Pencarian populer

Traktiran McDonald's: Iming-iming Ranieri untuk para Pemain Fulham

Claudio Ranieri. (Foto: Reuters)
Fulham sekarang sedang berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Pada awal musim 2018/19, Fulham sangat jor-joran soal transfer pemain. Total dana sebesar 98 juta poundsterling mereka habiskan untuk belanja pemain. Para pemain yang didatangkan pun bukan nama-nama sembarangan. Di dalamnya ada nama Jean Michael Seri, Aleksandar Mitrovic, Alfie Mawson, dan Andre Schuerrle.
ADVERTISEMENT
Namun, prestasi Fulham sampai saat ini jauh dari kata baik. Mereka masih menghuni posisi paling buncit klasemen sementara Premier League musim 2018/19. Total mereka sudah kebobolan 31 gol dari 12 laga, juga tak pernah merengkuh poin (alias selalu kalah) dalam enam laga terakhir Premier League.
Buruknya penampilan Fulham ini diakui oleh Claudio Ranieri, sang pelatih baru. Ranieri yang ditunjuk untuk menggantikan Slavisa Jokanovic ini menyebut bahwa butuh perjuangan lebih bagi Fulham agar bisa lolos dari jerat degradasi.
"Fulham sudah kebobolan banyak gol. Sangat banyak malah. Saya pelatih dari Italia, dan saya paham betul bahwa di Italia, kebobolan banyak gol bukanlah sesuatu yang bagus. Gawang harus dijaga sebaik mungkin agat tak kebobolan," ujar Ranieri dilansir ESPNFC.
ADVERTISEMENT
"Kami harus bermain secara defensif, dan jika saya bilang secara defensif, itu berarti bukan tugas bek saja. Semua pemain harus terlibat dalam bertahan, termasuk penyerang. Sama juga ketika menyerang, penjaga gawang harus terlibat dalam serangan tim," tambahnya.
Ranieri mencontohkan semangat yang dimiliki Liverpool. Kala bersua dengan Fulham pada pekan 12 Premier League musim 2018/19, Liverpool memperlihatkan kekompakan yang apik. Di mata Ranieri, permainan Liverpool itu berjalan sebagai satu unit.
"Lihatlah gol pertama Liverpool (saat menang lawan melawan Fulham 2-0 pada pekan 12 Premier League). Gol itu diawali oleh sebuah umpan panjang yang dilepas penjaga gawang. Ini yang harus kami lakukan juga," ucapnya.
Pemain fulham merayakan gol (Foto: Reuters/Carl Recine )
Agar menaikkan semangat para pemainnya, selain menyarankan agar para pemainnya mengikuti semangat Liverpool, Ranieri mengaku akan memberikan hadiah jika para pemainnya berhasil mencapai sesuatu dalam sebuah pertandingan. Misalnya, jika timnya mencatatkan clean sheet, dia akan mentraktir para pemainnya piza. Ini biasa dia lakukan saat masih menangani Leicester City.
ADVERTISEMENT
"Tapi, mungkin di sini (Fulham) saya harus mentraktir sesuatu yang lebih mahal. Piza tak lagi cukup, menurut saya. Biarkan saya berpikir, mungkin, McDonald's gratis? Siapa tahu," ujarnya.
"Ya, intinya kami semua harus bekerja keras. Saya sudah melupakan raihan saya di Leicester City. Leicester, bagi saya, hanya sekadar bonus. Lupakan. Jangan pikir keajaiban yang sama akan terulang kembali. Sekarang kami barus bertempur. Kami punya banyak pemain bagus, tinggal bagaimana saya melatih mereka dan mengajak mereka memahami filosofi sepak bola saya," pungkasnya.
Fulham sendiri baru akan kembali berlaga setelah jeda internasional kelak. Pada pekan 13, yaitu Sabtu (24/11/2018), ada Southampton yang sudah menanti mereka. Bisakah Claudio Ranieri memanfaatkan waktu yang ada untuk membangkitkan kekuatan Fulham?
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86