kumparan
24 Agu 2018 5:26 WIB

Solusi Emery untuk Putus Tren Negatif Arsenal

Unai Emery di laga Arsenal vs Manchester City. (Foto: Reuters/John Sibley )
Arsenal mengawali musim 2018/2019 dengan inferior. Dari dua laga pertama di Premier League, The Gunners selalu keluar sebagai pecundang. Kendati begitu, pelatih Unai Emery tetap tenang.
ADVERTISEMENT
Oke. Ketenangan Emery bisa dipahami. Manchester City dan Chelsea yang jadi lawan mrrks pada dua laga awal merupakan tim kuat. Terlebih lagi, eks pelatih Sevilla itu mengaku dapat menangkap aspek positif dari dua hasil minor tersebut.
Oleh karenanya, Emery begitu percaya diri dapat mengakhiri tren negatif sekaligus mempersembahkan kemenangan perdana bagi Arsenal kala bersua West Ham United dalam laga pekan ketiga Premier League di Emirates Stadium, Sabtu (25/8/2018) pukul 21:00 WIB.
"Kami menjalani proses, ada 38 laga yang akan kami mainkan sepanjang musim. Setelah dua lama awal kami menelan dua kekalahan, kami akan memenangi pertandingan melawan West Ham," ucap Emery saat jumpa pers sebelum laga sebagaimana mengutip situs resmi klub.
ADVERTISEMENT
"Penting bagi kami untuk memperlihatkan performa yang lebih baik daripada dua laga sebelumnya. Kami sudah memyiapkan segalanya dengan baik dan saya tenang melihat bagaimana pemain berlatih dan berusaha setiap hari," katanya melanjutkan.
Persoalannya, ketika melawan Chelsea, Arsenal terlalu bertumpu pada serangan sayap. Memang, itu diambil sebagai siasat untuk memanfaatkan celah di sisi pertahanan Chelsea. Terlebih Henrikh Mkhitaryan yang bermain di sayap bermain apik dengan mencatatkan masing-masing satu gol dan assist.
Situasi tersebut menyulitkan Mesut Oezil untuk menciptakan peluang. Memang, pemain Jerman ini mencatatkan 33 operan atau terbanyak ketiga di antara trio gelandang serang Arsenal. Akan tetapi, tak ada satu pun umpan kunci yang dibuatnya.
Gol Marcos Alonso menangkan Chelsea atas Arsenal. (Foto: REUTERS/Toby Melville)
Untuk mengentaskan problem tersebut, sosok berusia 46 tahun itu sudah mengantongi solusinya. Salah satunya dengan menerapkan taktik yang berbeda dengan dua laga sebelumnya dalam balutan skema dasar 4-2-3-1.
ADVERTISEMENT
"Mungkin kami dapat mencetak gol dengan satu umpan panjang atau melakukan banyak umpan untuk menguasai bola lebih lama dan kami bisa memenangi laga. Seperti yang kami lakukan pada pekan lalu saat melawan Chelsea," ucap pria kelahiran Hondarribia, Spanyol, itu.
"Dalam situasi yang berbeda, kami akan menerapkan taktik yang berbeda juga. Pada awalnya, kami bermain dengan empat pemain belakang. Lalu, ada dua dan satu gelandang tengah atau satu plus dua gelandang tengah. Dua dan satu adalah 4-2-3-1, sedangkan satu dan dua melalui 4-1-4-1 atau 4-3-3."
"Saya pikir dengan sistem tersebut, kami dapat terus melaju dan memenangi laga berikutnya. Karena pemain-pemain punya kualitas untuk menopang sistem tersebut," pungkas Emery.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan