kumparan
31 Jan 2019 17:12 WIB

Timnas Australia Siap Ramaikan Piala AFF 2020

Timnas Australia melangkah ke babak 16 besar Piala Asia 2019. (Foto: REUTERS/Thaier Al-Sudani)
Sudah sepantasnya pecinta sepak bola di negara-negara Asia Tenggara merasa waswas. Pasalnya, Australia siap menyemarakkan pagelaran Piala AFF untuk edisi 2020 mendatang.
ADVERTISEMENT
Skenario tersebut memang memungkinkan. Sejak 2006 lalu, Federasi Sepak Bola Australia (FFA) bergabung dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). FFA juga mengintegrasikan diri dengan Asia Tenggara dengan masuk Konfederasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) pada 2013.
Kendati begitu, Timnas Australia tak lantas mendapatkan izin untuk mengarungi Piala AFF. Gap yang timpang menjadi alasannya. Australia, yang selalu lolos ke putaran final Piala Dunia sejak 2006, dianggap terlalu superior jika dibandingkan dengan raksasa Asia Tenggara macam Thailand, Vietnam, atau Indonesia.
Kesenjangan mulai terkikis belakangan, terutama di Piala Asia 2019. Australia hanya melaju sampai babak 16 besar atau tak lebih baik dari Thailand. Adapun, Vietnam yang merupakan juara Piala AFF 2018 melangkah lebih jauh sampai perempat final. Bahkan, Vietnam hanya kalah 0-1 dari Jepang di babak delapan besar.
ADVERTISEMENT
Saling menguatkan usai laga Timnas U-16 vs Australia. (Foto: AFC)
Nah, faktor itulah yang mendorong FFA untuk mencari jalan masuk ke Piala AFF. Kesenjangan yang tak lagi timpang dianggap bisa meluluhkan AFF untuk menerima Australia sebagai peserta turnamen terbesar se-Asia Tenggara.
"Sebagai perkembangan atas hubungan dengan Asian, inilah saatnya kami menatap Piala AFF di mana secara tradisional kami terlalu kuat (dibandingkan negara peserta lainnya)," kata Presiden FFA, David Gallop, kepada Sydney Morning Herald.
"Sudah banyak negara meningkatkan kekuatan dan kemampuan Australia sebagai kunci di pasar komersial, keterlibatan kami pantas ditinjau," tutur sang patron.
Australia juara Piala Asia 2015. (Foto: Reuters)
Apabila Australia diterima sebagai kontestan Piala AFF 2020, negara-negara peserta lainnya tentu bakal semakin berat mengejar gelar juara, termasuk Timnas Indonesia yang masih mengejar trofi di ajang ini. Karena Australia memang memiliki kelas berbeda dengan kehadiran pemain-pemain mereka di Eropa, seperti Matthew Ryan (Brighton & Hove Albion), Trent Sainsbury (PSV Eindhoven), serta Matthew Leckie (Hertha BSC).
ADVERTISEMENT
Kendati begitu, FFA juga harus mengubah sistem kompetisi lokal di Australia demi mendukung keikutsertaan di Piala AFF. A-League sebagai liga level pertama di sana biasa digelar dari Oktober sampai Mei, sementara Piala AFF berlangsung di akhir tahun.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan