kumparan
16 Apr 2019 14:56 WIB

Ter Stegen Menolak 'di-PSG-kan' Manchester United

Ter Stegen beraksi di El Clasico. Foto: Reuters/Juan Medina
Barcelona berada di atas angin jelang bersua Manchester United pada leg kedua perempat final Liga Champions di Camp Nou, Rabu (16/4/2019). Blaugrana bakal menjamu ‘Iblis Merah’ dengan modal keunggulan 1-0 di pertemuan pertama.
ADVERTISEMENT
Akan tetapi, rekam jejak United di Liga Champions musim ini tak bisa diremehkan begitu saja oleh Barcelona. Pasalnya, United melangkah ke fase delapan besar usai menyingkirkan Paris Saint-Germain (PSG) dengan skema comeback. Pada leg pertama babak 16 besar, United keok 0-2 dari PSG di Old Trafford.
Marcus Rashford lantas menghempaskan PSG di Parc des Princes 3-1, yang sekaligus meloloskan mereka ke fase berikutnya, via keunggulan gol tandang. Wajar jika kemenangan United itu jadi atensi Marc-Andre ter Stegen. Tapi, kiper asal Jerman tersebut menolak Barcelona ‘di-PSG-kan' oleh United.
“Kami akan melawan tim yang sangat ingin menang, tapi kami sukses mendapat kemenangan di laga tandang. Keunggulan ini sangat berarti besar, kami ingin mempertahankannya, kami ingin menunjukkan bahwa kami superior di markas sendiri,” ucap Ter Stegen dilansir Marca.
ADVERTISEMENT
“Akan kami lihat bagaimana permainannya nanti. Hal bagusnya adalah kami punya permainan berbeda dengan PSG. Hasil di pertemuan pertama memang cukup berbahaya karena skornya tipis. Kami mesti bisa menahan bola seperti biasa, maka kami akan mendapat hasil lebih baik,” tuturnya menambahkan.
Tak cuma rapor comeback United yang jadi tajuk perbincangan jelang leg kedua, tetapi juga memori kelam Barcelona musim lalu di fase yang sama. Skuat Ernesto Valverde tampil dominan pada leg pertama dengan menghempaskan AS Roma 4-1 di Camp Nou. Kemenangan itu membikin publik beropini Barcelona bakal dengan mudah melenggang ke babak selanjutnya.
Namun, Giallorossi nyatanya melahirkan keajaiban. Mereka membuat Lionel Messi dkk. tak bisa mencetak gol di Olimpico. Sementara, Edin Dzeko, Daniele De Rossi, dan Kostas Manolas, sukses membobol gawang Ter Stegen. Dengan kemenangan 3-0, Roma lolos ke semifinal via keunggulan gol tandang.
ADVERTISEMENT
AS Roma vs Barcelona Foto: Reuters/Alberto Lingria
Sebagai pemain yang musim lalu jadi bagian kegagalan itu dan kini menghadapi situasi sama, Ter Stegen menolak tenggelam di masa lampau. Terlebih, motivasi Los Cules disebutnya kian meninggi lantaran berambisi meraih treble winner di akhir musim seperti edisi 2014/15. Ya, selain Liga Champions, Barcelona telah menjejak final Copa del Rey dan kini memuncaki klasemen La Liga 2018/19.
“Kami tak bisa berbicara banyak soal hal yang terjadi di masa lalu. Saat itu situasinya memang sulit diterima. Tapi, kini kami ada di fase yang sama dan tak ingin kegagalan terjadi lagi. Kami optimistis. Dengan dukungan suporter, kami berharap bisa mengalahkan United.”
“Banyak perubahan sejak 2015 lalu. Ada beberapa pemain yang berbeda, tetapi sebagian adalah bagian saat mendapat treble. Kami punya pengalaman itu, tapi semua hal bisa terjadi di Liga Champions seperti yang terjadi di tiga musim terakhir ini (tak pernah lolos ke final). Kami ingin membuktikan superior di Liga Champions dengan terus menang,” pungkas Ter Stegen.
ADVERTISEMENT
***
Laga leg kedua babak perempat final Liga Champions 2018/19 antara Barcelona dan Manchester United akan digelar di Camp Nou pada Rabu (17/4/2019). Sepak mula akan berlangsung pada pukul 02:00 WIB.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan