kumparan
11 Jun 2019 18:27 WIB

Timnas Turki Marah karena Tertahan di Bandara Islandia

Skuat Timnas Turki jelang lawan Prancis. Foto: Adem Altan / AFP
Laga kualifikasi Piala Eropa 2020 Grup H yang mempertemukan Timnas Islandia lawan Timnas Turki dihiasi sedikit keributan. Sesuatu terjadi menjelang laga tersebut dihelat.
ADVERTISEMENT
Singkat cerita, para penggawa Turki sudah mendarat di Bandara Keflavik, sehari sebelum laga Islandia lawan Turki digelar. Mereka terbang dari Turki menuju Keflavik usai menang atas Prancis pada laga Kualifikasi Piala Eropa 2020 yang digelar beberapa hari sebelumnya.
Sesampainya di Keflavik, para penggawa Turki ini terlibat masalah. Mereka ditahan oleh pihak bandara di area pemeriksaan paspor selama tiga jam. Tidak hanya itu, tas-tas mereka juga diperiksa oleh pihak bandara. Para penggawa Turki ini merasa heran, karena mereka merasa tidak melakukan hal-hal aneh.
"Kami disuruh menunggu lama, dan tas-tas kami juga diperiksa sampai berkali-kali," ujar kapten Turki, Emre Belozoglu, dilansir The Guardian. Emre juga menerima perlakuan tidak sopan, kala seseorang menodongkan sikat pencuci piring ke depan wajahnya saat ia diwawancarai oleh reporter di bandara.
ADVERTISEMENT
Burak Yilmaz, wakil kapten Turki, lebih kesal lagi. Ia bahkan sampai menyebut bahwa perlakuan dari pihak bandara ini tidak sopan dan kasar. Terlebih, para penggawa Turki ini baru saja melalui perjalanan jauh dari Turki untuk mencapai Islandia.
"Kami menunggu tiga jam di sini. Mereka (pihak bandara) juga mengambil semua tas-tas kami, bahkan alat-alat pribadi kami. Mereka terus mencari sesuatu yang aneh. Ayolah, kami baru saha terbang enam setengah jam dari Turki, sekarang kami disuruh menunggu pula selama tiga jam," ujar Burak.
Melihat penggawa Timnas-nya diperlakukan tidak sopan, pemerintah Turki tidak tinggal diam. Melalui Ibrahim Kalin, juru bicara Presiden Recep Tayyip Erdogan, serta Menteri Luar Negeri mereka, Mevlut Cavusoglu, pihak Turki tidak akan segan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini.
ADVERTISEMENT
"Perilaku tidak sopan yang diterima oleh Timnas kami di Islandia tidak bisa diterima. Kami tidak akan segan mengambil tindakan jika itu memang diperlukan. Timnas kami akan memberikan respons mengenai hal ini di atas lapangan nanti," ujar Ibrahim dalam cuitan di akun Twitter pribadinya.
Bukan cuma keduanya, warga Turki juga beramai-ramai merespons kejadian ini di akun Twitter mereka. Tagar #TurksAreComingForIceland pun ramai di media sosial, diwarnai oleh bendera Islandia yang dibubuhi sikat pencuci piring di salah satu garis merahnya.
Pihak pemerintah Islandia sendiri belum berkomentar banyak soal kejadian ini. Omar Smarason, Direktur Media dan Pemasaran Timnas Islandia, hanya mengungkapkan bahwa penumpang yang terbang dari bandara yang 'tidak tersertifikasi' mendapat perlakuan yang sama.
ADVERTISEMENT
Ia juga menyebut bahwa penggawa Timnas Islandia juga pernah mengalaminya. Saat itu, sekira lima tahun lalu, mereka terbang dari Bandara Konya di Turki untuk pulang ke Islandia, dan mereka melalui prosedur yang serupa. Mereka menunggu lama dan tas-tas mereka diperiksa pihak bandara.
Laga antara Islandia lawan Turki akan dihelat pada Selasa (11/6/2019) malam waktu setempat atau Rabu (12/6) dini hari WIB. Turki sedang dalam tren bagus usai memenangi tiga laga kualifikasi. Sedangkan Islandia baru meraih dua kemenangan di babak kualifikasi. Teraktual, mereka mengalahkan Albania dengan skor tipis 1-0.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·