Pencarian populer

Tentang Ikhtiar Kedua Indra Sjafri di Piala Asia

CEO I.S.Y.M Indra Sjafri (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Nama Indra Sjafri pernah begitu berkibar di dunia si kulit bulat nasional. Raihan juara bersama Timnas U-19 di Piala AFF pada 2013 menjadi pemicunya.

Wajar jika Indra begitu dielu-elukan. Karena, ia mampu menghapus dahaga gelar juara bagi Timnas Indonesia yang terakhir diraih pada SEA Games 1991 silam.

Meski demikian, ibarat roda berputar, nama Indra perlahan memudar--meski tak serta-merta menghilang--menyusul kegagalan Timnas U-19 di ajang Piala Asia pada 2014. Skuat 'Garuda Jaya' yang berisikan Evan Dimas, Ravi Murdianto, dan Maldini Pali ini gagal lolos dari fase grup dengan selalu menelan kekalahan.

Kini, empat tahun berlalu, kesempatan itu kembali datang. Indra dipercaya oleh PSSI untuk menukangi Timnas U-19 di Piala Asia 2018. Bedanya, pada tahun ini, Timnas U-19 punya modal besar setelah Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah.

Tergabung di Grup, Timnas U-19 akan menghadapi Taiwan, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Tak tanggung-tanggung, PSSI menargetkan Egy Maulana Vikri dan kolega untuk bisa menembus hingga fase semifinal sebagai syarat mendapat tiket otomatis menuju Piala Dunia U-20 di Polandia pada tahun depan.

Meski dibayangi kegagalan, Indra Sjafri percaya bahwa tim yang diasuhnya saat ini bisa berbicara banyak. Dalam sudut pandangnya, ada beberapa faktor yang membikin target tersebut bisa terealisasi.

Pelatih bola Timnas Indonesia U19 Indra Sjafri (kanan) memberi instruksi kepada Egy Maulana Vikri saat melawan Timnas Yordania U19. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

"Saya menerima pekerjaan dari federasi dan kami diberikan target lolos ke babak empat besar karena kami tuan rumah," ujar Indra dalam sesi konferensi pers sebelum laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (17/10).

"Alasannya yaitu kami sudah lama tidak pernah merasakan bagaimana kiprah sepak bola kami naik ke level yang lebih tinggi. Sebagai tuan rumah, tentu kami akan bermain lebih termotivasi di hadapan suporter," lanjutnya.

Indra Sjafri dan Yusuf Mansur. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Indra lantas mengenang pengalaman pada 2014 lalu ketika tim yang diasuhnya diselimuti dengan euforia juara Piala AFF 2013. Euforia itu, kata Indra, lantas membuat perencanaan menuju Piala Asia U-19 tidak terencana dengan baik.

Pada tahun ini, Indra menilai satu hal yang menjadi pembeda dengan empat tahun lalu yakni para pemainnya yang sudah matang di kompetisi. Hampir seluruh penggawa Timnas U-19 menjadi bagian dari klub di Liga 1, sementara Egy berkompetisi di Eropa bersama Lechiaa Gdansk.

"Jadi, alasan itu yang membuat saya lebih percaya bisa sukses tahun ini. Biasanya, kesempatan kedua yang diaminin oleh Allah," kata Indra Sjafri mengakhiri.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60