Pencarian populer
Southgate Tak Pernah Menyangka Bakal Dipilih Jadi Pelatih Inggris
Southgate di laga vs Belanda. (Foto: Reuters/John Sibley)

Gareth Southgate tak punya riwayat kepelatihan yang panjang. Hal tersebut lantas membuatnya kaget ketika ditunjuk sebagai pelatih Tim Nasional (Timnas) Inggris.
Karier kepelatihan Southgate dimulai saat ia mengambil peran sebagai manajer di Middlesbrough pada Juni 2006. Saat itu, ia ditunjuk untuk menggantikan Steve McClaren yang terpilih sebagai pelatih Inggris.
Pemilihan Southgate tak sepenuhnya mulus. Selang beberapa hari setelah penunjukannya, beberapa media melancarkan kritik karena ia tak memenuhi syarat kepelatihan (lisensi UEFA Pro) untuk menjadi pelatih kesebelasan Premier League.
Musim pertama Southgate di Middlesbrough berakhir mulus. Di tengah krisis, ia membawa kesebelasan tersebut menutup musim 2007/08 di posisi ke-12. Pujian kemudian diterimanya, termasuk dari eks manajer Arsenal, Arsene Wenger.
Di musim berikutnya, Southgate gagal mengangkat penampilan Middlesbrough. Berbekal 14 pertandingan tanpa kemenangan, ia membawa mereka degradasi ke Divisi Championship. Di akhir musim, manajemen Boro menyatakan tak akan memecat pria kelahiran Watford tersebut.
Nahas, ucapan tersebut tak berlangsung lama. Belum ada setengah musim Middlesbrough berada di Divisi Championship, mereka memutuskan untuk memecat Southgate. Per 20 Oktober 2009, ia resmi menganggur.
Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menyelamatkan karier Southgate yang karam dengan menawarinya jabatan pelatih Inggris U-21 pada 2013. Tiga tahun di sana, ia membawa tim tersebut mencatat rasio kemenangan hingga 81%.
27 September 2016, ia ditawari jabatan untuk menjadi pelatih tim senior karena Sam Allardyce mengundurkan diri. Berkat hasil imbang 2-2 dalam laga melawan Spanyol, ia mendapatkan kontrak sebagai pelatih The Three Lions selama empat tahun.

Latihan Timnas Inggris di St. George Park. (Foto: Reuters/Carl Recine)

Perjalanan Southgate menjadi pelatih Inggris pada akhirnya menjadi topik yang ia ceritakan dalam sesi konferensi pers sebelum melakoni laga melawan Panama di Piala Dunia 2018, Selasa (19/6/2018) dini hari WIB.
“Ini adalah perjalanan yang tak pernah sekalipun saya ingin atau harapkan. Dulu, saya punya harapan untuk melihat tim ini bermain apik di Piala Eropa 2016 dan melihat Roy (Hodgson) menjadi pelatih kepala,” kata Southgate kepada BBC.
“Namun, itu tidak terjadi karena Sam Allardyce dilantik sebagai pelatih kepala dan saat itu saya telah menjadi pelatih Inggris U-21. Meski demikian, hal tersebut tidak membuat saya tak mendukung Sam.”
“Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, saya sempat merasa tidak nyaman berada di posisi ini. Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai nyaman. Berkat waktu dan kesempatan, saya mulai senang dengan peran yang diberikan,” pungkas Southgate.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: