari itu lahir di babak kedua. Dari sini saja kita bisa mengambil kesimpulan sederhana bahwa laga paruh pertama tidak berjalan mudah untuk Madrid. Menilik rangkuman statistik Whoscored, Ajax melepaskan 11 upaya tembakan sebelum turun minum.
Santiago Solari di laga Ajax Amsterdam vs Real Madrid. Foto: Santiago Solari
Namun demikian, ada perbedaan krusial yang pada akhirnya menjadi jawaban mengapa di tengah gempuran tersebut Madrid tetap selamat dari kemasukan gol. Dari 11 upaya tadi, hanya tiga yang tepat sasaran. Sementara, empat upaya tembakan yang dilepaskan Madrid semuanya mengarah ke gawang.
ADVERTISEMENT
Berangkat dari catatan itu, barangkali kita bisa memaklumi apa yang dijelaskan oleh Solari dalam konferensi pers usai laganya. Menurut pelatih berkebangsaan Argentina ini, anak-anak didiknya memang sempat tertekan.
Tapi, di tengah tekanan tersebut timnya tetap mampu bermain dengan konsep. Artinya, saat menyerang, Madrid tidak menyerang sporadis, tapi dengan efektif.
"Kami paham seperti apa bermain, bekerja keras, menghadapi tekanan, menyerang balik, dan mencetak gol saat kesempatan itu datang. Apa yang mereka lakukan di pertandingan tadi menunjukkan kekuatan para pemain dan tim," jelas Solari, dilansir ESPNFC.
"Kami tahu mereka (Ajax) menekan habis-habisan. Tapi, begitu kami berhasil melepaskan diri dari tekanan, kami langsung membuat peluang dan mencetak dua gol penting," ujar Solari.
ADVERTISEMENT
Salah satu bukti bahwa omongan Solari yang menyebutkan Madrid paham seperti apa caranya bermain muncul dari keputusannya untuk menarik Karim Benzema pada menit 73 dan menggantikannya dengan Asensio.
Ia menjadi salah satu pemain yang paling ganas di laga ini. Bagaimana tidak? Walaupun hanya bermain tak lebih dari 20 menit, Asensio mampu mencatatkan lima upaya tembakan dengan dua di antaranya mengarah gawang dan satu berbuah gol penentu kemenangan.
Perayaan gol Real Madrid saat menghadapi Ajax Amsterdam. Foto: Wolfgang Rattay/Reuters
Menariknya, jumlah tembakannya itu bahkan lebih banyak ketimbang umpan yang dilepaskannya di 19 menit jalannya laga itu. Kembali mengutip Whoscored, Asensio hanya membuat empat upaya umpan, dengan dua di antaranya tercatat sebagai umpan akurat.
Keputusan Solari memasukkan Asensio mendeskripsikan pemahamannya bahwa di menit-menit tersebut yang dibutuhkan oleh Madrid bukanlah penguasaan bola yang sia-sia, tapi serangan langsung dan efektif. Dan beruntunglah Solari karena memiliki Asensio yang dapat menjawab kebutuhan tersebut.
ADVERTISEMENT
"Kami sangat gembira, terutama soal Marco Asensio. Permainan dan golnya sangat penting bagi tim. Ia baru pulih dari cedera dan kami bersyukur dapat bekerja dengan bak sekarang," ucap Solari.
"Ia menjadi lebih baik dan melakukan apa yang harus dilakukannya. Inilah yang membuat seorang pemain dapat memiliki menit bermain lebih banyak," jelas Solari.
Kemenangan ini menjadi modal positif bagi Madrid untuk meneruskan asa melangkah ke babak perempat final Liga Champions. Di atas kertas, kemenangan 2-1 di kandang lawan akan mempermudah upaya mereka di leg kedua yang berlangsung pada 6 Maret 2019 di Santiago Bernabeu.
Tapi, ya, itu cuma hitung-hitungan di atas kertas. Toh, sudah lazim terjadi bahwa apa yang muncul di atas lapangan tak sinkron dengan perhitungan di atas kertas.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan