kumparan
27 Mar 2018 17:41 WIB

Tentang Coutinho yang Komplet dan Posisi Terbaiknya di Timnas Brasil

Coutinho bersama Timnas Brasil. (Foto: Kirill Kudryavtsev/AFP)
“Apa kemampuan penting yang harus dimiliki seorang pesepak bola? Ya, dia (Coutinho) menguasai semuanya dan segala aspek yang ia kuasai itu merupakan kekuatannya.”
ADVERTISEMENT
Begitulah yang dikatakan oleh Pelatih Tim Nasional (Timnas) Brasil, Adenor Leonardo ‘Tite’ Bacchi, ketika ditanya FourFourTwo International perihal kemampuan Philippe Coutinho. Dan ketika sang pelatih mengatakan apa yang ia katakan, tentulah ia sadar bahwa kekompletan itu membuat Coutinho bisa bermain di berbagai posisi.
“Dia bisa melewati pemain lawan dan mengeksekusi tembakan. Ia juga bisa memberikan assist dengan cepat, mengorganisasi permainan, dan sekarang ia punya kedewasaan –yang tentu saja merupakan aspek yang penting,” ucap Tite lagi.
Ketika Coutinho datang ke Liverpool pada Januari 2013, Brendan Rodgers –manajer Liverpool kala itu– memasangnya sebagai winger. Di posisi itu, Coutinho tahu betul kapan harus melakukan cut-inside (tusukan ke kotak penalti) dan melesakkan tembakan. Ia juga tahu kapan bisa memberikan umpan kepada rekan-rekannya. Dari sanalah penggemar Liverpool menjulukinya ‘The Magician’.
ADVERTISEMENT
Ketika kursi manajer beralih dari Rodgers ke Juergen Klopp, posisi dan peran Coutinho bertambah. Klopp sempat mencobanya sebagai gelandang kiri dan gelandang tengah. Hebatnya, Coutinho tetap bisa melakoni tugasnya dengan baik.
Inilah yang membuat Klopp mantap untuk memposisikan Coutinho sebagai gelandang tengah Liverpool di musim ini —sebelum pindah ke Barcelona pada Januari silam, tentunya.
Namun, kompletnya Coutinho itu bisa menimbulkan masalah: Di manakah posisi ideal untuknya di Timnas Brasil? Untuk menjawab ini, kita perlu berkaca dengan kondisi Timnas Brasil itu sendiri.
Brasil memiliki banyak pemain sayap. Nama-nama seperti Willian, Douglas Costa, Renato Augusto, Taison, dan Neymar (jika ia kembali bermain nanti) tentulah tak boleh dipandang remeh. Sementara untuk gelandang tengah, jumlahnya sangat minim. Padahal, tanpa distribusi bola yang bagus dari gelandang tengah, lini serang takkan bisa mencetak gol.
ADVERTISEMENT
Hanya nama-nama seperti Paulinho, Roberto Firmino, dan Casemiro saja yang bisa mengoperasikannya.
Coutinho di sesi latihan Timnas Brasil. (Foto: Odd Andersen/AFP)
Selain Firmino, kemampuan pemain-pemain itu untuk secara konsisten menjadi motor serangan Selecao tentulah diragukan. Paulinho selalu ditemani oleh gelandang kreatif seperti Iniesta ketika bermain bersama Barcelona musim ini. Begitupun Casemiro yang punya Luka Modric dan Toni Kroos di Real Madrid.
Nah, di sanalah Coutinho bisa bermain.
Di posisi gelandang tengah, Coutinho tak hanya sekadar bisa untuk menginsiasi serangan saja —ini terbukti dengan catatan rata-rata 2,5 umpan kunci (umpan yang jadi kans) per laga—, melainkan juga kemampuannya melesakkan tembakan jika diperlukan.
Musim ini, Coutinho telah menciptakan 8 gol dari 13 penampilannya sebagai gelandang tengah. So, seharusnya Tite tidak perlu pusing ‘kan?
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan